| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08260 | 0.04% |
GBPUSD | 1.29730 | 0.05% |
AUDUSD | 0.66390 | 0.09% |
NZDUSD | 0.60070 | 0.02% |
USDJPY | 151.820 | -0.03% |
USDCHF | 0.86570 | -0.02% |
USDCAD | 1.38540 | -0.03% |
GOLDUD | 2,735.650 | 0.06% |
COFU | 70.33 | 0.24% |
USD/IDR | 15,580 | 0.13% |
Jumat, 25 Oktober 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh ekspektasi meningkatnya permintaan India dan penurunan pasokan dari Rusia ke pasar minyak global. Meski demikian, isyaratnya dimulainya kembali negosiasi gencatan senjata Gaza dan ancaman melambatnya pertumbuhan ekonomi global membatasi pergerakan harga.
Permintaan minyak mentah dan produk turunannya di India diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sebesar 50.000 - 55.000 bph atau hampir 4% pada kuartal keempat tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, didukung oleh musim festival yang akan datang dan pemilihan umum mendatang di Maharashtra dan Jharkhand yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan bahan bakar transportasi, menurut proyeksi yang dirilis hari Kamis oleh S&P Global. India yang memenuhi 85% permintaan minyak mentahnya melalui impor ini merupakan negara konsumen minyak terbesar ketiga dunia dan terbesar kedua sebagai importir minyak.
Dukungan lainnya datang dari, ekspor minyak mentah Rusia dari tiga pelabuhan barat utamanya yaitu pelabuhan Primorsk, Ust-Luga dan Novorossiisk, yang diperkirakan akan turun 13% pada bulan November menjadi 1,95 juta bph (atau sekitar 8 juta metrik ton) karena musim perawatan kilang telah berakhir, kata dua sumber perdagangan pada hari Kamis. Rusia berencana untuk menghentikan produksi hanya 1,8 juta ton dari kapasitas penyulingannya, turun tajam dari 4,4 juta ton pada bulan Oktober. Kapasitas penyulingan yang lebih rendah mengindikasikan peningkatan produksi kilang dan lebih sedikit minyak mentah yang tersedia untuk ekspor. Sementara ada beberapa kilang minyak Rusia tidak berminat untuk menambah produksi bahkan setelah pemeliharaan berakhir karena margin yang lemah, tambah sumber tersebut.
Sementara itu, negosiator AS dan Israel dijadwalkan akan berkumpul kembali di Doha dalam beberapa hari mendatang untuk mencoba memulai kembali perundingan terkait gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza, kata pejabat pada hari Kamis. Blinken mengatakan belum dipastikan apakah Hamas siap untuk terlibat dalam perundingan baru tersebut, tetapi mendesak kelompok tersebut untuk segera melakukannya.
Turut membebani pergerakan lebih lanjut, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pada hari Kamis memperingatkan risiko kelesuan pertumbuhan ekonomi global dan utang tinggi yang dapat menguras sumber daya fiskal. Selain itu, Georgieva juga melihat pertumbuhan ekonomi China dapat melambat hingga jauh di bawah 4% kecuali pemerintahnya mengambil tindakan tegas untuk mengubah model ekonominya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Durable Goods Orders MoM |
| -1.0% | 0.0% |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment Final |
| 69.0 | 70.1 |
21:00 | USA - Michigan Inflation Expectations Final |
| 2.9% | 2.7% |