Home
>
News
>
Publication
>
Performa USD/JPY Stabil di Level Tinggi, Tekanan pada Yen Berlanjut
Performa USD/JPY Stabil di Level Tinggi, Tekanan pada Yen Berlanjut
Thursday, 08 January 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1678

-0.05%

GBPUSD

1.3461

-0.07%

AUDUSD

0.6725

-0.15%

NZDUSD

0.5776

-0.19%

USDJPY

156.64

0.19%

USDCHF

0.7965

0.18%

USDCAD

1.3851

0.11%

GOLDUD

4461.95

-0.48%

USD/IDR

16,780

0.00%

Fokus USD/JPY:

  1. DXY mengalami kenaikan ke zona 98.77
  2. Perbedaan arah kebijakan Bank Sentral

Kamis, 08 Januari 2025 – Yen Jepang melemah terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 156.64 dan naik 0.19%. USD/JPY tetap bertahan di level tinggi di kisaran pertengahan 150 seiring penguatan Dolar AS yang kembali didukung oleh meredanya permintaan aset safe haven. Ketegangan geopolitik terkait Venezuela sempat memicu sikap defensif pasar, namun dampaknya cepat mereda sehingga perhatian investor kembali tertuju pada kekuatan fundamental ekonomi Amerika Serikat. Data aktivitas sektor jasa AS yang mencetak level tertinggi dalam 14 bulan memperkuat pandangan bahwa perlambatan ekonomi AS berlangsung secara terkendali, bukan menuju kontraksi tajam. Kondisi ini menjaga kepercayaan pasar terhadap Dolar AS dan membuat Yen Jepang kehilangan daya tarik perlindungannya dalam jangka pendek.

Dari sisi kebijakan moneter, perbedaan arah antara bank sentral masih menjadi faktor utama penopang USD/JPY. Meski pasar memperkirakan Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada 2026, ekspektasi tersebut bersifat sangat bertahap dan bergantung pada data. Indikator pasar tenaga kerja AS yang mulai melunak belum cukup kuat untuk mendorong perubahan kebijakan secara agresif. Dengan imbal hasil aset dolar yang masih relatif menarik, arus modal global cenderung bertahan di AS. Menjelang rilis data ketenagakerjaan penting seperti Jobless Claims dan Nonfarm Payrolls, pelaku pasar memilih bersikap hati hati, sebuah kondisi yang secara historis lebih menguntungkan Dolar AS dibanding Yen Jepang.

Sementara itu, dari Jepang, dukungan terhadap Yen masih terbatas meskipun Bank of Japan terus menegaskan komitmennya pada normalisasi kebijakan. Pernyataan Gubernur Kazuo Ueda yang membuka ruang kenaikan suku bunga lanjutan mencerminkan perubahan besar dari era kebijakan ultra longgar, namun proses ini berjalan perlahan dan belum mampu menutup kesenjangan kebijakan dengan Amerika Serikat. Yen juga semakin kehilangan peran tradisionalnya sebagai aset aman karena pelemahan nilai tukar justru berpotensi mengimpor inflasi. Selama arah kebijakan BoJ belum menghasilkan kenaikan imbal hasil yang signifikan, pergerakan USD/JPY cenderung tetap bertahan di level tinggi meskipun dengan ruang kenaikan yang semakin terbatas.

