Home
>
News
>
Publication
>
Permintaan China Kembali Pulih, Minyak Turut Melaju Bullish
Permintaan China Kembali Pulih, Minyak Turut Melaju Bullish
Wednesday, 11 December 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05260

-0.06%

GBPUSD

1.27680

-0.12%

AUDUSD

0.63770

-0.11%

NZDUSD

0.57980

-0.10%

USDJPY

151.960

-0.21%

USDCHF

0.88230

0.07%

USDCAD

1.41740

0.02%

GOLDUD

2,693.810

0.23%

COFU

68.50

0.74%

USD/IDR

15,860

0.22%

Fokus Crude Oil:

  • Impor minyak mentah China bulan November naik menjadi 11,81 juta bph, kenaikan pertama dalam 7 bulan.
  • PM Israel berikan wewenang ke angkatan udara untuk mengebom fasilitas militer yang ditinggalkan tentara Suriah.

***********************************************************

Rabu, 11 Desember 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak pada tren bullish didukung oleh sentimen dari rilisnya data terbaru yang menunjukkan permintaan minyak yang kembali pulih di China, dan serangan yang dilancarkan Israel yang memicu situasi geopolitik kembali memanas di Suriah.

Impor minyak mentah China melonjak naik sebesar 14,3% secara yoy menjadi 11,81 juta bph pada bulan November, kenaikan terkuat sejak Agustus tahun lalu, ungkap data terbaru yang dirilis Administrasi Umum Bea Cukai pada hari Selasa. Data tersebut juga menunjukkan pertumbuhan tahunan pertama dalam tujuh bulan, yang sekaligus memicu harapan akan prospek permintaan di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Turut mendukung pergerakan harga, pasukan Israel melancarkan lebih dari 350 serangan via udara pada hari Selasa yang menargetkan lokasi senjata strategis dan infrastruktur militer yang ditinggalkan tentara Suriah agar tidak jatuh ke tangan pemberontak, kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan bahwa Israel bermaksud memberlakukan "zona pertahanan steril" di Suriah selatan. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatkan konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, impor minyak mentah AS diperkirakan turun 20% tahun depan menjadi 1,9 juta bph, level terendah sejak 1971, dipicu oleh produksi domestik yang lebih tinggi dan permintaan kilang yang lebih rendah, ungkap laporan terbaru Prospek Energi Jangka Pendek (STEO) bulan Desember yang dirilis EIA pada hari Selasa. Produksi diperkirakan akan turun sekitar 2% menjadi 13,52 juta bph pada tahun 2025, dan permintaan kilang minyak AS akan turun sekitar 200.000 bph menjadi 16 juta bph di tahun depan. EIA juga memproyeksikan permintaan minyak global akan mencapai rata-rata sekitar 104,3 juta bph tahun depan, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 104,4 juta bph.

Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan stok minyak mentah dan stok bensin dalam sepekan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 499 ribu barel dan 2,85 juta barel untuk pekan yang berakhir 6 Desember. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Inflation Rate MoM

 

0.3%

0.2%

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-1.3M

-5.073M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-0.2M

2.362M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788