Home
>
News
>
Publication
>
Proyeksi IEA Serta Meredanya Efek Badai Buat Minyak Kembali Tenang
Proyeksi IEA Serta Meredanya Efek Badai Buat Minyak Kembali Tenang
Friday, 13 September 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.10720

0.14%

GBPUSD

1.31240

0.18%

AUDUSD

0.67210

0.07%

NZDUSD

0.61790

0.06%

USDJPY

141.810

-0.48%

USDCHF

0.85090

-0.20%

USDCAD

1.35800

-0.07%

GOLDUD

2,556.220

0.27%

COFU

69.31

-0.14%

USD/IDR

15,395

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • IEA pangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak tahun ini sebesar 7,2% karena melambatnya perekonomian China.
  • Produsen minyak AS mulai memeriksa kerusakan akibat badai dan bersiap membuka kembali pelabuhan serta kegiatan produksi.

***********************************************************

Jumat, 13 September 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen pasca rilisnya proyeksi terbaru IEA dan kembali pulihnya aktivitas produksi minyak di Teluk Meksiko AS. Meski demikian, potensi koreksi naik datang dari sinyal memuncaknya ketegangan di Timur Tengah dan ancaman Putin terhadap Barat.

Dalam laporan bulanan yang dirilis hari Kamis, IEA memangkas turun perkiraan permintaan minyak global tahun ini sebesar 7,2% atau sekitar 70.000 bph menjadi 900.000 bph karena dipiccu oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi China. Selain itu, IEA mempertahankan proyeksi permintaan minyak tahun 2025 tetap sebesar 950.000 bph atau tidak berubah dari proyeksi sebelumnya, dan memperingatkan potensi kelebihan pasokan di pasar apabila OPEC+ sampai menghentikan kebijakan pemangkasan produksi sesuai yang direncanakan.

Dari AS, produsen minyak di Teluk Meksiko pada hari Kamis melakukan pemeriksaan kerusakan akibat Badai Francine dan bersiap untuk memulai kembali kegiatan produksi dan membuka pelabuhan ekspor yang ditutup. Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS pada hari Kamis melaporkan sebanyak 42%, atau 730.000 bph produksi minyak dan 53%, atau hampir 992 juta kaki kubik gas alam yang ditutup akibat Badai Francine.

Sementara itu, ketegangan di Gaza kembali memuncak pasca Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis mendesak perlunya tekanan yang lebih besar kepada Hamas untuk menerima proposal kesepakatan Gaza yang baru, tepat sehari setelah tim negosiasi Hamas mengisyaratkan kesiapan untuk segera menerapkan gencatan senjata tanpa syarat baru. Selain itu, pihak militer Israel pada hari Kamis mengumumkan sembilan orang yang tewas dalam serangan udara hari Rabu merupakan kelompok Hamas, sementara badan pengungsi Palestina PBB UNRWA mengatakan enam orang dari korban yang tewas tersebut merupakan stafnya.

Turut mendukung pergerakan harga, Presiden Vladimir Putin pada hari Kamis memperingatkan ancaman perang langsung dengan Barat, apabila Ukraina sampai diizinkan untuk menggunakan rudal jarak jauh buatan Barat dalam menyerang wilayah Rusia. Putin menambahkan bahwa tindakan tersebut akan mengubah esensi dan cakupan konflik yang berlangsung.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Export Prices MoM

 

-0.1%

0.7%

19:30

USA - Import Prices MoM

 

-0.2%

0.1%

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment Prel

 

68.0

67.9

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788