Home
>
News
>
Publication
>
Potensi Peningkatan Output Rusia Buat Minyak Tertekan
Potensi Peningkatan Output Rusia Buat Minyak Tertekan
Friday, 06 December 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05850

0.05%

GBPUSD

1.27580

0.05%

AUDUSD

0.64510

0.14%

NZDUSD

0.58800

0.09%

USDJPY

150.090

-0.11%

USDCHF

0.87880

-0.09%

USDCAD

1.40260

-0.04%

GOLDUD

2,632.160

-0.45%

COFU

68.44

-0.50%

USD/IDR

15,855

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Produsen minyak terbesar Rusia Rosneft melihat keputusan OPEC+ hanya akan menguntungkan AS.
  • OPEC+ umumkan menunda peningkatan produksi hingga April 2025 untuk menghindari kelebihan pasokan.

***********************************************************

Jumat, 06 Desember 2024 - Harga minyak masih bergerak tertekan di bawah level $69 per barel pada penutupan pekan pagi ini. Isyarat Rusia untuk meningkatkan output di tengah keputusan OPEC+ untuk memperpanjang pemangkasan produksi selama tiga bulan memberikan sinyal bias terhadap harga minyak. Meski demikian, eskalasi konflik di Suriah berpotensi menjadi katalis positif untuk mengangkat harga kembali naik.

Produsen minyak terbesar Rusia Rosneft melihat bahwa keputusan kelompok OPEC+ untuk mengurangi produksi minyak pada tahun 2016 dan 2020 membantu industri minyak serpih AS dan menjadikannya eksportir energi global terkemuka, kata ketua Rosneft Igor Sechin pada hari Kamis. Selain itu, Sechin juga mengatakan bahwa Rosneft telah menginvestasikan $20 miliar untuk membangun fasilitas manufaktur di India. Komentar dari Rosneft tersebut mengisyaratkan perpecahan di internal OPEC+ karena Rusia dapat meningkatkan output minyaknya dengan pertimbangan potensi peningkatan permintaan pasca kerjasamanya dengan negara importir minyak terbesar kedua dunia itu.

Sementara itu, OPEC dan sekutunya pada hari Kamis mengumumkan secara resmi untuk menunda selama tiga bulan rencana peningkatan produksi minyak sebesar 180.000 bph yang awalnya dijadwalkan pada awal Januari menjadi April 2025. OPEC+ melihat bahwa penundaan itu akan memberikan waktu untuk menilai dampak pasca Presiden Trump resmi menjabat pada bulan Januari, di mana sebelumnya Trump mengisyaratkan akan mengenakan sanksi minyak yang lebih banyak dan lebih besar terhadap Iran dan Venezuela. Selain itu, kelompok aliansi juga sepakat memperpanjang pemangkasan produksi sukarela sebesar 2,2 juta bph hingga akhir Maret 2025.

Dari Timur Tengah, kelompok pemberontak Hayat Tahrir al-Sham (HTS) berhasil merebut kota Hama pada hari Kamis dan bersiap untuk bergerak ke selatan menuju kota Homs. Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein dijadwalkan bertemu dengan mitranya dari Suriah dan Iran pada hari Jumat untuk membahas situasi di Suriah, kutip kantor berita pemerintah Irak pada hari Kamis. Sinyal eskalasi konflik di Suriah itu berisiko mengganggu stabilitas wilayah yang lebih luas di kawasan regional.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Unemployment Rate

 

4.2%

4.1%

20:30

USA - Manufacturing Payrolls

 

28K

-46K

22:00

USA - Michigan Consumer Sentiment

 

73

71.8

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788