Home
>
News
>
Publication
>
Potensi Peningkatan Produksi OPEC+ Tekan Harga Minyak
Potensi Peningkatan Produksi OPEC+ Tekan Harga Minyak
Tuesday, 23 January 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08810

-0.06%

GBPUSD

1.27090

0.09%

AUDUSD

0.65700

0.38%

NZDUSD

0.60760

-0.07%

USDJPY

148.090

0.06%

USDCHF

0.86890

0.03%

USDCAD

1.34780

0.04%

GOLDUD

2,021.090

-0.04%

COFU

74.68

-0.05%

USD/IDR

15,655

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Penjualan bahan bakar minyak UEA dari kilang Ruwais pada bulan Januari sentuh level tertinggi dalam satu setengah tahun.
  • Pelabuhan Ust Luga Novatek diperkirakan akan dapat beroperasi kembali dalam beberapa minggu.

***************************************************************

Selasa, 23 Januari 2024 - Setelah ditutup menguat hampir mendekati level $74,80 per barel pada perdagangan kemarin, harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi turun tipis dipicu oleh kekhawatiran akan terjadi peningkatan produksi di dalam kubu OPEC+.

Mengutip dari data pelacakan kapal terbaru yang dirilis oleh Kpler menunjukkan bahwa perusahaan minyak negara milik Uni Emirat Arab (UEA), ADNOC telah menjual sebanyak 170.000 metrik ton bahan bakar pada bulan Januari melalui kilang Ruwais, dengan volume ekspor bahan bakar minyak mencapai titik tertinggi dalam satu setengah tahun. Tindakan UEA tersebut menyusul berita sebelumnya dari Libya yang kembali membuka ladang minyak terbesarnya, El Sharara, yang mendorong produksi Libya kembali di atas 1 juta bph memicu kekhawatiran akan semakin banyak anggota OPEC+ lainnya yang ikut meningkatkan produksinya.

Turut meredam kekhawatiran akan pasokan, pelabuhan ekspor Ust Luga Novatek yang diserang oleh drone Ukraina pada akhir pekan lalu dan menyebabkan kerusakan pada dua tangki penyimpanan serta satu stasiun pompa, diperkirakan akan dapat melanjutkan kembali ke kapasitas signifikan dalam beberapa minggu atau, paling buruk, beberapa bulan, ungkap para analis di broker BCS yang berbasis di Moskow.

Sementara itu, AS dan Inggris dilaporkan kembali melancarkan serangan baru yang menargetkan delapan lokasi berbeda kelompok Houthi Yaman pada hari Senin. Meskipun AS mengatakan bahwa serangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah meluasnya konflik Timur Tengah, namun kekhawatiran akan situasi di Laut Merah masih tetap memuncak, yang terlihat dari banyaknya kapal kontainer yang mengalihkan ke rute lain dibanding rute yang mengarah ke Terusan Suez.

Untuk indikator yang dipantau dalam waktu dekat adalah laporan stok minyak yang akan dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) dan disusul oleh laporan versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA).

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - Richmond Fed Manufacturing Index

 

-7

-11

22:00

USA - Richmond Fed Manufacturing Shipment Index

 

-20

-17

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788