Home
>
News
>
Publication
>
Pesimisme Pertumbuhan Ekonomi China Turut Bebani Laju Minyak
Pesimisme Pertumbuhan Ekonomi China Turut Bebani Laju Minyak
Tuesday, 30 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08200

-0.03%

GBPUSD

1.28610

-0.10%

AUDUSD

0.65480

-0.08%

NZDUSD

0.58750

-0.03%

USDJPY

154.010

0.04%

USDCHF

0.88610

0.06%

USDCAD

1.38520

0.03%

GOLDUD

2,383.430

-0.15%

COFU

75.91

-0.69%

USD/IDR

16,280

0.25%

Fokus Crude Oil:

  • Aktivitas manufaktur China pada bulan Juli diperkirakan akan kembali menyusut untuk bulan ketiga, ungkap survey terbaru Reuters.
  • AS pimpin upaya diplomatik guna mencegah Israel menyerang ibu kota Lebanon dan infrastruktur sipil utama lainnya.

***********************************************************

Selasa, 30 Juli 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dipicu oleh pesimisme pertumbuhan ekonomi China dan meredanya potensi perang baru antara Israel dengan Lebanon. Meski demikian, kembali tertundanya negosiasi gencatan senjata Gaza membuat ketegangan kembali meningkat di Timur Tengah yang membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Hasil survey yang dilakukan Reuters pada hari Senin menunjukkan pesimisme akan pertumbuhan aktivitas menufaktur China bulan Juli, yang diperkirakan akan menyusut untuk bulan ketiga dengan penurunan sebesar 49,3 dari sebelumnya 49,5 di bulan Juni. Hasil survey tersebut mengindikasikan ekspektasi melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. Untuk laporan aktivitas manufaktur resmi akan dirilis pada hari Rabu.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, kekhawatiran perang baru antara Israel dengan Lebanon pasca serangan roket di Dataran Tinggi Golan pada akhir pekan, mereda didorong oleh upaya diplomatik yang dilakukan oleh AS selama dua hari terakhir. Lima sumber yang mengetahui upaya tersebut mengatakan bahwa AS telah mendesak agar Israel tidak menargetkan ibu kota Lebanon, pinggiran selatan kota yang menjadi jantung Hizbullah, ataupun infrastruktur utama lainnya seperti bandara dan jembatan. Selain itu, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa meskipun ingin membalas Hizbullah, tetapi Israel tidak ingin mengarahkan pada perang baru di wilayah tersebut.

Sementara itu, kembali tertundanya kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera memicu ketegangan di Jalur Gaza kembali meningkat. Pihak Israel dan Hamas pada hari Senin saling menyalahkan atas kebuntuan negosiasi yang terjadi. Hamas menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunda kemajuan yang ada dengan menambahkan persyaratan dan tuntutan baru. Sebaliknya, Israel menuduh bahwa Hamas yang menuntut sebanyak 29 perubahan dalam proposal negosiasi terbarunya.

Sentimen positif lainnya datang dari Menteri Energi Jennifer Granholm yang pada hari Senin mengatakan bahwa Departemen Energi AS telah menyepakati kontrak pembelian minyak dengan harga rata-rata sekitar $76,92 per barel, dan jumlah sebanyak 4,65 juta barel yang akan digunakan untuk mengisi Cadangan Minyak Strategis di Louisiana dengan pengiriman selama tiga bulan terakhir tahun ini. Selain itu, Granholm juga mengatakan kemungkinan akan terus membeli minyak untuk cadangan hingga tahun depan, di mana dengan anggaran tersisa saat ini sekitar $1,2 miliar dapat membeli hingga sekitar 15 juta barel lagi.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:00

USA - House Price Index MoM

 

0.2%

0.2%

21:00

USA - CB Consumer Confidence

 

99.5

100.4

21:00

USA - JOLTs Job Openings

 

8.03M

8.14M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788