Home
>
News
>
Publication
>
Performa NZD/USD Melemah, Mengabaikan Data GDP Positif, Saat Pasar Fokus Risiko Global
Performa NZD/USD Melemah, Mengabaikan Data GDP Positif, Saat Pasar Fokus Risiko Global
Thursday, 18 December 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1745

-0.09%

GBPUSD

1.3378

-0.13%

AUDUSD

0.6613

-0.29%

NZDUSD

0.5776

-0.28%

USDJPY

155.42

0.23%

USDCHF

0.7940

0.19%

USDCAD

1.3778

0.08%

GOLDUD

4338.89

0.10%

USD/IDR

16,693

0.00%

Fokus NZD/USD:

  1. Tumbunya data PDB Selandia Baru
  2. Kehati-hatian RBNZ membebani NZD/USD

Kamis, 18 Desember 2025 – Kiwi dibuka di 0.5776 dan turun -0.28%. NZD/USD tetap berada di bawah tekanan meskipun data domestik Selandia Baru menunjukkan kejutan positif dari sisi pertumbuhan. Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga yang tumbuh 1,1% QoQ berbalik tajam dari kontraksi kuartal sebelumnya seharusnya menjadi katalis penguatan Kiwi. Namun, pasar justru mengabaikan data tersebut, mencerminkan bahwa sentimen terhadap NZD saat ini lebih ditentukan oleh arah kebijakan moneter dan faktor global dibandingkan satu rilis data ekonomi. Investor menilai pemulihan pertumbuhan tersebut belum cukup kuat atau berkelanjutan untuk mengubah pandangan jangka menengah terhadap prospek ekonomi Selandia Baru, terutama setelah periode perlambatan yang cukup dalam sebelumnya.

Faktor utama yang terus membebani NZD adalah sikap Reserve Bank of New Zealand yang masih sangat akomodatif. Setelah memangkas suku bunga total 325 basis poin sejak tahun lalu hingga OCR berada di 2,25%, RBNZ secara eksplisit menyampaikan bahwa skenario dasarnya adalah suku bunga akan bertahan hingga 2026. Meskipun sebagian pelaku pasar mulai berspekulasi adanya peluang kenaikan suku bunga lebih cepat pada paruh kedua tahun depan, narasi kebijakan resmi tetap dovish. Ketidakselarasan antara harapan pasar dan panduan bank sentral ini menciptakan ketidakpastian, sekaligus membuat investor enggan menambah eksposur NZD secara agresif. Selama RBNZ belum memberikan sinyal tegas bahwa fase pelonggaran telah benar-benar berakhir, penguatan Kiwi cenderung terbatas.

Dari sisi eksternal, pergerakan NZD/USD juga dipengaruhi oleh dinamika dolar AS yang masih sensitif terhadap data inflasi dan arah kebijakan Federal Reserve. Laporan ketenagakerjaan AS terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja yang melambat namun belum runtuh, sehingga menjaga ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed tetap hidup untuk 2026. Prospek pelonggaran kebijakan Fed ini berpotensi menjadi faktor penahan penguatan dolar dalam jangka menengah, yang secara teori dapat memberi ruang napas bagi NZD. Namun dalam jangka pendek, kehati-hatian menjelang rilis data inflasi AS membuat pasar cenderung defensif, menjaga tekanan pada NZD/USD. Dengan kombinasi kebijakan RBNZ yang masih dovish dan ketidakpastian global yang tinggi, pasangan ini tetap rentan dan memerlukan katalis yang lebih kuat untuk keluar dari fase pelemahan saat ini.

