Home
>
News
>
Publication
>
Performa Mata Uang USD/JPY Melemah di Tengah Pergeseran Sentimen Global
Performa Mata Uang USD/JPY Melemah di Tengah Pergeseran Sentimen Global
Tuesday, 06 January 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1710

0.15%

GBPUSD

1.3528

0.15%

AUDUSD

0.6703

0.22%

NZDUSD

0.5779

0.35%

USDJPY

156.79

-0.33%

USDCHF

0.7926

-0.24%

USDCAD

1.3776

-0.10%

GOLDUD

4427.63

0.74%

USD/IDR

16,743

0.00%

Fokus USD/JPY:

  1. DXY melemah 98.20
  2. Ketidakpastian Bank of Japan

Selasa, 06 Januari 2025 - Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 156.79 dan turun -0.33%. USD/JPY melemah pada perdagangan terbaru seiring berkurangnya daya tarik Dolar AS dan menguatnya faktor pendukung Yen Jepang. Pergeseran sentimen pasar terjadi setelah data ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan tanda perlambatan, khususnya di sektor manufaktur, yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga ke depan. Kondisi ini membuat investor mulai mengurangi eksposur terhadap Dolar AS, sehingga USD/JPY kehilangan momentum kenaikannya dan bergerak lebih rendah.

Dari sisi Jepang, meskipun pasar masih diliputi ketidakpastian terkait waktu kenaikan suku bunga berikutnya oleh Bank of Japan, arah kebijakan moneter tetap dipersepsikan lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Pernyataan Gubernur Kazuo Ueda yang menegaskan kesiapan bank sentral untuk terus menaikkan suku bunga apabila kondisi ekonomi dan inflasi sejalan dengan proyeksi, memberikan dasar fundamental yang lebih kuat bagi Yen. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang ke level tertinggi dalam puluhan tahun juga mempersempit selisih imbal hasil dengan Amerika Serikat, yang secara struktural mendukung penguatan Yen terhadap Dolar.

Selain faktor kebijakan, Yen juga memperoleh dukungan dari meningkatnya kewaspadaan investor terhadap risiko global dan potensi intervensi pemerintah Jepang jika pelemahan mata uang berlangsung terlalu cepat. Di tengah ketidakpastian arah kebijakan The Fed, dinamika geopolitik, serta agenda data penting AS seperti laporan ketenagakerjaan, USD/JPY menjadi lebih sensitif terhadap perubahan sentimen. Secara keseluruhan, kombinasi melemahnya Dolar AS dan meningkatnya kredibilitas pengetatan kebijakan Jepang membuat tekanan ke bawah pada USD/JPY masih dominan dalam jangka pendek.

Tekanan turun masih terlihat, dengan support di 156.30 dan resistance di 157.40.

EURUSD - Euro dibuka di 1.1710 dan menguat 0.15%. EUR/USD menunjukkan penguatan terbatas di awal pekan seiring membaiknya sentimen risiko global, meskipun pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik setelah intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela. Pelemahan data manufaktur AS yang kembali terkontraksi untuk bulan kesepuluh berturut-turut menjadi faktor utama yang menekan Dolar AS, sehingga membuka ruang pemulihan bagi Euro. Investor menilai bahwa perlambatan sektor industri AS memperkuat pandangan bahwa ekonomi Amerika tetap tumbuh, namun dalam kecepatan yang semakin moderat. Di sisi Eropa, minimnya rilis data tidak menghalangi Euro untuk bertahan, terutama karena ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mempertahankan kebijakan moneternya lebih lama dibandingkan Federal Reserve. Pasar menilai stabilitas inflasi dan ketahanan sektor jasa di kawasan Euro memberikan fondasi yang cukup solid bagi mata uang tunggal. Dengan fokus pasar beralih ke data tenaga kerja AS dan inflasi Eropa, EUR/USD tetap didukung oleh perbedaan arah kebijakan moneter yang semakin jelas antara kedua bank sentral. Penguatan masih terjaga secara terbatas, dengan support terdekat di 1.1685 dan resistance di 1.1745.

GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3528 dan naik 0.15%. GBP/USD melanjutkan tren penguatan meskipun sempat mengalami koreksi ringan akibat meningkatnya permintaan aset aman. Dolar AS sempat mendapat dukungan dari faktor geopolitik, namun daya tahannya terbatas karena investor masih meyakini Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan pelonggaran di tahun mendatang. Kondisi ini memberikan ruang bagi Poundsterling untuk mempertahankan posisinya di level tinggi, terutama setelah data manufaktur AS kembali mengecewakan. Dari sisi domestik, Sterling mendapat dukungan dari meningkatnya tekanan inflasi Inggris yang mendorong pasar untuk mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Bank of England. Perbedaan sikap kebijakan antara BoE yang cenderung berhati-hati dan Fed yang masih berorientasi pada pelonggaran menjadi faktor struktural yang menopang GBP/USD. Dengan fokus pasar tertuju pada data ketenagakerjaan AS, pergerakan Pound tetap relatif stabil di tengah volatilitas global. Sentimen cenderung positif, dengan support di 1.3495 dan resistance terdekat di 1.3570.

AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.6703 dan menguat 0.22%. AUD/USD mencatat penguatan seiring melemahnya Dolar AS dan membaiknya selera risiko global, meskipun pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik. Pelemahan data manufaktur Amerika Serikat serta meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve di tahun mendatang membuat Greenback kehilangan daya tariknya. Kondisi ini membuka ruang bagi mata uang berimbal hasil relatif lebih tinggi seperti Dolar Australia untuk menguat, terutama ketika pasar mulai mengurangi posisi defensif. Dari sisi domestik, Dolar Australia mendapat dukungan kuat dari meningkatnya ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia belum sepenuhnya selesai dengan siklus kebijakan ketatnya. Inflasi yang masih berada di atas target serta pernyataan pejabat RBA yang menegaskan kesiapan untuk kembali mengetatkan kebijakan jika tekanan harga bertahan, memperkuat persepsi bahwa suku bunga Australia akan tetap tinggi lebih lama. Selain itu, stabilnya data ekonomi Tiongkok—sebagai mitra dagang utama Australia—turut menopang sentimen positif terhadap AUD, sehingga AUD/USD berpotensi mempertahankan tren penguatan selama tekanan terhadap Dolar AS belum mereda. Momentum positif masih bertahan, dengan support di 0.6675 dan resistance di 0.6735.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5779 dan naik 0.35%. NZD/USD menguat secara bertahap setelah tekanan kuat pada pekan sebelumnya, didukung oleh meredanya penguatan Dolar AS dan stabilnya sentimen risiko. Meski ketegangan geopolitik sempat memicu arus aset aman, dampaknya terhadap Kiwi relatif terbatas. Investor mulai kembali memperhitungkan prospek ekonomi Selandia Baru yang dinilai cukup solid, terutama setelah data pertumbuhan ekonomi sebelumnya menunjukkan ketahanan aktivitas domestik. Selain itu, sikap Reserve Bank of New Zealand yang cenderung hawkish dibandingkan bank sentral utama lainnya turut memberikan dukungan fundamental bagi Dolar Selandia Baru. Pasar menilai bahwa RBNZ telah mendekati titik akhir pelonggaran kebijakan dan bahkan membuka ruang pengetatan di masa depan. Dengan ekspektasi tersebut, NZD/USD tetap menarik di mata investor meskipun volatilitas global masih tinggi. Penguatan terlihat cukup solid, dengan support terdekat di 0.5750 dan resistance di 0.5810.

USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.7926 dan melemah -0.24%. USD/CHF menunjukkan pelemahan moderat setelah penguatan sebelumnya, seiring berkurangnya arus masuk ke Dolar AS sebagai aset aman. Meskipun risiko geopolitik masih tinggi, pasar mulai menilai bahwa Swiss Franc kembali menarik sebagai lindung nilai, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Hal ini mengurangi dominasi Dolar terhadap mata uang safe haven lainnya. Dari sisi fundamental, stabilitas ekonomi Swiss dan ekspektasi bahwa Swiss National Bank akan tetap berhati-hati dalam kebijakan moneternya memberikan dukungan tambahan bagi Franc. Sementara itu, komentar pejabat Federal Reserve yang menegaskan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama justru menambah ketidakpastian arah kebijakan AS. Kombinasi faktor tersebut membuat USD/CHF berada dalam tekanan pelemahan secara bertahap. Bias pergerakan cenderung negatif, dengan support di 0.7900 dan resistance di 0.7960.

USDCAD - USDCAD dibuka di 1.3776 dan turun -0.10%. USD/CAD bergerak melemah seiring menguatnya Dolar Kanada yang didukung oleh stabilnya harga minyak dan berkurangnya dominasi Dolar AS. Ketegangan geopolitik di Venezuela sempat meningkatkan permintaan Dolar, namun pasar menilai dampaknya terhadap pasokan minyak global masih terbatas. Hal ini membuat sentimen terhadap mata uang berbasis komoditas seperti CAD relatif terjaga. Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve di tahun depan membatasi potensi penguatan Dolar AS terhadap CAD. Investor mulai memandang bahwa fundamental Kanada, khususnya sektor energi, mampu memberikan bantalan terhadap volatilitas global. Dengan demikian, USD/CAD cenderung bergerak melemah selama tekanan terhadap Dolar AS masih berlanjut. Pergerakan masih relatif terbatas, dengan support di 1.3750 dan resistance di 1.3810.




DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50am

JPY

Monetary Base y/y

-9.8%

-8.0%

-8.5%

10:35am

JPY

10-y Bond Auction

-

-

1.87|3.6

All Day

EUR

Italian Bank Holiday

-

-

-

All Day

EUR

German Prelim CPI m/m

-

0.3%

-0.2%

2:45pm

EUR

French Prelim CPI m/m

-

0.2%

-0.2%

3:15pm

EUR

Spanish Services PMI

-

54.8

55.6

3:45pm

EUR

Italian Services PMI

-

54.2

55

3:50pm

EUR

French Final Services PMI

-

50.3

50.2

3:55pm

EUR

German Final Services PMI

-

52.6

52.6

4:00pm

EUR

Final Services PMI

-

52.6

52.6

4:30pm

GBP

Final Services PMI

-

52.1

52.1

8:00pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

9:45pm

USD

Final Services PMI

-

52.9

52.9

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

-4.4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788