| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1793 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3498 | -0.10% |
AUDUSD | 0.7067 | -0.40% |
NZDUSD | 0.5975 | -0.30% |
USDJPY | 154.61 | 0.28% |
USDCHF | 0.7713 | 0.21% |
USDCAD | 1.3688 | 0.09% |
GOLDUD | 4960.64 | 0.57% |
USD/IDR | 16,879 | 0.00% |
Fokus AUD/USD
Kamis, 19 Februari 2026 – Dolar Australia dibuka di 0.7067 dan melemah -0.40%. AUD/USD saat ini bergerak dengan nada hati-hati di tengah kombinasi data domestik Australia yang campuran dan penguatan dolar AS menjelang rilis risalah FOMC serta data inflasi utama AS. Laporan ketenagakerjaan Australia menunjukkan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%, lebih baik dari ekspektasi 4,2%, namun pertambahan lapangan kerja melambat menjadi 17,8 ribu dari bulan sebelumnya yang jauh lebih tinggi. Walaupun angka tersebut sedikit di bawah perkiraan, stabilitas tingkat pengangguran dan peningkatan pekerjaan penuh waktu memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja belum melemah secara signifikan. Di saat yang sama, Wage Price Index yang naik 0,8% memperlihatkan tekanan upah masih bertahan, memperkuat pandangan bahwa inflasi domestik belum sepenuhnya jinak. Kombinasi ini menjaga spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia masih memiliki ruang untuk mempertahankan bias pengetatan apabila inflasi kembali menunjukkan persistensi.
Risalah rapat RBA terbaru juga menegaskan nada hawkish, dengan penekanan bahwa permintaan domestik tumbuh lebih cepat dari perkiraan dan tekanan kapasitas ekonomi masih tinggi. Bank sentral bahkan telah merevisi proyeksi pertumbuhan dan inflasi ke atas, membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan jika data mendukung. Namun demikian, indikator Leading Index Westpac-Melbourne menunjukkan perlambatan momentum ekonomi, mencerminkan melemahnya sentimen konsumen dan sektor perumahan meskipun harga komoditas tetap mendukung. Artinya, RBA berada dalam posisi yang tidak sederhana, inflasi dan upah masih relatif kuat, tetapi pertumbuhan mulai menunjukkan tanda-tanda kehilangan tenaga. Dilema ini membuat pasar lebih selektif dalam menilai prospek dolar Australia.
Di sisi eksternal, dolar AS mendapatkan dukungan dari risalah FOMC yang menunjukkan perbedaan pandangan internal mengenai waktu dan kebutuhan pemangkasan suku bunga. Beberapa pejabat membuka kemungkinan pelonggaran jika inflasi terus turun, namun sebagian lain menegaskan risiko pemangkasan terlalu dini. Ditambah lagi, data tenaga kerja AS yang kuat serta ketidakpastian geopolitik global menjaga daya tarik dolar sebagai aset aman. Meski pasar masih memperkirakan pemangkasan suku bunga AS pada tahun depan, sikap hati-hati The Fed membatasi ruang penguatan AUD/USD. Dengan demikian, pasangan ini bergerak dalam keseimbangan yang rapuh: dukungan dari bias hawkish RBA di satu sisi dan tekanan dari ketahanan dolar AS di sisi lain, sehingga arah selanjutnya akan sangat bergantung pada data inflasi AS dan perkembangan ekonomi Australia dalam beberapa pekan mendatang.
Harga pada pasangan mata uang AUD/USD turun. Support terdekatnya di area 0.7030 dan resistance terdekatnya di zona 0.7095. Support lanjutan di zona 0.6995 dan dilanjutkan ke zona 0.6950. Resistance lanjutan di zona 0.7120 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.7160.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1793 dan melemah -0.11%. EUR/USD kembali berada dalam tekanan dan mencatat pelemahan bertahap setelah kombinasi faktor fundamental dari Eropa dan Amerika Serikat memperkuat posisi dolar AS. Sentimen terhadap euro memburuk menyusul laporan media yang menyebutkan bahwa Presiden European Central Bank, Christine Lagarde, mempertimbangkan untuk mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir pada 2027. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, isu ini cukup mengguncang pasar karena menimbulkan ketidakpastian terhadap kesinambungan kebijakan moneter ECB di tengah proses pemulihan ekonomi Zona Euro yang masih rapuh. Ketidakpastian kepemimpinan bank sentral di kawasan dengan pertumbuhan yang moderat jelas mengurangi minat investor terhadap mata uang tunggal tersebut. Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat justru menunjukkan ketahanan yang solid. Produksi industri, perumahan, serta sebagian komponen pesanan barang tahan lama mencatat hasil lebih baik dari perkiraan, sementara risalah FOMC memperlihatkan bahwa mayoritas pejabat Federal Reserve masih berhati-hati terhadap inflasi dan bahkan membuka ruang kemungkinan kenaikan suku bunga jika tekanan harga kembali meningkat. Walaupun inflasi tahunan AS mulai melandai dan pasar masih memperkirakan pemangkasan suku bunga pada paruh kedua tahun ini, stabilitas pasar tenaga kerja dan sikap hati-hati The Fed membuat dolar tetap atraktif. Kombinasi ketidakpastian di Eropa dan fundamental AS yang relatif kuat membuat EUR/USD cenderung melemah dalam jangka pendek dengan bias defensif selama tidak ada katalis positif dari kawasan Euro. Tekanan masih terbatas dalam fase konsolidasi, dengan support terdekat di 1.1760 dan resistance di 1.1835.