| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.10210 | 0.05% |
GBPUSD | 1.28470 | 0.05% |
AUDUSD | 0.66480 | -0.12% |
NZDUSD | 0.61610 | -0.10% |
USDJPY | 140.980 | 0.33% |
USDCHF | 0.86920 | 0.16% |
USDCAD | 1.32320 | 0.13% |
GOLDUD | 1,958.590 | -0.03% |
COFU | 80.65 | -0.30% |
USD/IDR | 15,085 | 0.03% |
Senin, 31 Juli 2023 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak tertekan dibebani oleh sentimen dari proyeksi pesimis dari IEA dan rilisnya data terbaru aktivitas manufaktur China yang kembali lesu. Meski demikian, eskalasi perang Ukraina yang semakin memuncak serta kekhawatiran akan keamanan di jalur pelayaran Laut Hitam membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Dalam laporan terbaru yang dirilis, International Energy Agency (IEA) memperkirakan pertumbuhan permintaan global pada tahun 2023 kemungkinan akan turun menjadi 2.2 juta bph dari proyeksi sebelumnya di 2.4 juta bph akibat hambatan makroekonomi yang terlihat dalam kemerosotan manufaktur, yang menyebabkan permintaan tertekan. Di sisi pasokan, IEA memperkirakan produksi global tahun 2023 akan meningkat sebesar 1.6 juta bph menjadi 101.5 juta bph. Selain itu, IEA juga melihat pertumbuhan permintaan global pada tahun 2024 juga diperkirakan akan melambat menjadi 1.1 juta bph, dan produksi global tahun 2024 diproyeksikan akan meningkat sebesar 1.2 juta bph ke rekor baru di 102.8 juta bph.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, aktivitas manufatur China turun untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Juli, ungkap sebuah survei pabrik resmi yang dirilis hari Senin, yang sekaligus menguatkan isyarat akan dukungan stimulus ekonomi lebih lanjut dari pemerintah untuk dapat mendorong permintaan. Sebelumnya, pada minggu lalu, Politbiro mengatakan bahwa China akan menerapkan penyesuaian makro terhadap ekonomi "dengan cara yang tepat dan kuat" dan memperkuat penyesuaian counter-cyclical, karena pemerintah tetap berpegang pada kebijakan moneter yang hati-hati dan kebijakan fiskal proaktif. Meski demikian, banyak pakar meragukan hal tersebut karena jika pembuat kebijakan akan memberikan stimulus secara agresif, maka di sisi lain situasi itu akan meningkatkan risiko utang China.
Sementara itu, eskalasi perang Ukraina semakin memuncak. Dalam laporan terbaru, serangan roket Rusia pada Sabtu malam menghantam kota di timur laut Sumy, ungkap kementerian dalam negeri Ukraina. Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada hari Minggu mendesak Rusia untuk menggunakan senjata nukllir jika serangan balasan dari Kiev berhasil.
Masih dari Rusia, Presiden Vladimir Putin pada hari Minggu mengadakan parade angkatan laut Rusia sebanyak 45 kapal, kapal selam, dan kapal lainnya yang berlangsung di Teluk Finlandia dan di Sungai Neva di St Petersburg. Dalam pidato pernyataannya Putin mengumumkan bahwa Angkatan Laut Rusia akan menerima30 kapal baru tahun ini. Berita tersebut memicu kekhawatiran lebih lanjut akan situasi pelayaran di jalur Laut Hitam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:45 | USA - Chicago PMI |
| 43.0 | 41.5 |
21:30 | USA - Dallas Fed Manufacturing Index |
|
| -23.2 |