| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0992 | 0.06% |
GBPUSD | 1.2760 | 0.04% |
AUDUSD | 0.6699 | 0.07% |
NZDUSD | 0.6204 | 0.05% |
USDJPY | 141.85 | -0.04% |
USDCHF | 0.8670 | -0.01% |
USDCAD | 1.3407 | -0.06% |
GOLDUD | 2035.59 | 0.09% |
COFU | 72.04 | 0.63% |
USD/IDR | 15500 | 0.17% |
Jumat, 15 Desember 2023 - Pada pagi ini harga minyak terpantau bergerak naik di angka $72 hal ini disebabkan oleh laporan bulanan dari IEA yang memprediksi peningkatan konsumsi minyak. Data ekonomi yang telah dirilis juga menjadi faktor tambahan meningkatnya harga minyak.
China, sebagai salah satu konsumen minyak terbesar di dunia, memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga minyak. Data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa China mengalami peningkatan produksi industri sebesar 6.6%, naik dari angka sebelumnya yang berada di 4.6%. Peningkatan produksi ini tidak hanya menguntungkan ekonomi China sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pasar minyak global.
International Energy Agency (IEA) dalam laporan bulanannya telah mengumumkan proyeksi peningkatan konsumsi minyak dunia sebesar 1,1 juta barel per hari pada tahun 2024. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap proyeksi ini melibatkan perbaikan prospek permintaan minyak dari Amerika Serikat dan penurunan harga minyak secara keseluruhan. Kondisi ini menciptakan optimisme dalam pasar minyak seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berlangsung.
Dari sisi Amerika, pelemahan nilai dolar juga menjadi faktor yang turut menaikan harga minyak. Berdasarkan laporan Reuters (14/12), bank sentral Amerika Serikat mengindikasikan bahwa kemungkinan besar kenaikan suku bunga telah mencapai puncaknya, dan biaya pinjaman yang lebih rendah dapat diharapkan pada tahun 2024. Pelemahan dolar membuat minyak yang dihargai dalam mata uang dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli asing. Suku bunga yang lebih rendah juga diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan, oleh karena itu, meningkatkan permintaan global terhadap minyak.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
09:00 | CNY - Industrial Production (YoY) | 6.6% | 5.6% | 4.6% |
20:30 | USD - Empire State Manufacturing Index | - | 2.0 | 9.1 |
21:15 | USD - Industrial Production m/m | - | 0.3% | -0.6% |
21:45 | USD - Flash Manufacturing PMI | - | 49.5 | 49.4 |
21:45 | USD - Flash Service PMI | - | 50.7 | 50.8 |