Home
>
News
>
Publication
>
Peristiwa di Laut Merah dan Selat Hormuz Memicu Kenaikan Harga Minyak Dunia
Peristiwa di Laut Merah dan Selat Hormuz Memicu Kenaikan Harga Minyak Dunia
Friday, 12 January 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0972

0.09%

GBPUSD

1.2756

0.20%

AUDUSD

0.6683

0.36%

NZDUSD

0.6228

0.35%

USDJPY

145.28

-0.03%

USDCHF

0.8518

-0.04%

USDCAD

1.3392

-0.15%

GOLDUD

2028.09

0.27%

COFU

72.02

0.34%

USD/IDR

15550

0.08%

Fokus Crude Oil:

  • Penurunan aktivitas pelayaran di Terusan Suez
  • Pembajakan tanker minyak Amerika

***************************************************************

Jumat, 12 Januari 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau naik ke level $72. Hal ini disebabkan karena ketegangan di Timur-Tengah yang kembali memanas. Selain itu juga kejadian pembajakan tanker minyak Amerika turut mendorong harga minyak.

Kelompok Houthi di Yaman terus menunjukkan dukungan mereka kepada Hamas dengan kembali melancarkan serangannya terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah yang diyakini membantu Israel. Serangan ini memicu penurunan signifikan dalam lalu lintas kapal melalui Terusan Suez, dengan penurunan sebesar 30% dalam periode 1-11 Januari dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Osama Rabie, Otoritas Terusan Suez. Akibat dari serangan Houthi, Amerika Serikat telah mengumumkan misi internasional baru untuk berpatroli di Laut Merah dan mencegah serangan terhadap kapal komersial. Di sisi lain, pasukan AS dan Inggris melaporkan menembak jatuh 21 drone sebagai respon dalam menjaga keamanan di Laut Merah.

Dalam insiden terpisah, Iran menyita kapal tanker minyak AS sebagai balasan atas penyitaan minyak Iran oleh AS tahun lalu. Kapal tersebut, yang membawa 145.000 metrik ton minyak dari Irak menuju Turki melalui Terusan Suez, dilaporkan dibajak di Teluk Oman. Pembajakan ini terjadi di tengah ketegangan di Laut Merah yang meningkat akibat serangan Houthi. Meskipun Houthi menargetkan kapal dagang di Laut Merah, pembajakan terjadi di perairan antara Iran dan Oman, dekat Selat Hormuz. Kejadian ini menciptakan ketegangan tambahan di kawasan Timur-Tengah..

Turut mendorong harga minyak, dalam laporan Wood MacKenzie pertumbuhan permintaan minyak diperkirakan naik hampir 2 juta barel per hari dibandingkan tahun 2023 hal ini diperkuat dengan China diprediksi menyumbang sekitar 25% dari pertumbuhan permintaan minyak dunia.

Disisi lain, serangan militan di Laut Merah menyebabkan penurunan perdagangan global sebesar 1,3% pada akhir tahun 2023. Walaupun harga minyak naik sebagai dampaknya, data AS menunjukkan inflasi konsumen yang lebih tinggi dari perkiraan, mencapai 3,4% secara tahunan. Kenaikan inflasi yang dapat menghambat rencana penurunan suku bunga yang telah diantisipasi oleh Federal Reserve.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:30

CNY - Producer Price Index (YoY)(Dec) 

-2.7%

-0.71%

-0.03

1:30

CNY - Consumer Price Index (YoY)(Dec) 

-0.3%

0.75%

-0.5%

2:30

CNY - Trade Balance CNY(Dec) 

540.9B

-

490.82B

13:30

US - Producer Price Index ex Food & Energy (YoY)(Dec)

-

1.9%

2%

13:30

US - Producer Price Index ex Food & Energy (MoM)(Dec) 

-

0.2%

0%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788