Home
>
News
>
Publication
>
Ragam Data Buruk Bawa Katalis Negatif Pada Pergerakan AUDUSD
Ragam Data Buruk Bawa Katalis Negatif Pada Pergerakan AUDUSD
Thursday, 14 November 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0563

-0.07%

GBPUSD

1.2703

-0.08%

AUDUSD

0.6487

-0.06%

NZDUSD

0.5879

-0.12%

USDJPY

155.45

0.26%

USDCHF

0.8854

0.11%

USDCAD

1.3995

0.04%

GOLDUD

2573.76

-0.41%

USD/IDR

15795

0.28%

Fokus AUDUSD:

  1. Data ekspektasi inflasi konsumen Australia
  2. Data inflasi AS

Kamis, 14 November 2024 -  Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6487. Pasangan mata uang Aussie melemah setelah rilis data ekonomi utama, di mana ekspektasi inflasi konsumen Australia turun menjadi 3,8% pada November, dari 4,0% bulan sebelumnya. Ini merupakan tingkat terendah sejak Oktober 2021, yang menunjukkan tanda pelonggaran tekanan inflasi. Namun, lapangan kerja baru hanya bertambah 15.900 pada Oktober, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 25.000, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,1%. Gubernur Bank Sentral Australia (RBA), Michele Bullock, menyatakan bahwa tingkat suku bunga saat ini cukup restriktif dan akan tetap demikian hingga ada keyakinan penuh terhadap tren inflasi.

Sementara itu, mata uang USD mengalami penguatan didorong oleh hasil pemilihan presiden AS yang dimenangkan Donald Trump. Kemenangan Trump memicu spekulasi tentang kemungkinan kebijakan tarif yang dapat mendorong inflasi, memperkuat permintaan terhadap Dolar AS. Data inflasi terbaru di AS, dengan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 2,6% secara tahunan, memperkuat optimisme pasar bahwa Federal Reserve (Fed) mungkin akan menunda pemotongan suku bunga lebih lanjut. Hal ini menyebabkan imbal hasil obligasi AS terus berada di level tertinggi, yang memberikan daya tarik lebih pada Dolar AS. Selain itu, beberapa pejabat Federal Reserve (Fed) menyatakan bahwa tantangan inflasi yang terus berlanjut akan membatasi ruang untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Di sisi lain, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menekankan pentingnya perdagangan yang adil antara AS dan Australia dalam percakapan teleponnya dengan Trump.

Penurunan permintaan global, terutama dari China, mitra dagang utama Australia, juga membebani AUD. Paket stimulus baru China, senilai 10 triliun Yuan, dianggap kurang memadai oleh investor dan gagal menghidupkan kembali kepercayaan pasar. Langkah ini semakin menambah tekanan terhadap AUD, mengingat China merupakan pasar ekspor terbesar Australia. Di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi AS yang lebih ketat dan prospek yang lemah dari China, AUD menghadapi tantangan berat untuk pulih dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang ini melemah. Support terdekatnya di zona 0.6440 dan resistance terdekatnya di zona 0.6520. Support lanjutan di zona 0.6400 dan dilanjutkan ke zona 0.6360. Resistance lanjutan di zona 0.6560 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6590.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0563. Kinerja mata uang Euro mengalami penurunan di tengah penguatan Dolar AS yang didorong oleh inflasi AS yang "lengket". Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS menunjukkan inflasi utama meningkat menjadi 2,6% secara tahunan, sementara inflasi inti tetap stabil di 3,3% seperti yang diharapkan. Data inflasi yang lebih tinggi ini menekan ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada Desember, dengan kemungkinan kenaikan tarif impor 10% yang dijanjikan Presiden AS terpilih Donald Trump yang dapat memicu inflasi lebih lanjut. Selain itu, pelemahan Euro juga didorong oleh berbagai ketidakpastian di Eropa, termasuk potensi perang dagang antara Uni Eropa dan AS, serta ketidakstabilan politik Jerman setelah koalisi tiga partai runtuh usai pemecatan Menteri Keuangan Christian Linder. Gubernur Bank Finlandia, Olli Rehn, menyarankan agar Eropa bersiap menghadapi kemungkinan perang dagang, sementara investor kini fokus pada pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde pada Kamis untuk petunjuk lebih lanjut terkait suku bunga. Support terdekatnya di zona 1.0500 dan resistance terdekatnya di zona 1.0620.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2703. Pelemahan Poundsterling terhadap Dolar AS ini terjadi di tengah data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang menunjukkan inflasi bertahan di level yang lebih tinggi dari yang diharapkan, meskipun sesuai perkiraan pasar. Disisi Inggris, para trader sedang menunggu data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris untuk kuartal ketiga yang diperkirakan hanya tumbuh 0,2% dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 0,5%. Pelemahan Pound juga didukung oleh data pasar tenaga kerja Inggris yang menunjukkan peningkatan angka pengangguran menjadi 4,3% dan penambahan lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan. Investor juga memantau pernyataan anggota eksternal Komite Kebijakan Moneter Bank of England (BoE), Catherine Mann, yang dijadwalkan berbicara dalam konferensi untuk mencari petunjuk terkait langkah BoE dalam menangani ketidakseimbangan ekonomi Inggris di tengah tekanan inflasi yang masih berlangsung. Support terdekatnya di area 1.2640 dan resistance terdekatnya di zona 1.2740.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5879. Penurunan kinerja mata uang ini sebagian besar disebabkan oleh penguatan Dolar AS (USD) yang dipicu oleh apa yang disebut sebagai “Trump trades” serta pernyataan pejabat Federal Reserve (Fed) yang kurang dovish setelah data inflasi AS dirilis. Disisi domestik, Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) diperkirakan akan mengumumkan pemotongan suku bunga yang lebih besar sebesar 75 basis poin akhir bulan ini, seiring dengan penurunan inflasi ke level terendah sejak kuartal pertama 2021. Di sisi lain, Indeks Harga Pangan Selandia Baru tetap stabil di 1,2% pada Oktober, tertinggi sejak Februari. Para pelaku pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk Oktober serta data Produksi Industri dan Penjualan Ritel dari China, yang merupakan mitra dagang terbesar Selandia Baru, yang dijadwalkan pada hari Jumat. Support terdekatnya di area 0.5840 dan resistance terdekatnya di zona 0.5900.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 155.45. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif terhadap Dolar AS (USD) di tengah ekspektasi pasar bahwa kebijakan ekonomi dari Presiden AS terpilih, Donald Trump, akan meningkatkan inflasi dan permintaan domestik. Data inflasi terbaru di AS, dengan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 2,6% secara tahunan, memperkuat optimisme pasar bahwa Federal Reserve (Fed) mungkin akan menunda pemotongan suku bunga lebih lanjut. Selain itu, ketidakpastian ekonomi dan politik dalam negeri Jepang juga melemahkan nilai Yen. Meskipun Indeks Harga Produsen (PPI) Jepang mengalami kenaikan yang signifikan pada bulan Oktober, investor melihat kondisi ini masih belum cukup bagi Bank of Japan (BoJ) untuk melakukan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 154.70 dan resistance terdekatnya di zona 156.50.