Support terdekat berada di 0.5745, dengan resistance di 0.5810.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1745 dan melemah -0.09%. EUR/USD berada di bawah tekanan seiring meningkatnya keraguan pasar terhadap prospek kebijakan moneter European Central Bank dalam jangka menengah. Walaupun ECB secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga dalam pertemuan terdekat, fokus investor kini bergeser pada pesan kebijakan dan proyeksi ekonomi terbaru. Perlambatan inflasi yang semakin nyata di kawasan euro, dikombinasikan dengan pertumbuhan ekonomi yang belum menunjukkan pemulihan yang solid, membuat pasar mulai mempertanyakan seberapa lama ECB mampu mempertahankan sikap kebijakan yang ketat. Perdebatan internal di Dewan Gubernur justru mempertegas ketidakpastian, karena sebagian pembuat kebijakan mulai membuka ruang bagi pelonggaran lebih awal jika tekanan harga terus mereda. Di sisi lain, dolar AS mendapatkan dukungan relatif dari persepsi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk bersikap lebih sabar dibandingkan bank sentral lainnya. Meskipun data ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda pendinginan, khususnya di pasar tenaga kerja dan aktivitas bisnis, perlambatan tersebut belum cukup tajam untuk memicu perubahan kebijakan yang agresif. Pasar menilai bahwa The Fed cenderung mempertahankan pendekatan wait-and-see, sehingga setiap pelemahan dolar bersifat terbatas. Ketika ketidakpastian ECB bertemu dengan stabilitas kebijakan The Fed, keseimbangan fundamental kembali condong ke dolar, membuat EUR/USD lebih rentan terhadap tekanan lanjutan, terutama jika komunikasi ECB mengecewakan ekspektasi pasar. Support terdekat berada di 1.1720, sementara resistance berada di 1.1780.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3378 dan turun -0.13%. GBP/USD melemah signifikan di tengah perubahan cepat ekspektasi kebijakan Bank of England, menyusul serangkaian data ekonomi Inggris yang menunjukkan pelonggaran tekanan inflasi. Penurunan inflasi headline dan inti, disertai sinyal melemahnya pasar tenaga kerja, memperkuat keyakinan bahwa BoE akan lebih agresif dalam melonggarkan kebijakan moneter ke depan. Narasi lama bahwa inflasi Inggris akan bertahan lebih tinggi dari negara maju lainnya kini mulai terkikis, sehingga daya tarik Pound sebagai mata uang ber-yield tinggi ikut menurun. Tekanan terhadap Sterling semakin diperburuk oleh perbandingan langsung dengan dolar AS, yang meskipun juga menghadapi perlambatan ekonomi, dinilai berada pada posisi yang lebih kuat secara struktural. Ketika pasar mulai merepricing jalur suku bunga BoE ke arah yang lebih dovish, arus modal cenderung berpindah ke aset berbasis dolar yang menawarkan stabilitas kebijakan relatif lebih tinggi. Dalam konteks ini, GBP/USD kesulitan membangun momentum pemulihan dan tetap berada dalam tekanan fundamental, dengan risiko pelemahan lanjutan jika data Inggris terus mengecewakan. Support terdekat berada di 1.3345, dengan resistance di 1.3415.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6613 dan melemah -0.29%. AUD/USD bergerak melemah di tengah memburuknya sentimen global terhadap mata uang berbasis komoditas. Walaupun Reserve Bank of Australia masih mempertahankan nada hawkish karena inflasi domestik yang belum sepenuhnya jinak, faktor eksternal menjadi penggerak utama pelemahan Aussie. Perlambatan ekonomi China, khususnya pada sektor properti dan konsumsi, kembali membebani prospek ekspor Australia dan menekan ekspektasi pertumbuhan jangka menengah. Selain itu, meningkatnya kehati-hatian investor global mendorong penguatan dolar AS sebagai aset likuid utama, sehingga mempersempit ruang penguatan AUD. Pasar menilai bahwa sikap hawkish RBA belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan eksternal dan penguatan dolar secara luas. Selama ketidakpastian ekonomi China berlanjut dan selera risiko global tetap rapuh, AUD/USD cenderung berada dalam fase koreksi, dengan setiap upaya pemulihan berpotensi terbatas. Support terdekat berada di 0.6585, sedangkan resistance berada di 0.6650.