Home
>
News
>
Publication
>
Perkiraan Pertumbuhan Permintaan Minyak yang Kuat oleh OPEC Mendorong Kenaikan Minyak
Perkiraan Pertumbuhan Permintaan Minyak yang Kuat oleh OPEC Mendorong Kenaikan Minyak
Thursday, 18 January 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0881

0.16%

GBPUSD

1.2672

0.16%

AUDUSD

0.6552

-0.18%

NZDUSD

0.6115

-0.08%

USDJPY

148.14

0.04%

USDCHF

0.8643

0.07%

USDCAD

1.3505

0.07%

GOLDUD

2005.9

-0.08%

COFU 

72.73

0.33%

USD/IDR

15610

0.10%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak yang kuat pada tahun 2025.
  • Cuaca dingin di AS mengganggu beberapa produksi minyak.

***************************************************************

Kamis, 18 Januari 2024 – Pergerakan minyak mentah melanjutkan pemulihan pada perdagangan pagi ini di tengah perkiraan OPEC mengenai pertumbuhan permintaan minyak global yang relatif kuat selama dua tahun ke depan serta musim dingin yang berlangsung di wilayah bagian AS.

Dalam laporan bulanan OPEC menunjukan permintaan minyak dunia akan bangkit sebesar 1,85 juta barel per hari (bpd) pada tahun 2025 menjadi 106,21 juta barel per hari. Pada tahun 2024, OPEC memperkirakan pertumbuhan permintaan sebesar 2,25 juta barel per hari, tidak berubah dari perkiraan pada bulan Desember.

Di sisi lain, dalam berita beredar, negara bagian AS yang merupakan penghasil minyak terbesar, North Dakota telah mengalami suhu di bawah nol derajat Fahrenheit. Hal ini menyebabkan produksi minyak tersebut menurun sebesar sebesar 650.000 hingga 700.000 barel per hari

Di sisi Pasokan minyak mentah, American Petroleum Institute (API) merilis Stok Minyak Mentah mingguan yang mengalami peningkatan sebesar 480.000 barel dibanding sebelumnya menunjukan penurunan besar 5,215 juta barel.

Pejabat AS pada hari Rabu mengatakan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sasaran Houthi di Yaman pada Rabu. Serangan yang dilakukan milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran mengatakan mereka bertindak sebagai solidaritas terhadap Palestina selama krisis ini perang Israel dengan Gaza yang sedang berlangsung. Serangan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah telah memaksa banyak perusahaan mengalihkan kargo ke seluruh Afrika, sehingga menambah waktu dan biaya perjalanan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77.50 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:00

USD - FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

4:30

USD - API Crude Oil Stock Change 

0.483M

-2.400M

-5.216M

20:30

USD - Unemployment Claims

-

206K

202K

20:30

USD - Building Permits

-

1.47M

1.47M

20:30

USD - Philly Fed Manufacturing Index

-

-660.0%

-1050.0%

23:00

USD - EIA Crude Oil Stock Change 

-

-

1.338M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788