USDCAD – Pasangan mata uang Loonie naik ke area 1.3995. Naiknya pasangan mata uang Kanada sejalan dengan penguatan yang dialami oleh kinerja mata uang USD. kenaikan pasangan mata uang ini didorong oleh hasil pemilihan Presiden AS yang dimenangkan Donald Trump serta data inflasi AS terbaru. Di sisi lain, Loonie (CAD) tertekan oleh ekspektasi bahwa Bank of Canada (BoC) mungkin akan memangkas suku bunga lebih agresif dibandingkan Fed. Selain itu, penurunan harga minyak mentah, komoditas utama ekspor Kanada ke AS, turut melemahkan CAD. Jika harga minyak mentah rebound, hal ini berpotensi mendukung penguatan CAD dan membatasi penguatan USDCAD. Namun, untuk saat ini, kombinasi dari ekspektasi kebijakan ekspansif Trump dan data ekonomi AS yang solid membuat USDCAD tetap berada dalam tren penguatan yang kuat. Support terdekatnya di area 1.3950 dan resistance terdekatnya di zona 1.4040.

USDCHF – Pasangan mata uang Franc naik ke area 0.8854. Menguatnya kinerja mata uang Swiss seiring penguatan yang dialami juga oleh USD akibat terpilihnya Trump sebagai presiden AS selanjutnya, serta rilis data inflasi AS. Di sisi lain, permintaan aset aman untuk Franc Swiss (CHF) karena ketidakpastian terkait tarif AS dan ketegangan geopolitik dapat membatasi potensi kenaikan pasangan ini. Support terdekatnya di area 0.8820 dan resistance terdekatnya di zona 0.8910.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

1:30am

USD

FOMC Member Schmid Speaks

-

-

-

2:00am

USD

Federal Budget Balance

-257.5B

-226.4B

64.3B

4:45am

NZD

FPI m/m

-0.9%

-

0.5%

6:00am

AUD

RBA Gov Bullock Speaks

-

-

-

7:00am

AUD

MI Inflation Expectations

3.8%

-

4.0%

7:01am

GBP

RICS House Price Balance

16%

12%

11%

7:30am

AUD

Employment Change

15.9K

25.2K

61.3K

7:30am

AUD

Unemployment Rate

4.1%

4.1%

4.1%

5:00pm

EUR

Flash Employment Change q/q

-

0.2%

0.2%

5:00pm

EUR

Flash GDP q/q

-

0.4%

0.4%

5:00pm

EUR

Industrial Production m/m

-

-1.3%

1.8%

7:00pm

USD

FOMC Member Kugler Speaks

-

-

-

7:30pm

EUR

ECB Monetary Policy Meeting Accounts

-

-

-

8:00pm

GBP

MPC Member Mann Speaks

-

-

-

Tentative

GBP

NIESR GDP Estimate

-

 

0.2%

8:30pm

USD

Core PPI m/m

-

0.3%

0.2%

8:30pm

USD

PPI m/m

-

0.2%

0.0%

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

224K

221K

9:00pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788