Home
>
News
>
Publication
>
Proyeksi EIA Serta Lesunya Impor China Buat Harga Minyak Tertekan
Proyeksi EIA Serta Lesunya Impor China Buat Harga Minyak Tertekan
Wednesday, 09 August 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09510

-0.05%

GBPUSD

1.27440

-0.03%

AUDUSD

0.65430

-0.08%

NZDUSD

0.60620

-0.16%

USDJPY

143.360

0.02%

USDCHF

0.87570

0.06%

USDCAD

1.34220

0.01%

GOLDUD

1,924.880

0.15%

COFU

82.88

-0.17%

USD/IDR

15,200

0.10%

Fokus Crude Oil:

  • EIA melihat produksi minyak mentah AS akan naik ke rekor 12.76 juta barel per hari pada tahun 2023.
  • Impor minyak mentah China bulan Juli turun sebesar 18.8 persen ke tingkat harian terendah sejak Januari.

***************************************************************

Rabu, 09 Agustus 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dipicu oleh sentimen dari rilisnya laporan bulanan EIA, laporan stok minyak API dan lesunya data ekonomi terbaru China. Meski demikian, komitmen Saudi terkait kebijakan OPEC+ membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek yang dirilis hari Selasa, Energy Information Administration (EIA) memperkirakan produksi minyak mentah AS akan meningkat sebesar 850 ribu bph menjadi 12.76 juta bph pada tahun 2023 dan meningkat 330 ribu bph menjadi 13.09 juta bph pada tahun 2024. Angka proyeksi tersebut merupakan rekor produksi tertinggi AS setelah rekor sebelumnya di 12.3 juta bph pada tahun 2019 atau sebelum pandemi. Di sisi konsumsi, EIA memproyeksikan akan meningkat sebesar 200 ribu bph menjadi 20.5 juta bph pada tahun 2023, dan meningkat sebesar 200 ribu bph menjadi 20.7 juta bph pada tahun 2024.

Masih dari AS, laporan yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 4 Agustus menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS dalam sepekan naik sebesar 4.07 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, data dari Administrasi Umum Kepabeanan China yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan bahwa impor minyak oleh China pada bulan Juli mencapai 43.69 juta metrik ton atau setara 10.29 juta bph turun 18.8% dari impor bulan Juni. Rilisnya data tersebut mengisyaratkan tanda lebih lanjut akan lesunya pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Sementara ltu, para Kabinet Saudi pada hari Selasa menegaskan kembali komitmennya terkait dukungan untuk tindakan pencegahan yang akan diambil oleh OPEC+ guna menstabilkan pasar minyak.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

0.567M

-17.049M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-0.008M

1.480M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788