| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1580 | 0.49% |
GBPUSD | 1.3341 | 0.50% |
AUDUSD | 0.6671 | 0.36% |
NZDUSD | 0.5739 | 0.58% |
USDJPY | 157.75 | -0.21% |
USDCHF | 0.8002 | -0.29% |
USDCAD | 1.3908 | -0.13% |
GOLDUD | 4,649.78 | 0.89% |
COFU | 58.94 | 0.63% |
USD/IDR | 16,875 | 0.03% |
Senin, 19 Januari 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa di Iran yang terus berlanjut dan memicu kekhawatiran akan mendorong eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah yang dapat mengganggu pasokan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Minggu mengisyaratkan kemungkinan untuk melanjutkan eksekusi terhadap orang-orang yang ditahan selama kerusuhan, dan sekaligus memperingatkan AS bahwa serangan apa pun akan memicu tanggapan keras dari Teheran.
Masih dari Timur Tengah, pejabat Suriah pada hari Minggu mengumumkan telah berhasil merebut Omar, ladang minyak terbesar Suriah, yang dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi. Berita tersebut sekaligus meredupkan upaya mediasi gencatan senjata yang ditengahi oleh AS.
Sementara itu, eskalasi tensi terbaru antara AS dan Uni Eropa terkait Greenland mengarah pada potensi perang dagang antara kedua ekonomi utama dunia tersebut. Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu mengancam akan mengenakan tarif impor tambahan sebesar 10% mulai 1 Februari terhadap barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, yang akan naik menjadi 25% pada 1 Juni jika mereka masih menolak AS untuk membeli Greenland. Negara-negara Uni Eropa pada hari Minggu mengecam ancaman tarif tersebut, dan Prancis mengusulkan untuk menanggapi dengan tindakan balasan ekonomi.
Turut membebani harga, pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat ke level terendah dalam tiga tahun pada kuartal keempat karena melemahnya permintaan domestik. Data terbaru yang dirilis Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Senin menunjukkan ekonomi China tumbuh 4,5% pada kuartal keempat dibanding tahun sebelumnya, dan melambat dari 4,8% pada kuartal ketiga.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:15 | USA - ADP Employment Change Weekly |
|
| 11.75K |