Home
>
News
>
Publication
>
Produksi Libya Kembali Pulih, Harga Minyak Ikut Tertekan
Produksi Libya Kembali Pulih, Harga Minyak Ikut Tertekan
Friday, 04 October 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.10310

-0.01%

GBPUSD

1.31230

-0.10%

AUDUSD

0.68400

-0.12%

NZDUSD

0.62110

-0.10%

USDJPY

146.910

0.03%

USDCHF

0.85310

0.09%

USDCAD

1.35540

0.05%

GOLDUD

2,654.090

0.16%

COFU

73.95

-0.16%

USD/IDR

15,480

0.29%

Fokus Crude Oil:

  • Sengketa bank sentral berakhir, Libya cabut status force majeure di semua ladang minyak dan pelabuhan ekspor.
  • Israel keluarkan peringatan pada hari Kamis bagi warga di lebih dari 20 kota di Lebanon selatan untuk segera mengungsi.

***********************************************************

Jumat, 04 Oktober 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi melemah dibebani oleh potensi tambahan pasokan dari Libya, dan kembali pulihnya aktivitas di pelabuhan AS. Meski demikian, terus memuncaknya ketegangan di Timur Tengah membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Pemerintah Libya yang berpusat di timur dan National Oil Corp yang berpusat di Tripoli pada hari Kamis mengumumkan mencabut status force majeure serta membuka kembali semua ladang minyak dan pelabuhan ekspor, yang menandai berakhirnya sengketa atas kepemimpinan bank sentral. Berita tersebut sekaligus mengindikasikan potensi tambahan pasokan di pasar minyak global dengan kembali pulihnya produksi Libya ke kapasitas sebelum penutupan di ladang minyak Sharara, El Feel, dan Essider, yaitu di level sekitar 1,2 juta bph.

Turut membebani pergerakan lebih lanjut, pekerja dermaga dan operator pelabuhan AS pada hari Kamis mencapai kesepakatan sementara, yang sekaligus mengakhiri aksi pemogokan terbesar dalam hampir setengah abad yang berlangsung selama tiga hari dan melumpuhkan seluruh aktivitas pengiriman di Pantai Timur dan Gulf Coast AS. Dua sumber mengatakan bahwa kesepakatan sementara tersebut mencakup kenaikan upah sebesar 62% selama enam tahun.

Sementara itu, eskalasi konflik Israel dengan Lebanon semakin memuncak pasca militer Israel meminta penduduk di lebih dari 20 kota di Lebanon selatan untuk mengungsi dari rumah mereka pada hari Kamis, yang mengindikasikan Israel akan segera melancarkan serangan lainnya di Lebanon. Di hari yang sama, kelompok Hizbullah juga melancarkan serangan rudal baru yang menargetkan pangkalan militer Israel di Teluk Haifa dan wilayah Galilea. AS mendukung penuh aksi Israel untuk melanjutkan serangan darat dan udara terhadap Hizbullah, walaupun ada risiko hal itu akan membuat konflik semakin meluas, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller pada hari Kamis.

Sentimen positif lainnya datang dari produksi minyak OPEC+ yang dilaporkan turun pada bulan September ke level terendah tahun ini, ungkap survei Reuters pada hari Kamis. Total output dari aliansi tersebut mencapai 26,14 juta bph pada bulan September, turun 390.000 bph, dengan kontribusi penurunan sebesar 300.000 bph berasal dari Libya yang mengalami gangguan ekspor dan produksi akibat sengketa atas kendali bank sentral.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Unemployment Rate

 

4.2%

4.2%

19:30

USA - Non Farm Payrolls

 

140K

142K

20:00

USA - Fed Williams Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788