Home
>
News
>
Publication
>
Potensi Tambahan Pasokan Venezuela Buat Minyak Tertekan
Potensi Tambahan Pasokan Venezuela Buat Minyak Tertekan
Tuesday, 17 October 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05600

0.07%

GBPUSD

1.22170

0.06%

AUDUSD

0.63420

0.09%

NZDUSD

0.59220

-0.37%

USDJPY

149.500

-0.02%

USDCHF

0.89950

-0.06%

USDCAD

1.36080

-0.05%

GOLDUD

1,919.140

-0.34%

COFU

87.06

-0.90%

USD/IDR

15,695

0.06%

Fokus Crude Oil:

  • AS dan Venezuela siap tandatangani kesepakatan untuk meringankan sanksi AS terhadap sektor minyak Venezuela.
  • Khawatir situasi menjadi tidak terkendali, Rusia nyatakan kesediaan untuk membantu mengakhiri konflik Palestina - Israel.

***************************************************************

Selasa, 17 Oktober 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan dipengaruhi oleh sentimen dari potensi tambahan pasokan minyak Venezuela ke pasar global dan meredanya kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah antara Israel dengan Hamas pasca Rusia menyatakan kesediaan untuk menjadi penengah konflik.

Pemerintah AS dan Venezuela dilaporkan sedang bersiap-siap untuk menandatangani perjanjian di Barbados pada hari Selasa, yang isinya antara lain untuk meringankan sanksi AS terhadap industri minyak Venezuela sebagai imbalan bagi pemilihan presiden Venezuela yang kompetitif dan diawasi pada tahun depan, menurut laporan media. Pelonggaran sanksi AS terhadap industri minyak Venezuela berpotensi untuk memicu peningkatan pasokan minyak Venezuela ke pasar global.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, Presiden Rusia Vladimir Putin menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin dan menyatakan kesediaan untuk membantu mencegah bencana kemanusiaan di Gaza. Selain Netanyahu, Rusia dikabarkan juga telah menghubungi para pemimpin Iran, Mesir, Suriah dan Palestina pada hari yang sama.

Sementara itu, dalam laporan bulanan Produktivitas Pengeboran terbaru yang dirilis hari Senin, Energy Information Administration (EIA) melaporkan produksi minyak AS dari wilayah-wilayah penghasil serpih terbesar diperkirakan turun selama tiga bulan berturut-turut pada bulan November ke level terendah sejak Mei. EIA juga menambahkan bahwa produsen energi telah mengebor 865 sumur pada bulan September, terendah sejak Februari 2022, dan menyelesaikan 919 sumur, terendah sejak April 2022.

Untuk indikator yang menjadi pantauan pasar dan akan dirilis dalam waktu dekat adalah laporan persediaan minyak mentah dan bensin AS versi grup industri American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa pukul 16.30 ET, dan disusul oleh laporan versi pemerintah dari Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu pukul 10.30 ET. Kedua laporan tersebut biasanya dijadikan indikator oleh pelaku untuk melihat tren permintaan di pasar energi AS dalam sepekan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $88 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $84 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Retail Sales MoM

 

0.3%

0.6%

20:15

USA - Industrial Production MoM

 

0.0%

0.4%

20:15

USA - Manufacturing Production MoM

 

0.1%

0.1%

21:00

USA - Business Inventories MoM

 

0.3%

0.0%

21:00

USA - NAHB Housing Market Index

 

44

45

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788