Home
>
News
>
Publication
>
Penutupan Ladang Minyak di Libya Berimbas Pada Kenaikan Minyak
Penutupan Ladang Minyak di Libya Berimbas Pada Kenaikan Minyak
Wednesday, 10 January 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0929

-0.03%

GBPUSD

1.2706

-0.05%

AUDUSD

0.6683

0.24%

NZDUSD

0.6237

-0.11%

USDJPY

144.46

0.21%

USDCHF

0.8522

0.06%

USDCAD

1.3388

-0.06%

GOLDUD

2029.79

0.06%

COFU

72.24

0.19%

USD/IDR

15530

0.10%

Fokus Crude Oil:

  • Penutupan ladang minyak di Libya
  • Data minyak oleh API

***************************************************************

Rabu, 10 Januari 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau menguat ke level $72. Hal ini dipengaruhi oleh penutupan ladang minyak terbesar di Libya serta konflik Israel-Hamas yang dikhawatirkan meluas. Data stok minyak API turut mendorong harga minyak.

Kenaikan minyak terjadi setelah, penutupan ladang minyak Sharara di Libya yang mencapai 300.000 barel per hari (bpd) telah menyebabkan kenaikan harga minyak. Penutupan ladang minyak terbesar di Libya ini dilakukan untuk mendorong harga minyak melalui pengurangan produksi stok minyak. Selain itu, ketegangan geopolitik timur tengah antara Israel dan Hamas yang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2024, hal ini memunculkan kekhawatiran terhadap kemungkinan krisis regional yang meluas dan dapat mengganggu pasokan dan distribusi minyak dapat berakibat pada kenaikan harga minyak.

Dari data Amerika, dikutip dari American Petroleum Institute, penurunan stok minyak mentah sebanyak 5,215 juta barel, yang turut berkontribusi pada kenaikan harga minyak. Berkaitan dengan penurunan stok minyak, India sebagai importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, mempertimbangkan untuk menambah pasokan minyak sebanyak 1 juta barel dari Saudi Aramco. Hal ini diperkirakan turut mennjadi dorongan tambahan terhadap kenaikan harga minyak.

Sentimen negatif datang dari lalu lintas kapal tanker minyak di Laut Merah dan Teluk Aden telah dapat dilalui dengan stabil. Hal ini dibuktikan dengan data dari Layanan pelacakan Kpler menunjukkan bahwa rata-rata 236 kapal setiap hari melintasi wilayah tersebut pada bulan Desember. Jumlah tersebut di atas rata-rata yang sebelumnya sebanyak 230 kapal setiap hari pada bulan November. Sementara itu, di sisi lain, defisit perdagangan Amerika Serikat mengalami penurunan menurut data dari Biro Sensus Departemen Perdagangan, defisit perdagangan menyusut sebesar 2,0%. Jika tren ini berlanjut dapat berpotensi pada perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:30

US - API Crude Oil Stock Change 

-5.215M

-1.200

-7.418M

19:00

US - MBA Mortgage Applications

-

-

10.7%

22:30

US - EIA Gasoline Stocks Change

-

2.489M

10.9M

22:30

US - EIA Crude Oil Stock Change 

-

-0.675M

-5.503M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788