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3498 dan turun -0.10%. GBP/USD juga mengalami pelemahan signifikan setelah rangkaian data Inggris menunjukkan perlambatan ekonomi yang lebih nyata dari perkiraan. Laporan ketenagakerjaan terbaru memperlihatkan kenaikan tingkat pengangguran ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sementara pertumbuhan upah sektor swasta turun ke titik terendah dalam lima tahun. Kondisi ini sangat penting karena upah merupakan salah satu indikator utama yang selama ini menjadi perhatian Bank of England dalam menilai risiko inflasi domestik. Ketika tekanan upah mulai mereda, ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga menjadi semakin terbuka. Data inflasi Inggris yang juga melambat, baik dari sisi CPI maupun PPI, semakin memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England akan segera memulai siklus pelonggaran kebijakan, dengan pasar hampir sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Di tengah meningkatnya probabilitas pemangkasan suku bunga, pound kehilangan daya tarik relatifnya terhadap dolar AS yang masih didukung data ekonomi solid dan sikap hati-hati Federal Reserve. Perbedaan prospek kebijakan moneter antara Inggris yang cenderung lebih cepat melonggarkan dan AS yang masih menahan diri menjadi faktor utama yang menekan GBP/USD, dan selama dinamika ini bertahan, tekanan pelemahan pada pasangan ini berpotensi berlanjut. Pergerakan cenderung terkoreksi ringan, dengan support di 1.3460 dan resistance terdekat di 1.3540.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5975 dan turun -0.30%. NZD/USD turut berada dalam tekanan setelah Reserve Bank of New Zealand memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25% dengan nada kebijakan yang relatif dovish. Meskipun inflasi Selandia Baru masih berada di atas titik tengah target bank sentral, laju kenaikan harga tidak menunjukkan akselerasi yang mengkhawatirkan. Bank sentral menegaskan bahwa kebijakan saat ini tetap akomodatif dan memperkirakan inflasi akan kembali ke target secara bertahap dalam satu tahun ke depan. Proyeksi kenaikan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan lebih cepat kini digeser lebih jauh ke 2026, memicu aksi jual pada dolar Selandia Baru. Walaupun Gubernur baru RBNZ menyatakan bahwa pengetatan bisa dilakukan lebih awal jika tekanan harga kembali meningkat atau pemulihan ekonomi jauh lebih kuat dari ekspektasi, pasar tetap menilai arah kebijakan jangka pendek cenderung netral hingga dovish. Di sisi eksternal, penguatan dolar AS akibat risalah FOMC yang kurang dovish serta meningkatnya ketegangan geopolitik global turut membatasi ruang apresiasi NZD. Sebagai mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko, NZD cenderung tertekan ketika dolar AS mendapatkan dukungan sebagai aset safe haven. Dengan kombinasi faktor domestik yang hati-hati dan eksternal yang mendukung dolar, NZD/USD menunjukkan bias pelemahan dalam jangka pendek. Pergerakan masih berada dalam tekanan moderat, dengan support di 0.5940 dan resistance terdekat di 0.6015.
USDJPY – Yen dibuka di 154.61 dan menguat 0.28%. USD/JPY kembali menguat seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS yang didukung data ekonomi Amerika Serikat yang tetap solid. Laporan tenaga kerja terbaru menunjukkan pasar kerja masih tangguh, sementara inflasi meskipun melandai tetap berada di atas target jangka panjang Federal Reserve. Risalah FOMC terakhir memperlihatkan bahwa sebagian besar pejabat masih berhati-hati terhadap risiko inflasi yang persisten dan tidak menutup kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama jika diperlukan. Sikap ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan memperlebar kembali selisih imbal hasil antara AS dan Jepang, yang menjadi faktor utama penguatan pasangan ini. Di sisi lain, meskipun ada ekspektasi bahwa Bank of Japan akan melanjutkan normalisasi kebijakan dalam jangka menengah, laju pengetatan di Jepang masih sangat gradual dan suku bunga tetap jauh lebih rendah dibandingkan AS. Inflasi Jepang juga belum menunjukkan tekanan yang cukup kuat untuk memaksa pengetatan agresif. Dalam konteks tersebut, yen kembali berada dalam tekanan karena investor lebih memilih aset berimbal hasil lebih tinggi. Selama Federal Reserve mempertahankan pendekatan hawkish dan tidak ada percepatan signifikan dalam kebijakan BoJ, USD/JPY cenderung mempertahankan bias penguatan. Penguatan dolar terhadap yen masih berlanjut secara bertahap, dengan support terdekat di 154.10 dan resistance di 155.20.
USDCHF – Pasangan mata uang Swiss dibuka di 0.7713 dan naik 0.21%. USD/CHF juga menunjukkan penguatan moderat, mencerminkan dominasi dolar AS di tengah lingkungan global yang masih dipenuhi ketidakpastian. Data ekonomi AS yang stabil, khususnya dari sektor tenaga kerja dan aktivitas manufaktur, mendorong investor mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Risalah FOMC menegaskan bahwa meskipun beberapa pejabat terbuka terhadap pelonggaran di masa depan, kebijakan saat ini akan tetap bergantung pada data dan risiko inflasi masih menjadi perhatian utama. Hal ini menjaga dolar tetap kuat terhadap sebagian besar mata uang utama, termasuk franc Swiss. Sementara itu, inflasi Swiss yang berada di kisaran bawah target Swiss National Bank menimbulkan spekulasi bahwa kebijakan moneter di Swiss akan tetap sangat akomodatif dalam waktu lama. Dengan tekanan harga yang relatif jinak dan pertumbuhan yang moderat, SNB tidak memiliki urgensi untuk mengetatkan kebijakan secara agresif. Dalam situasi di mana dolar AS menawarkan imbal hasil lebih tinggi dan sentimen global belum sepenuhnya stabil, arus modal cenderung berpihak pada dolar. Kombinasi faktor ini membuat USD/CHF mempertahankan kecenderungan menguat dalam jangka pendek hingga menengah. Rebound moderat masih bertahan, dengan support di 0.7680 dan resistance terdekat di 0.7750.
USDCAD – Mata uang ini dibuka di 1.3688 dan menguat 0.09%. USD/CAD bergerak menguat, didorong oleh kombinasi penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan oleh Bank of Canada. Data inflasi Kanada terbaru menunjukkan perlambatan ke 2,3% secara tahunan, lebih rendah dari bulan sebelumnya dan di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga mulai mereda dan membuka ruang bagi Bank of Canada untuk kembali memangkas suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang melambat. Prospek pelonggaran tersebut mengurangi daya tarik dolar Kanada di mata investor global. Walaupun harga minyak mentah sempat mengalami rebound akibat ketegangan geopolitik, dukungan tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar di Kanada. Di sisi lain, dolar AS tetap memperoleh sokongan dari data ekonomi yang relatif kuat dan sikap hati-hati The Fed terhadap inflasi. Selama selisih kebijakan antara Federal Reserve dan Bank of Canada kembali melebar, USD/CAD berpotensi melanjutkan penguatan secara bertahap, terutama jika data ekonomi Kanada berikutnya menunjukkan perlambatan lebih lanjut. Pergerakan cenderung stabil dengan bias naik tipis, dengan support terdekat di 1.3655 dan resistance di 1.3730.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:00am | USD | FOMC Member Bowman Speaks | - | - | - |
2:00am | USD | FOMC Meeting Minutes | - | - | - |
2:10am | NZD | RBNZ Gov Breman Speaks | - | - | - |
4:00am | USD | TIC Long-Term Purchases | 28.0B | 128.6B | 206.6B |
4:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
6:50am | JPY | Core Machinery Orders m/m | 19.1% | 5.1% | -11.0% |
All Day | CNY | Bank Holiday | - | - | - |
7:30am | AUD | Employment Change | 17.8K | 20.0K | 68.5K |
7:30am | AUD | Unemployment Rate | 4.1% | 4.2% | 4.1% |
4:00pm | EUR | Current Account | - | 9.8B | 8.6B |
4:00pm | EUR | ECB Economic Bulletin | - | - | - |
Tentative | EUR | Spanish 10-y Bond Auction | - | - | 3.22|2.4 |
6:00pm | EUR | German Buba Monthly Report | - | - | - |
6:00pm | GBP | CBI Industrial Order Expectations | - | -28 | -30 |
8:20pm | USD | FOMC Member Bostic Speaks | - | - | - |
8:30pm | CAD | NHPI m/m | - | 0.1% | -0.2% |
8:30pm | CAD | Trade Balance | - | -2.1B | -2.2B |
8:30pm | USD | Unemployment Claims |
| 223K | 227K |
8:30pm | USD | Philly Fed Manufacturing Index | - | 7.5 | 12.6 |
8:30pm | USD | FOMC Member Bowman Speaks | - | - | - |
8:30pm | USD | Goods Trade Balance | - | -86.0B | -86.9B |
8:30pm | USD | Prelim Wholesale Inventories m/m | - | 0.2% | 0.2% |
8:30pm | USD | Trade Balance | - | -55.5B | -56.8B |
9:00pm | USD | FOMC Member Kashkari Speaks | - | - | - |
10:00pm | EUR | Consumer Confidence | - | -12 | -12 |
10:00pm | USD | Pending Home Sales m/m | - | 1.4% | -9.3% |
10:00pm | USD | CB Leading Index m/m | - | -0.2% | -0.3% |
10:30pm | USD | FOMC Member Goolsbee Speaks | - | - | - |
10:30pm | USD | Natural Gas Storage | - | - | - |