Home
>
News
>
Publication
>
Prospek Pemangkasan Lebih Lanjut OPEC+ Dukung Pergerakan Minyak
Prospek Pemangkasan Lebih Lanjut OPEC+ Dukung Pergerakan Minyak
Wednesday, 24 May 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07730

-0.02%

GBPUSD

1.24110

-0.05%

AUDUSD

0.66070

-0.21%

NZDUSD

0.62490

-1.14%

USDJPY

138.580

-0.10%

USDCHF

0.90130

0.03%

USDCAD

1.35060

0.03%

GOLDUD

1,974.590

0.07%

COFU

73.77

-0.07%

USD/IDR

14,885

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Negosiasi kenaikan plafon utang AS belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.
  • Saudi peringatkan para spekulan yang bertaruh pada jatuhnya harga minyak agar berhati-hati.

***************************************************************

Rabu, 24 Mei 2023 - Harga minyak mentah mengalami koreksi turun tipis dibebani oleh sentimen dari ancaman gagal bayar utang oleh AS. Meski demikian, isyarat pemangkasan lebih lanjut produksi OPEC+, rencana Rusia melarang ekspor bensin, serta laporan API memberikan dukungan pada harga minyak.

Pertemuan antara Perwakilan Presiden Joe Biden dan anggota Kongres dari Partai Republik pada hari Selasa untuk melanjutkan negosiasi kenaikan plafon utang AS berakhir tanpa ada tanda-tanda kemajuan, memicu kekhawatiran terutama di pasar keuangan AS karena semakin dekatnya tenggat waktu untuk menaikkan batas pinjaman pemerintah $31.4 triliun sebelum 1 Juni atau harus menghadapi risiko gagal bayar yang akan memukul ekonomi AS dan mendorong biaya pinjaman lebih tinggi di AS.

Sementara itu, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada hari Selasa memperingatkan para spekulan "short seller" yang bertaruh pada jatuhnya harga minyak agar berhati-hati, dan menegaskan bahwa OPEC+ akan terus menjadi pengatur pasar yang bertanggung jawab. Peringatan tersebut mengisyaratkan potensi OPEC+ untuk mengambil langkah tak terduga termasuk pengurangan produksi lebih lanjut yang akan mendorong harga kembali melonjak dan memaksa para spekulan ini menutup posisi dengan kerugian. Selain itu, Pangeran Abdulaziz juga menyalahkan IEA atas volatilitas yang terjadi pada tahun 2022 karena memberikan prakiraan, data serta proyeksi yang salah arah.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Pemerintah Rusia sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk melakukan larangan ekspor bensin dalam upaya mencegah kekurangan bahan bakar domestik dan kenaikan harga setelah keputusan untuk mengurangi subsidi untuk kilang, kutip sumber industri dan pemerintah Rusia pada hari Selasa. Sumber tersebut juga menambahkan bahwa ekspor bensin Rusia pada bulan April dan Mei sekitar 200 ribu ton per bulan dari antara 600 ribu ton dan 700 ribu ton di musim dingin. Penggunaan bensin domestik mencapai sekitar 3 juta ton per bulan.

Dari sisi pasokan dilaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 6.80 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 19 Mei. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 2.46 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh Energy Information Administration (EIA).

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - Crude Oil Stocks Change

 

0.775M

5.040M

21:30

USA - Gasoline Stocks Change

 

-1.051M

-1.381M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 4050 7788