| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08550 | -0.04% |
GBPUSD | 1.27590 | -0.03% |
AUDUSD | 0.66470 | 0.14% |
NZDUSD | 0.61440 | -0.08% |
USDJPY | 157.130 | 0.06% |
USDCHF | 0.91190 | 0.03% |
USDCAD | 1.36420 | 0.04% |
GOLDUD | 2,360.500 | -0.11% |
COFU | 80.26 | -0.15% |
USD/IDR | 16,120 | 0.16% |
Rabu, 29 Mei 2024 - Setelah kembali menembus level di atas $80 per barel, harga minyak pagi ini terpantau kembali bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari potensi penurunan harga Aramco, dan ditambah dengan ketidakpastian mendekati pertemuan OPEC+ akibat isyarat penambahan pasokan dari Irak dan Sudan Selatan.
Perusahaan minyak milik negara, Saudi Aramco diperkirakan akan memangkas harga jual resmi (OSP) sebagian besar jenis minyak mentah untuk pengiriman ke Asia pada bulan Juli, sekaligus menandai pemotongan pertama dalam lima bulan, seiring dengan melemahnya margin penyulingan di Asia, kata sumber penyulingan. Lima perusahaan penyulingan yang disurvei oleh Reuters memperkirakan OSP Aramco bulan Juli akan turun sekitar 30 hingga 50 sen per barel. OSP Aramco ini biasanya menjadi tren harga bagi produsen minyak di Timur Tengah lainnya, seperti Iran, Kuwait, dan Irak, sehingga jika ditambah dengan Saudi sendiri maka akan mempengaruhi pasokan sekitar lebih dari 9 juta bph yang dikirimkan ke Asia.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, Kementerian Perminyakan Irak pada hari Selasa menyerukan pertemuan "sesegera mungkin" dengan Kementerian Sumber Daya Alam wilayah Kurdistan dan perusahaan internasional yang beroperasi di sana untuk mencapai kesepakatan mengenai melanjutkan ekspor minyak melalui pipa ke pelabuhan Ceyhan di Turki. Berita tersebut mengindikasikan potensi kembali pulihnya pengiriman minyak via jalur pipa Irak-Turki yang menyuplai sekitar 0,5% pasokan minyak global, terlebih di tengah meningkatnya serangan Houthi di jalur Laut Merah baru-baru ini yang dipicu oleh konflik Gaza.
Masih dari sisi pasokan, seorang pejabat Kementerian Perminyakan Sudan Selatan pada hari Selasa mengumumkan bahwa jalur Pipa Petrodar yang memompa sekitar 100.000 bph, atau sekitar dua pertiga dari total ekspor minyak negara tersebut, akan kembali beroperasi dalam dua minggu ke depan karena telah selesai diperbaiki. Jalur Pipa Petrodar sendiri merupakan satu dari dua pipa yang ada di Sudan, dan ditutup sejak bulan Februari akibat konflik internal di negara tersebut.
Untuk indikator yang dipantau pasar dalam waktu dekat adalah rilisnya laporan persediaan minyak dan bensin AS versi grup industri American Petroleum Institute (API) yang perilisannya tertunda satu hari karena berlangsungnya libur perayaan Memorial Day pada hari Senin. Laporan API ini biasanya dijadikan indikasi awal bagi pasar untuk melihat gambaran permintaan minyak, sebelum dirilisnya data versi pemerintah dari badan statistik Energy Information Administration (EIA).
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - Richmond Fed Manufacturing Index |
| -2 | -7 |
21:30 | USA - Dallas Fed Services Index |
| -10.0 | -10.6 |