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 155.42 dan menguat terhadap dolar AS sebesar 0.23%. USD/JPY kembali menguat seiring melemahnya Yen Jepang di tengah proses normalisasi kebijakan Bank of Japan yang berjalan sangat bertahap. Meskipun BoJ telah mengakhiri kebijakan suku bunga negatif, pasar menilai bahwa langkah selanjutnya akan dilakukan dengan sangat hati-hati, sehingga kesenjangan suku bunga dengan AS masih tetap lebar. Kondisi ini terus mengurangi daya tarik Yen, terutama ketika dolar AS tetap didukung oleh ekspektasi kebijakan Fed yang relatif stabil. Selain faktor kebijakan, Yen juga kehilangan sebagian perannya sebagai safe haven karena pasar global belum menunjukkan tekanan risiko yang ekstrem. Selama volatilitas global tetap terkendali dan The Fed tidak memberikan sinyal dovish yang kuat, arus modal cenderung mengalir keluar dari Yen menuju dolar. Dalam konteks ini, USD/JPY mencerminkan ketidakseimbangan fundamental yang masih berpihak pada penguatan dolar terhadap mata uang Jepang. Support terdekat berada di 155.00, sementara resistance berada di 155.85.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7940 dan menguat 0.19%. USD/CHF bergerak naik seiring melemahnya Franc Swiss setelah Swiss National Bank menegaskan kebijakan moneter yang sangat akomodatif. Dengan inflasi Swiss yang rendah dan prospek pertumbuhan yang terbatas, SNB tidak memiliki urgensi untuk memperketat kebijakan, sehingga daya tarik CHF dari sisi imbal hasil semakin berkurang. Sikap ini membuat Franc lebih rentan terhadap tekanan ketika dolar AS menguat secara global. Meskipun CHF tetap memiliki status safe haven, peran tersebut mulai memudar ketika risiko global tidak meningkat tajam. Dalam lingkungan pasar yang relatif stabil, perbedaan kebijakan moneter kembali menjadi faktor dominan, dan saat ini lebih menguntungkan dolar AS. Oleh karena itu, USD/CHF mempertahankan bias penguatan selama SNB tetap ultra-dovish dan permintaan safe haven tidak meningkat signifikan. Support terdekat berada di 0.7915, sedangkan resistance berada di 0.7970.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3778 dan menguat 0.08%. USD/CAD menguat di tengah terbatasnya dukungan fundamental bagi dolar Kanada. Bank of Canada menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini sudah berada pada level yang memadai, sementara inflasi domestik menunjukkan stabilitas tanpa tekanan kenaikan signifikan. Sikap ini mengurangi spekulasi pengetatan lanjutan dan membuat CAD kehilangan katalis positif dalam jangka pendek. Di sisi eksternal, meskipun harga minyak relatif stabil, dampaknya terhadap CAD tidak cukup kuat untuk menahan tekanan dari penguatan dolar AS secara luas. Ketika pasar global cenderung defensif dan investor mencari aset dengan likuiditas tinggi, dolar AS kembali menjadi pilihan utama. Akibatnya, USD/CAD tetap bergerak dengan bias menguat, terutama selama BoC mempertahankan sikap netral dan The Fed tidak berubah arah secara signifikan. Support terdekat berada di 1.3745, dan resistance di 1.3810.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:30am

USD

FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

4:45am

NZD

GDP q/q

1.1%

0.9%

-1.0%

7:00am

AUD

MI Inflation Expectations

4.7%

-

4.5%

9:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

2:00pm

CHF

Trade Balance

-

5.32B

4.32B

7:00pm

GBP

Monetary Policy Summary

-

-

-

7:00pm

GBP

MPC Official Bank Rate Votes

-

0-5-4

0-4-5

7:00pm

GBP

Official Bank Rate

-

3.8%

4.0%

Tentative

GBP

BOE Inflation Letter

-

-

-

7:30pm

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

8:15pm

EUR

Main Refinancing Rate

-

2.15%

2.15%

8:15pm

EUR

Monetary Policy Statement

-

-

-

8:30pm

USD

CPI y/y

-

3.1%

3.0%

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

224K

236K

8:30pm

USD

Philly Fed Manufacturing Index

-

2.5

-1.7

8:45pm

EUR

ECB Press Conference

-

-

-

10:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

-176B

-177B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788