| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1808 | 0.21% |
GBPUSD | 1.3586 | 0.25% |
AUDUSD | 0.7005 | 0.46% |
NZDUSD | 0.6007 | 0.43% |
USDJPY | 157.22 | -0.64% |
USDCHF | 0.7753 | -0.12% |
USDCAD | 1.3673 | -0.17% |
GOLDUD | 4989.93 | 1.16% |
USD/IDR | 16,821 | 0.36% |
Fokus USD/JPY:
Senin, 09 Februari 2026 – Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 157.22 dan turun -0.64%. Pergerakan USD/JPY belakangan ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap dinamika kebijakan dan komunikasi otoritas Jepang, di tengah posisi dolar AS yang masih relatif kuat secara global. Pernyataan Kepala Sekretaris Kabinet Jepang yang menyoroti kekhawatiran terhadap pergerakan nilai tukar yang cepat dan satu arah menegaskan bahwa volatilitas yen telah menjadi perhatian serius pemerintah. Sikap otoritas yang menyatakan akan terus memantau pasar dengan tingkat urgensi tinggi, tanpa mengomentari level tertentu, mengindikasikan pendekatan kehati-hatian yang bertujuan menjaga stabilitas, sekaligus memberikan sinyal kepada pelaku pasar agar tidak berspekulasi secara berlebihan.
Dari sisi domestik, yen berada di bawah tekanan seiring hasil pemilu yang memberikan mandat kuat kepada pemerintahan baru untuk mendorong stimulus fiskal. Ekspektasi peningkatan belanja negara dan potensi pelebaran defisit fiskal memunculkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan pembiayaan dan stabilitas fiskal Jepang dalam jangka menengah. Kondisi ini mengurangi daya tarik yen, terutama ketika dikombinasikan dengan data ekonomi domestik yang menunjukkan lemahnya konsumsi rumah tangga, sehingga menurunkan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Namun demikian, ruang pelemahan yen dinilai tidak sepenuhnya terbuka tanpa batas. Otoritas Jepang secara konsisten menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing, termasuk melalui komunikasi aktif dengan mitra internasional. Di sisi global, arah USD/JPY juga tetap dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi Amerika Serikat dan persepsi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed. Dengan kombinasi faktor domestik Jepang, sikap kebijakan global, serta meningkatnya kewaspadaan otoritas, pergerakan USD/JPY ke depan diperkirakan akan tetap sensitif terhadap sentimen dan cenderung berfluktuasi dalam kerangka kehati-hatian pasar.
Koreksi masih berlangsung, dengan support terdekat di 156.60 dan resistance di 157.80.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1808 dan menguat 0.21%. Pergerakan EUR/USD dalam sepekan terakhir cenderung melemah dan bergerak terbatas, seiring meredanya daya tarik euro di tengah kombinasi sentimen global yang fluktuatif dan sikap kebijakan Bank Sentral Eropa yang relatif stabil. Keputusan ECB untuk mempertahankan suku bunga tanpa memberikan sinyal kebijakan baru membuat pelaku pasar kembali menjadikan sentimen global sebagai penggerak utama. Di saat yang sama, data ekonomi kawasan euro terutama dari Jerman menunjukkan perlambatan aktivitas industri, yang memperkuat pandangan bahwa pemulihan ekonomi Eropa masih rapuh. Dari sisi eksternal, dolar AS tetap mendapat dukungan meskipun data tenaga kerja AS menunjukkan tanda perlambatan. Pasar menilai bahwa pelemahan data tersebut belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi kebijakan The Fed secara drastis dalam waktu dekat. Alhasil, EUR/USD cenderung bergerak melemah secara gradual, dengan pelaku pasar memilih bersikap menunggu hingga rilis data utama AS berikutnya memberikan arah yang lebih jelas terhadap kebijakan moneter global. Penguatan masih terjaga dalam rentang terbatas, dengan support terdekat di 1.1775 dan resistance di 1.1845.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3586 dan naik 0.25%. Poundsterling berada dalam tekanan terhadap dolar AS setelah Bank of England menyampaikan sikap yang semakin berhati-hati terhadap prospek ekonomi Inggris. Meski suku bunga ditahan, nada pernyataan otoritas moneter dinilai membuka ruang pelonggaran kebijakan ke depan apabila inflasi terus melandai. Hal ini membuat investor menurunkan ekspektasi terhadap daya tahan ekonomi Inggris, terutama di tengah lemahnya momentum pertumbuhan dan ketidakpastian politik domestik. Di sisi lain, dolar AS tetap relatif solid karena masih dipandang sebagai aset defensif di tengah volatilitas global. Kombinasi antara sikap dovish Bank of England dan daya tarik dolar AS membuat GBP/USD sulit mempertahankan penguatan. Ke depan, pergerakan pasangan ini akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi Inggris serta sejauh mana The Fed memberikan sinyal perubahan kebijakan yang lebih tegas. Pergerakan cenderung positif moderat, dengan support di 1.3545 dan resistance terdekat di 1.3625.