Pembukaan | % Perubahan | |
|---|---|---|
EURUSD | 1.20890 | -0.11% |
GBPUSD | 1.39140 | -0.25% |
AUDUSD | 0.77620 | -0.31% |
NZDUSD | 0.72050 | -0.14% |
USDJPY | 108.730 | 0.14% |
USDCHF | 0.91320 | 0.21% |
USDCAD | 1.24000 | 0.09% |
GOLDUD | 1776.410 | -0.35% |
COFR | 912819.200 | -0.49% |
Rabu, 28 April 2021 - Harga minyak pada perdagangan pagi ini terpantau bergerak bearish di kisaran harga IDR 907,000 - 914,000 per barel, dibebani oleh sentimen dari peningkatan stok minyak mentah AS perkembangan kasus Covid-19 di India yang semakin mengkhawatirkan.
Pasokan minyak mentah AS dalam sepekan melonjak naik sebesar 4.32 juta barel, ungkap laporan terbaru dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 23 April. Untuk angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan stok akan mengalami kenaikan sebesar 659,000 barel. Selain data stok, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah AS.
Turut membebani pasar minyak, India kembali mencatatkan rekor kenaikan kasus baru Covid-19 lebih dari 300,000 dan 2,771 angka kematian baru pada hari Selasa (27/4). WHO menyebutkan lonjakan di negara importir minyak mentah terbesar ketiga dunia tersebut dipicu oleh pertemuan massal, rendahnya tingkat vaksinasi, dan varian baru virus corona yang ganas. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan potensi penguncian baru yang akan berdampak pada permintaan bahan bakar.
Sementara itu, OPEC dan sekutunya memutuskan untuk membatalkan rencana pertemuan tingkat menteri yang dijadwalkan akan berlangsung pada hari Rabu (24/4), ungkap delegasi di Komite Pemantauan Kementerian Bersama (JMMC) dalam pertemuan mereka pada hari Selasa. Komite memutuskan untuk tetap berpegang pada kebijakan yang disepakati pada pertemuan OPEC+ 1 April sebelumnya yaitu meningkatkan produksi mulai 1 Mei nanti, kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa OPEC+ meyakini dampak dari lonjakan Covid-19 di India tidak akan bertahan lama terhadap permintaan bahan bakar.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 930,000 - 950,000 per barel serta kisaran Support di IDR 880,000 - 860,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
|---|---|---|---|---|
| | | | |
| | | | |
| | | | |