| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09800 | -0.07% |
GBPUSD | 1.31040 | -0.08% |
AUDUSD | 0.67440 | -0.12% |
NZDUSD | 0.61380 | -0.55% |
USDJPY | 148.180 | 0.08% |
USDCHF | 0.85700 | 0.02% |
USDCAD | 1.36460 | 0.07% |
GOLDUD | 2,619.940 | -0.02% |
COFU | 73.84 | -0.35% |
USD/IDR | 15,600 | 0.17% |
Rabu, 09 Oktober 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak melemah turun ke level di bawah $74 per barel pasca rilisnya proyeksi harga minyak terbaru dari EIA, dan laporan stok dari grup industri API. Meski demikian, efek Badai Milton yang lebih buruk dari perkiraan, dan eskalasi tensi di Timur Tengah berpotensi mendukung harga kembali menguat.
Dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek bulan Oktober yang dirilis hari Selasa, EIA memangkas perkiraan harga minyak mentah Brent untuk tahun 2024 sebesar $1,91 menjadi $80,89 per barel, dan juga untuk tahun 2025 dipangkas sebesar $6,50 menjadi $77,59 per barel. Selain itu, minyak mentah WTI juga diturunkan $1,89 per barel untuk tahun 2024, dan tahun 2025 sebesar $6,50 per barel. EIA melihat bahwa kekhawatiran atas pertumbuhan permintaan global lebih besar daripada ketidakpastian jangka pendek dari eskalasi yang berpotensi mengganggu antara Israel dan Iran di Timur Tengah.
Di sisi pasokan, stok minyak mentah dalam sepekan melonjak naik sebesar 10,9 juta barel untuk pekan yang berakhir 4 Oktober, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API. Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang melemah di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statisik EIA.
Sementara itu, Badai Milton yang menerjang Pantai Teluk Florida pada hari Selasa telah menyebabkan krisis bahan bakar akibat sekitar 19,7% atau hampir 1.500 pom bensin yang melaporkan kehabisan bahan bakar, ungkap data dari layanan pelacakan harga bahan bakar GasBuddy pada hari Selasa malam. Efek badai Kategori 5 yang jauh lebih buruk dari yang diperkirakan itu mendorong dikeluarkannya perintah evakuasi untuk lebih dari 1 juta orang di wilayah pesisir barat Florida sebelum Badai Milton menerjang daratan pada Rabu malam atau Kamis dini hari.
Turut mendukung pergerakan harga, konflik di Timur Tengah masih terus berlanjut. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Selasa mengatakan bahwa serangan udara Israel telah menewaskan dua penerus pemimpin Hizbullah yang terbunuh. Selain itu, pasukan Israel telah memperluas serangan daratnya terhadap kelompok yang didukung Iran tersebut dengan mengerahkan divisi tentara keempat ke Lebanon selatan. Di hari yang sama, Israel mengirim tank-tank ke Jabalia di Jalur Gaza utara dan mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk warga Jabalia dan Beit Hanoun serta Beit Lahiya di dekatnya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| 1.900M | 3.889M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -1.500M | 1.119M |
21:30 | USA - Fed Barkin Speech |
|
|
|
21:30 | USA - Fed Goolsbee Speech |
|
|
|