Home
>
News
>
Publication
>
Proyeksi Melemahnya Permintaan China Picu Harga Minyak Ikut Melesu
Proyeksi Melemahnya Permintaan China Picu Harga Minyak Ikut Melesu
Tuesday, 12 November 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.06520

-0.08%

GBPUSD

1.28670

-0.10%

AUDUSD

0.65720

-0.23%

NZDUSD

0.59660

-0.12%

USDJPY

153.700

0.14%

USDCHF

0.88070

0.08%

USDCAD

1.39240

0.11%

GOLDUD

2,620.020

-0.19%

COFU

68.15

-0.40%

USD/IDR

15,720

0.32%

Fokus Crude Oil:

  • Ekspor minyak Saudi ke China diproyeksikan akan turun menjadi sekitar 36,5 juta barel pada bulan Desember.
  • Ada kemajuan dalam perundingan negosiasi gencatan senjata di Lebanon, kata Menlu Israel pada hari Senin.

***********************************************************

Selasa, 12 November 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak melemah turun ke level di bawah $68 per barel, tertekan oleh sentimen dari proyeksi melemahnya permintaan dari importir minyak terbesar di dunia, China. Selain itu, isyarat Israel akan kemajuan dalam pembicaraan gencatan senjata di Lebanon juga membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Ekspor minyak mentah Arab Saudi ke China diperkirakan akan turun menjadi sekitar 36,5 juta barel pada bulan Desember, yang akan menjadi penurunan bulan kedua berturut-turut dan volume terendah sejak Juli, turun dari sekitar 37,5 juta barel pada bulan November dan sekitar 46 juta barel pada bulan Oktober, ungkap data perdagangan yang dikutip oleh Reuters pada hari Senin. Selain itu, permintaan dari seluruh perusahaan penyulingan di China diestimasikan akan tertekan lebih lanjut untuk kuartal terakhir tahun ini karena margin keuntungan yang lesu dan penurunan konsumsi bahan bakar.

Turut membebani harga, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, pada hari Senin mengatakan bahwa kemajuan telah dicapai dalam perundingan tentang gencatan senjata di Lebanon dan mengindikasikan Rusia dapat membantu upaya tersebut lebih lanjut dengan menghentikan persenjataan Hizbullah melalui Suriah. Saar juga menegaskan kembali tuntutan agar kelompok Hizbullah mundur ke utara Sungai Litani dan tidak lagi membawa senjata dari Suriah.

Sementara itu, menanggapi komentar dari Israel, kelompok Hizbullah mengatakan belum menerima proposal apa pun terkait gencatan senjata di Lebanon, kata kepala kantor media Hizbullah, Mohammad Afif, dalam konferensi pers di pinggiran selatan Beirut pada hari Senin. Di hari yang sama, juru bicara kantor administrasi Israel, Omer Dostri, merilis pernyataan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menyetujui serangan pager yang menyebabkan ledakan di pinggiran selatan Beirut dan benteng Hizbullah lainnya pada bulan September lalu. Pernyataan tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik antara Hizbullah dan Israel.

Masih dari Timur Tengah, menyusul pernyataan Oatar yang menangguhkan peran mediasinya atas konflik di Gaza, pasukan Israel meningkatkan serangan udara yang menargetkan Gaza tengah dan selatan. Petugas medis Palestina melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak Minggu malam menjadi sedikitnya 37 orang. Pasukan Israel menegaskan akan terus berupaya mencapai tujuan perang di Gaza, termasuk membubarkan Hamas dan memulangkan semua korban penculikan, kata pejabat Israel pada hari Senin.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $65 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

18:00

USA - NFIB Business Optimism Index

 

91.9

91.5

22:10

USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index

 

47.3

46.9

23:00

USA - Consumer Inflation Expectations

 

3%

3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788