Pergerakan cenderung stabil, dengan support di 156.20 dan resistance di 157.10.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1678 dan melemah -0.05%. Euro berada dalam tekanan terhadap Dolar AS seiring pasar merespons data ekonomi Amerika Serikat yang relatif solid, khususnya dari sektor jasa. Kenaikan ISM Services PMI yang jauh melampaui ekspektasi menegaskan bahwa aktivitas ekonomi AS masih bertahan dengan baik di akhir tahun, meskipun sektor manufaktur menunjukkan pelemahan. Kondisi ini membuat pelaku pasar menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif oleh Federal Reserve, sehingga menopang Dolar AS dan menekan EUR/USD. Dari sisi Eropa, tekanan terhadap euro diperkuat oleh data inflasi yang semakin mendekati target ECB. Inflasi Zona Euro yang stabil di sekitar 2% mengurangi urgensi kebijakan moneter ketat lanjutan, sementara sinyal perlambatan dari data PMI dan ritel Jerman memperlemah sentimen terhadap prospek pertumbuhan. Kombinasi kebijakan moneter ECB yang cenderung netral dan ketahanan ekonomi AS membuat EUR/USD bergerak melemah secara fundamental. Pergerakan masih terbatas dengan tekanan jual ringan, support terdekat berada di 1.1650 dan resistance di 1.1710.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3461 dan turun -0.07%. Poundsterling melemah terhadap Dolar AS akibat dominasi sentimen global yang kembali menguntungkan greenback. Data jasa AS yang kuat, meskipun diimbangi pelemahan bertahap di pasar tenaga kerja, tetap cukup untuk menjaga daya tarik dolar di tengah ketidakpastian global. Minimnya rilis data penting dari Inggris membuat GBP/USD sangat bergantung pada dinamika dolar dan sentimen risiko global. Di sisi domestik Inggris, Bank of England memang belum sepenuhnya dovish, namun pasar melihat suku bunga Inggris sudah mendekati titik netral. Hal ini membatasi potensi penguatan pound, terutama ketika investor global lebih memilih mata uang safe haven seperti USD. Selama pasar masih memusatkan perhatian pada arah kebijakan The Fed dan ketidakpastian geopolitik, GBP/USD cenderung bergerak melemah secara fundamental. Sentimen cenderung hati-hati, dengan support terdekat di 1.3435 dan resistance di 1.3495.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6725 dan melemah -0.15%. Dolar Australia melemah terhadap Dolar AS seiring meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap prospek ekonomi global dan ketergantungan Australia pada China. Data perdagangan dan inflasi Australia menunjukkan perlambatan yang membuat arah kebijakan Reserve Bank of Australia tetap tidak pasti. Meskipun inflasi masih di atas target, penurunannya mengurangi tekanan bagi RBA untuk tetap agresif, sehingga mengurangi daya tarik AUD. Selain itu, kekhawatiran atas perlambatan ekonomi China—mitra dagang utama Australia—membebani sentimen terhadap aset berisiko, termasuk AUD. Ketika Dolar AS didukung oleh ketahanan ekonomi domestik dan statusnya sebagai mata uang aman, AUD/USD kehilangan momentum dan bergerak melemah secara fundamental. Tekanan jual masih terlihat, dengan support di 0.6695 dan resistance terdekat di 0.6755.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5776 dan turun -0.19%. Dolar Selandia Baru bergerak melemah terhadap Dolar AS seiring investor menunggu kejelasan arah ekonomi China dan kebijakan global. Ketergantungan tinggi Selandia Baru terhadap ekspor komoditas membuat NZD sensitif terhadap prospek permintaan eksternal, khususnya dari Asia. Data AS yang relatif stabil membatasi ruang pelemahan USD, sehingga menekan NZD/USD. Di sisi kebijakan, Reserve Bank of New Zealand cenderung berhati-hati dan tidak memberikan sinyal hawkish baru. Hal ini membuat NZD kurang kompetitif dibandingkan dolar, terutama ketika pasar global berada dalam mode defensif. Selama ketidakpastian global dan kekuatan relatif ekonomi AS berlanjut, NZD/USD cenderung tetap berada di bawah tekanan. Pelemahan berlangsung moderat, dengan support terdekat di 0.5745 dan resistance di 0.5805.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7965 dan menguat 0.18%. USD/CHF bergerak menguat seiring melemahnya daya tarik Franc Swiss di tengah ekspektasi inflasi Swiss yang sangat rendah. Risiko kembalinya kebijakan suku bunga negatif oleh Swiss National Bank menjadi faktor struktural yang membatasi penguatan CHF. Dalam kondisi ini, Dolar AS tetap lebih menarik meskipun The Fed bersikap hati-hati. Selain itu, meskipun ketegangan geopolitik global biasanya mendukung CHF sebagai safe haven, ketahanan ekonomi AS dan perbedaan prospek kebijakan moneter membuat USD tetap unggul. Selama pasar menilai bahwa suku bunga AS masih relatif menarik dibanding Swiss, USD/CHF berpotensi mempertahankan tren penguatan berbasis fundamental. Penguatan masih terbatas, dengan support terdekat di 0.7940 dan resistance di 0.7995.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3851 dan menguat 0.11%. USD/CAD menguat didorong oleh tekanan terhadap Dolar Kanada yang berasal dari faktor eksternal, khususnya pasar energi. Kekhawatiran akan bertambahnya pasokan minyak global—terkait rencana distribusi minyak Venezuela—melemahkan CAD sebagai mata uang berbasis komoditas. Meskipun data domestik Kanada menunjukkan perbaikan aktivitas bisnis, sentimen pasar tetap fokus pada risiko oversupply minyak. Di sisi lain, Dolar AS tetap mendapat dukungan dari data ekonomi yang cukup solid dan posisi defensif investor menjelang rilis data tenaga kerja utama. Selisih persepsi risiko antara AS dan Kanada membuat arus modal cenderung berpihak pada USD, sehingga mendorong penguatan USD/CAD secara fundamental. Bias cenderung positif terbatas, dengan support di 1.3820 dan resistance di 1.3885.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:10am

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

6:30am

JPY

Average Cash Earnings y/y

0.50%

2.30%

2.50%

7:30am

AUD

Goods Trade Balance

2.94B

5.14B

4.35B

10:35am

JPY

30-y Bond Auction

-

-

3.43|4.0

12:00pm

JPY

Consumer Confidence

-

37.8

37.5

2:00pm

EUR

German Factory Orders m/m

-

-0.90%

1.50%

2:00pm

GBP

Halifax HPI m/m

-

0.10%

0.00%

2:30pm

CHF

CPI m/m

-

0.00%

-0.20%

2:45pm

EUR

French Trade Balance

-

-4.3B

-3.9B

3:30pm

CHF

Summary of Monetary Policy Discussions

-

-

-

4:00pm

EUR

Italian Monthly Unemployment Rate

-

6.00%

6.00%

5:00pm

EUR

PPI m/m

-

0.40%

0.10%

5:00pm

EUR

Unemployment Rate

-

6.40%

6.40%

Tentative

EUR

French 10-y Bond Auction

-

-

3.38|2.3

7:30pm

USD

Challenger Job Cuts y/y

-

-

23.50%

8:30pm

CAD

Trade Balance

-

-1.4B

0.2B

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

213K

199K

8:30pm

USD

Prelim Nonfarm Productivity q/q

-

4.90%

3.30%

8:30pm

USD

Prelim Unit Labor Costs q/q

-

0.00%

1.00%

8:30pm

USD

Trade Balance

-

-58.1B

-52.8B

10:00pm

USD

Final Wholesale Inventories m/m

-

0.20%

0.50%

10:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

-109B

-38B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788