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7005 dan menguat 0.46%. Nilai tukar dolar Australia mengalami tekanan meskipun Bank Sentral Australia mempertahankan nada kebijakan yang relatif ketat. Pasar menilai bahwa sikap hawkish RBA belum sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan eksternal, khususnya dari penguatan dolar AS dan fluktuasi sentimen risiko global. Selain itu, data konsumsi domestik Australia yang mulai melambat turut menimbulkan kekhawatiran mengenai daya beli dan ketahanan permintaan domestik. Dari sisi global, ketergantungan Australia terhadap dinamika ekonomi China dan pergerakan harga komoditas membuat AUD lebih sensitif terhadap perubahan sentimen internasional. Ketika investor cenderung berhati-hati dan mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, AUD/USD cenderung melemah. Kondisi ini membuat pergerakan dolar Australia ke depan masih rawan tekanan, meskipun ditopang kebijakan moneter domestik yang relatif ketat. Momentum penguatan masih terlihat, dengan support terdekat di 0.6975 dan resistance di 0.7040.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.6007 dan naik 0.43%. Dolar Selandia Baru berada dalam tren pelemahan seiring memburuknya indikator pasar tenaga kerja domestik. Kenaikan tingkat pengangguran telah mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Bank Sentral Selandia Baru, dari sebelumnya berpotensi ketat menjadi lebih akomodatif. Pergeseran ekspektasi ini membuat minat investor terhadap NZD menurun, terutama dalam konteks perbandingan dengan dolar AS. Di sisi lain, meskipun data tenaga kerja AS juga menunjukkan pelemahan, dolar AS tetap mendapat dukungan dari statusnya sebagai mata uang utama dan relatif aman. Ketidakseimbangan antara prospek ekonomi Selandia Baru yang melemah dan posisi dolar AS yang masih dominan membuat NZD/USD cenderung bergerak turun. Dalam jangka menengah, arah pasangan ini akan sangat bergantung pada kebijakan RBNZ serta stabilitas sentimen global. Pergerakan masih berada dalam fase penguatan bertahap, dengan support di 0.5975 dan resistance terdekat di 0.6045.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7753 dan melemah -0.12%. USD/CHF bergerak menguat seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian global. Meski franc Swiss dikenal sebagai aset lindung nilai, daya tarik dolar AS tetap lebih dominan karena didukung oleh ukuran ekonomi AS dan perannya sebagai mata uang cadangan utama dunia. Selain itu, kebijakan moneter Swiss yang sangat akomodatif membuat imbal hasil franc relatif kurang menarik bagi investor. Di tengah kekhawatiran geopolitik dan volatilitas pasar global, investor cenderung menempatkan dana pada aset yang dianggap paling likuid dan stabil, yang saat ini masih mengarah ke dolar AS. Selama Swiss National Bank mempertahankan kebijakan longgar dan inflasi domestik tetap rendah, USD/CHF berpotensi bertahan dalam tren penguatan secara bertahap. Tekanan jual masih terbatas, dengan support di 0.7725 dan resistance di 0.7785.
USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3673 dan turun -0.17%. Penguatan USD/CAD terutama didorong oleh melemahnya dolar Kanada akibat tekanan dari harga minyak yang menurun. Sebagai negara eksportir energi, Kanada sangat bergantung pada pergerakan harga minyak mentah, sehingga penurunan harga minyak langsung membatasi potensi penguatan dolar Kanada. Selain itu, minimnya rilis data ekonomi domestik membuat CAD kehilangan katalis positif jangka pendek. Di sisi lain, dolar AS tetap memperoleh dukungan dari sentimen kehati-hatian global dan persepsi bahwa kebijakan moneter AS akan tetap relatif ketat lebih lama dibanding negara lain. Meskipun terdapat tanda perlambatan ekonomi AS, pasar menilai bahwa The Fed masih berada dalam posisi yang lebih kuat dibanding Bank of Canada. Kondisi ini membuat USD/CAD cenderung bertahan di level tinggi dan relatif stabil dalam tren menguat. Pergerakan cenderung melemah terbatas, dengan support terdekat di 1.3640 dan resistance di 1.3710.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:30am | JPY | Average Cash Earnings y/y | 2.4% | 3.0% | 1.7% |
6:50am | JPY | Bank Lending y/y | 4.5% | 4.5% | 4.3% |
6:50am | JPY | Current Account | 2.70T | 2.95T | 3.14T |
7:30am | AUD | Household Spending m/m | -0.4% | 0.2% | 1.0% |
12:00pm | JPY | Economy Watchers Sentiment | - | 49.1 | 48.6 |
3:00pm | CHF | SECO Consumer Climate | - | -30 | -31 |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 8.3% | 8.5% |
Tentative | CNY | New Loans | - | - | 910B |
4:30pm | EUR | Sentix Investor Confidence | - | -0.2 | -1.8 |
11:00pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |