Home
>
News
>
Publication
>
Proyeksi Pesimis Ekonomi China Bayangi Harga Minyak
Proyeksi Pesimis Ekonomi China Bayangi Harga Minyak
Tuesday, 16 January 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09480

-0.21%

GBPUSD

1.27310

-0.31%

AUDUSD

0.66580

-0.48%

NZDUSD

0.61970

-0.39%

USDJPY

145.720

0.19%

USDCHF

0.85590

0.14%

USDCAD

1.34250

0.22%

GOLDUD

2,054.660

-0.17%

COFU

72.63

-0.45%

USD/IDR

15,560

0.19%

Fokus Crude Oil:

  • Pertumbuhan ekonomi China berpotensi melambat menjadi 4,6% pada 2024, dan turun menjadi 4,5% pada 2025.
  • Departemen Transportasi AS resmi umumkan saran untuk menghindari rute Laut Merah hingga pemberitahuan lebih lanjut.

***************************************************************

Selasa, 16 Januari 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan dibayangi prospek melambatnya perekonomian China serta komentar bernada pesimis dari pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa. Meski demikian, eskalasi situasi di Laut Merah serta potensi penurunan produksi AS dan Kanada memberikan dukungan pada harga minyak.

Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan melambat menjadi 4,6% pada tahun 2024, dan semakin turun menjadi 4,5% pada tahun 2025, ungkap survei terbaru yang dilakukan oleh Reuters. Proyeksi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan pada para pembuat kebijakan untuk meluncurkan lebih banyak langkah stimulus di tengah tekanan deflasi dan kemerosotan properti yang terjadi di ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Turut memberikan tekanan lebih lanjut, pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB), Joachim Nagel pada hari Senin memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk membahas penurunan suku bunga karena inflasi masih tinggi. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran bahwa situasi perekonomian saat ini masih suram.

Sementara itu, Departemen Transportasi AS pada hari Senin resmi mengumumkan bahwa kapal-kapal komersial AS disarankan untuk menghindari rute Laut Merah sampai pemberitahuan lebih lanjut, setelah sebelumnya merekomendasikan untuk menghindari rute selama 72 jam, pasca peringatan oleh Houthi Yaman pada hari Senin pagi bahwa serangan terhadap kapal-kapal yang menuju Israel akan terus berlanjut. Keputusan Departemen Transportast AS itu dibuat menyusul serangan terhadap kapal kontainer AS MV Gibraltar Eagle pada Senin sore oleh Houthi Yaman. Di hari yang sama juga dilaporkan ledakan besar di Hodeidah, kota Laut Merah yang dikuasai oleh Houthi. Meskipun tidak ada laporan kehilangan pasokan minyak, namun eskalasi situasi di Laut Merah secara tidak langsung memperketat pasar karena rute perjalanan yang lebih jauh membuat 35 juta barel minyak via laut ikut terlambat pengirimannya.

Masih dari sisi pasokan, Otoritas Pipa Dakota Utara pada hari Senin memperkirakan bahwa produksi minyak AS dan Kanada berpotensi terhambat akibat berlangsungnya cuaca dingin ekstrem dan operasional terkait. Produksi minyak di Dakota Utara pada hari Senin tercata telah turun sekitar 400,000 - 425,000 barel perhari.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - NY Empire State Manufacturing Index

 

-5.0

-14.5

23:00

USA - Fed Waller Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788