Home
>
News
>
Publication
>
Permintaan Berpotensi Melemah, Harga Minyak Ikut Meredup
Permintaan Berpotensi Melemah, Harga Minyak Ikut Meredup
Tuesday, 10 September 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.10330

-0.03%

GBPUSD

1.30720

-0.10%

AUDUSD

0.66580

-0.15%

NZDUSD

0.61450

-0.21%

USDJPY

143.140

0.12%

USDCHF

0.84930

0.01%

USDCAD

1.35560

0.11%

GOLDUD

2,506.540

0.06%

COFU

68.78

-0.10%

USD/IDR

15,450

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Morgan Stanley pangkas turun proyeksi harga minyak karena melemahnya permintaan di pasar pada kuartal mendatang.
  • Majelis Umum PBB berencana lakukan voting minggu depan untuk mendesak Israel keluar dari Palestina dalam enam bulan.

***********************************************************

Selasa, 10 September 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi melemah dibebani oleh sentimen pasca rilisnya proyeksi terbaru dari Morgan Stanley, dan desakan dari PBB untuk segera tercapainya gencatan senjata di Gaza. Meski demikian, ancaman Badai tropis Francine yang berpotensi mengganggu produksi minyak AS membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Bank investasi terkemuka Morgan Stanley pada hari Senin merilis laporan pasar minyak terbarunya yang memangkas turun proyeksi harga minyak mentah Brent untuk kuartal mendatang karena pasar minyak global menemui periode pelemahan permintaan. Bank investasi itu mengatakan situasi melemahnya permintaan itu serupa dengan situasi pada tahun 2007-2008 saat krisis keuangan, dan pada tahun 2020 saat terjadinya Covid. Selain itu, di sisi pasokan, baik dari sumber OPEC maupun non-OPEC berpotensi akan meningkat kembali pada kuartal keempat dan tahun 2025, tambahnya.

Turut membebani pergerakan harga, kelompok Arab, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Gerakan Non-Blok pada hari Senin meminta Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang untuk memberikan suara pada tanggal 18 September terkait rancangan resolusi Palestina yang menuntut Israel untuk menarik diri dari Wilayah Palestina dalam waktu enam bulan. Desakan juga datang dari pengadilan tertinggi PBB yang menekankan bahwa keputusan atas rancanagan resolusi harus dilakukan secepat mungkin.

Sementara itu, produsen minyak dan gas lepas pantai Teluk Meksiko AS pada hari Senin mulai mengevakuasi staf dan membatasi kegiatan produksi untuk mengantisipasi ancaman Badai Tropis Francine, yang disusul oleh perintah penutupan dari Penjaga Pantai AS untuk semua operasi di Brownsville dan pelabuhan kecil Texas lainnya. Badai tropis tersebut diprediksi akan menguat secara signifikan selama beberapa hari ke depan, dan diperkirakan akan menjadi badai Kategori 1 pada Senin malam atau Selasa pagi, sebelum menerjang pantai Louisiana pada Rabu malam, menurut Pusat Badai Nasional (NHC). Analis ANZ memperkirakan setidaknya sebanyak 125.000 bph pasokan minyak berisiko terganggu akibat badai itu.

Untuk indikator yang dipantau pelaku dalam waktu dekat adalah rilisnya laporan mingguan stok minyak mentah AS dari grup industri API, yang biasanya dijadikan gambaran awal untuk melihat arah permintaan di pasar energi AS sebelum rilisnya laporan resmi versi pemerintah pada Rabu malam.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

17:00

USA - NFIB Business Optimism Index

 

93.6

93.7

21:00

USA - Fed's Barr Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788