| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0995 | -0.11% |
GBPUSD | 1.2833 | -0.11% |
AUDUSD | 0.6717 | 0.09% |
NZDUSD | 0.6212 | 0.10% |
USDJPY | 142.29 | 0.30% |
USDCHF | 0.8717 | 0.11% |
USDCAD | 1.3189 | 0.16% |
GOLDUD | 1964.70 | -0.23% |
COFU | 81.73 | 0.09% |
USD/IDR | 15105 | 0.07% |
Selasa, 1 Agustus 2023 – Pergerakan harga minyak mentah mengalami kenaikan pada pagi ini ke level $81.73 per barel didukung oleh tanda-tanda pengetatan pasokan global dan meningkatnya permintaan sepanjang sisa tahun ini.
Arab Saudi diperkirakan akan memperpanjang pengurangan produksi minyak sukarela sebesar 1 juta barel per hari (bpd) untuk satu bulan lagi hingga termasuk September. Perlu diingat bahwa pada sebelumnya, Arab Saudi berjanji untuk memangkas produksi sebesar 1 juta barel per hari pada Juli sebagai bagian dari kesepakatan OPEC+ pada Juni yang membatasi pasokan hingga 2024. Produksi Saudi turun 860.000 barel per hari (bpd) pada Juli, sementara total produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak lebih rendah 840.000 bpd menjadi 27,34 juta bph. Selain itu, dalam berita yang beredar terdapat penurunan besar yang terjadi di Nigeria di mana Shell menangguhkan pemuatan minyak mentah Forcados karena potensi kebocoran di terminal ekspor. Output Libya beringsut lebih rendah karena penghentian singkat di beberapa lapangan karena protes.
Dari segi permintaan, China sebagai salah satu konsumen terbesar minyak mentah mencatatkan aktivitas bisnis melambat, Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok mengungkapkan pada hari Senin bahwa Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur meningkat menjadi 49,3 pada bulan Juli, meningkat dari 49,0 pada bulan Juni dan perkiraan pasar sebesar 49,2. Namun, angka tersebut tercatat di bawah 50 selama empat bulan berturut-turut, menunjukkan zona kontraksi. Sementara itu, NBS Services PMI turun dari 53,2 di bulan Juni menjadi 51,5 di bulan Juli. Data yang mengecewakan memicu kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82.43 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79.20 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:45 | USD - S&P Global Manufacturing PMI Final | - | 49 | 46.3 | |||||
21:00 | USD - ISM Manufacturing PMI | - | 46.8 | 46 | |||||
21:00 | USD - Construction Spending MoM | - | 0.6% | 0.9% | |||||