| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0846 | -0.06% |
GBPUSD | 1.2731 | -0.05% |
AUDUSD | 0.6423 | 0.37% |
NZDUSD | 0.5943 | 0.32% |
USDJPY | 145.87 | -0.18% |
USDCHF | 0.8802 | -0.07% |
USDCAD | 1.3548 | -0.10% |
GOLDUD | 1897.19 | 0.22% |
COFU | 79.64 | -0.05% |
USD/IDR | 15310 | 0.07% |
Rabu, 23 Agustus 2023 – Pergerakan harga minyak mentah mengalami penurunan pada pagi ini ke level $79.64 terbebani oleh kekhawatiran ekspektasi kenaikan suku bunga AS tetap lebih tinggi dan kemungkinan kelesuan ekonomi China membuat permintaan turun dari importir minyak mentah utama dunia.
China yang merupakan perekonomian terbesar kedua di dunia memiliki peranan dalam menopang permintaan minyak sisa tahun ini. Pertumbuhan yang lemah telah membuat pasar frustasi karena stimulus yang dijanjikan tidak memenuhi harapan, termasuk penurunan suku bunga pinjaman utama yang lebih kecil dari perkiraan pada hari Senin. People's Bank of China (PboC) memangkas Suku Bunga Pinjaman (LPR) satu tahun dari 3,55% menjadi 3,45%, di tengah perlambatan ekonomi yang sedang berlangsung. Faktanya, pejabat bank sentral dan regulator pemerintah menyarankan agar bank-bank Tiongkok perlu meningkatkan pinjaman untuk mendukung pemulihan Tiongkok.
Pasar sedang menunggu petunjuk mengenai prospek suku bunga dari para pembuat kebijakan ketika pejabat Federal Reserve dan pembuat kebijakan dari Bank Sentral Eropa, Bank of England dan Bank of Japan akan berkunjung ke Jackson Hole, Wyoming, untuk konferensi bank sentral tahunan. Pada perdagangan sebelumnya rilisnya risalah rapat FOMC 25-26 Juli mengindikasikan bahwa para pembuat kebijakan terus memprioritaskan perang melawan inflasi. Selain itu, data makro AS yang lebih kuat menunjukkan ekonomi yang sangat tangguh dan memungkinkan the Fed untuk tetap berpegang pada sikap hawkish.
Sentimen positif lainnya datang dari, Arab Saudi telah mengajukan diri untuk mengurangi produksi sebanyak 1 juta barel per hari (bph) mulai Juli hingga September, dan Rusia berencana mengurangi ekspor pada bulan Agustus sebesar 500.000 barel per hari, yang merupakan bagian dari kesepakatan di antara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, akan membatasi pasokan.
Selain itu, dalam berita yang beredar, para menteri perminyakan Irak dan Turki telah membahas pentingnya melanjutkan aliran minyak setelah menyelesaikan pemeliharaan pipa, sebuah perkembangan yang dapat meningkatkan pasokan global. Pada sebelumnya, Turki telah menghentikan ekspor Irak sebesar 450.000 barel per hari (bph) sekitar 0,5% dari pasokan global melalui pipa utara Irak-Turki pada bulan Maret setelah putusan arbitrase Kamar Dagang Internasional. Pelaku pasar menilai dimulainya kembali aliran minyak tersebut dapat menambah hampir setengah juta barel per hari pada pasokan minyak global yang sudah ketat akibat pengurangan produksi dari Arab Saudi.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77.50 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
1:30 | USD - Fed Bowman Speech | - | - | - | |||||
1:30 | USD - Fed Goolsbee Speech | - | - | - | |||||
20:45 | USD - S&P Global Composite PMI Flash | - | 52 | 52 | |||||
20:45 | USD - S&P Global Manufacturing PMI Flash | - | 49.3 | 49 | |||||
20:45 | USD - S&P Global Services PMI Flash | - | 52.2 | 52.3 | |||||
21:30 | USD - EIA Crude Oil Imports Change | - | - | -1.76M | |||||
21:30 | USD - EIA Crude Oil Stocks Change | - | -2.85M | -5.98M | |||||