Home
>
News
>
Publication
>
Penurunan USDCAD Dipicu Data Inflasi AS dan Ekspektasi Kebijakan BoC
Penurunan USDCAD Dipicu Data Inflasi AS dan Ekspektasi Kebijakan BoC
Monday, 23 December 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0423

0.13%

GBPUSD

1.2564

0.14%

AUDUSD

0.6255

0.11%

NZDUSD

0.5652

0.07%

USDJPY

156.46

-0.09%

USDCHF

0.8917

-0.08%

USDCAD

1.4360

-0.06%

GOLDUD

2620.99

0.17%

USD/IDR

16150

-0.09%

Fokus USDCAD:

  1. Data PCE AS di bulan November
  2. Kenaikan penjualan ritel Kanada meningkat 0,6% di bulan Oktober

Senin, 23 Desember 2024 – Pergerakan pasangan mata uang USDCAD turun ke zona 1.4360 terseret oleh kinerja Dolar AS pasca rilisnya Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi AS dan ekspektasi penurunan lanjutan tingkat suku bunga oleh BoC.

Tingkat inflasi tahunan Kanada turun secara tak terduga menjadi 1,9% pada November dari 2% di bulan sebelumnya, menurut data yang dirilis pada Selasa. Penurunan ini didorong oleh biaya hipotek yang lebih rendah, meskipun indeks harga konsumen tidak berubah secara bulanan. Bank of Canada (BoC) tetap mencermati langkah-langkah inflasi inti, seperti median dan trim CPI, yang tetap tinggi di 2,6% dan 2,7%. Pelaku pasar menilai tekanan pada inflasi inti yang bertahan dapat menghambat keputusan BoC untuk melonggarkan kebijakan lebih jauh. Pada pertemuan sebelumnya, Bank sentral telah memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin pada dua pengumuman kebijakan terakhirnya untuk menjadikan pengurangan kumulatif biaya pinjaman menjadi 175 basis poin sejak bulan Juni. Selain itu, Gubernur BoC Tiff Macklem mengindikasikan pekan lalu bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut akan lebih bertahap. Data ekonomi Kanada pada hari Jumat melaporkan, data penjualan ritel Kanada menunjukkan kenaikan 0,6% di bulan Oktober, tetapi prospek untuk November kurang optimis.

Di sisi Dolar AS, data ekonomi AS pada hari jumat melaporkan bahwa Inflasi PCE inti AS dari tahun ke tahun, ukuran inflasi yang lebih disukai oleh The Fed, naik secara stabil sebesar 2,8%, lebih lambat dari estimasi 2,9%. Inflasi inti bulanan tumbuh moderat sebesar 0,1%, dibandingkan dengan estimasi 0,2% dan rilis sebelumnya sebesar 0,3%. Data inflasi AS yang lebih rendah dari prakiraan telah memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve kemungkinan mengadopsi laju pemangkasan tambahan yang lebih lambat pada tahun 2025. Selain itu, data ekonomi AS sebelumnya menunjukan Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang disetahunkan melaporkan tingkat pertumbuhan 3,1% di kuartal ketiga, melampaui ekspektasi pasar dan pembacaan sebelumnya sebesar 2,8%. Selain itu, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal turun menjadi 220.000 untuk minggu yang berakhir pada tanggal 13 Desember, turun dari 242.000 di minggu sebelumnya dan di bawah prakiraan pasar 230.000.

Harga pada pasangan mata uang ini menurun. Support terdekatnya di zona 1.4315 dan resistance terdekatnya di zona 1.4390. Support lanjutan di zona 1.4270 dan dilanjutkan ke zona 1.4210. Resistance lanjutan di zona 1.4425 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.4490.

EURUSD – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 1.0423 terdorong oleh pelemahan kinerja Dolar AS. Di sisi Euro, anggota Dewan Pemerintahan Bank Sentral Eropa (ECB) Boris Vujcic menyatakan pada hari Sabtu bahwa bank sentral berencana untuk terus menurunkan biaya pinjaman pada tahun 2025. Selain itu, persetujuan reformasi perpajakan oleh anggota parlemen Jerman memperkuat Euro, karena Jerman adalah negara dengan perekonomian terbesar di Zona Euro. Pelaku pasar menilai hal ini dapat meningkatkan pendapatan yang dapat dibelanjakan untuk rumah tangga, meningkatkan permintaan konsumen dan merangsang pertumbuhan ekonomi. Pada pertemuan sebelumnya ECB telah berada dalam mode pelonggaran, pemotongan suku bunga depositonya sebesar 25 bps, yang merupakan langkah keempat pada tahun ini dan tetap membuka pintu bagi pengurangan lebih lanjut. Support terdekatnya di zona 1.0400 dan resistance terdekatnya di zona 1.0450.

GBPUSD – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 1.2564. Pada pertemuan sebelumnya, Bank Inggris mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah pada angka 4,75% pada hari Kamis namun para pengambil kebijakan menjadi lebih terpecah mengenai apakah penurunan suku bunga diperlukan untuk mengatasi perlambatan ekonomi. Tiga anggota MPC BoE memilih untuk menurunkan suku bunga, sementara para pengambil kebijakan menurunkan proyeksi ekonomi mereka untuk kuartal keempat 2024. Pelaku pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 bps di bulan Februari. Support terdekatnya di zona 1.2500 dan resistance terdekatnya di zona 1.2590.

AUDUSD – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 0.6255. RBA, yang tidak mengubah biaya pinjaman selama lebih dari setahun sebesar 4,35% pada minggu lalu dan Gubernur Reserve Bank of Australia Michele Bullock menyoroti kekuatan pasar tenaga kerja yang terus berlanjut sebagai alasan utama mengapa RBA lebih lambat daripada negara lain untuk memulai siklus pelonggaran moneter. Di sisi lain, Kredit Sektor Swasta Australia tumbuh 0,5% bulan ke bulan di bulan November, sejalan dengan ekspektasi. Ini mengikuti kenaikan 0,6% di bulan Oktober, yang menandai pertumbuhan bulanan tercepat dalam empat bulan. Secara tahunan, Kredit Sektor Swasta naik 6,2% di bulan November, tingkat pertumbuhan tertinggi sejak Mei 2023, naik sedikit dari 6,1% di bulan Oktober. Support terdekatnya di zona 0.6190 dan resistance terdekatnya di zona 0.6280

NZDUSD – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 0.5652. Pada pertemuan sebelumnya Bank sentral telah menurunkan suku bunga sebesar 125 bps menjadi 4,25%. Reserve Bank of New Zealand selanjutnya akan bertemu pada bulan Februari dan gubernurnya mengatakan ada ruang untuk penurunan suku bunga sebesar 50 bps. Data ekonomi selandia baru sebelumnya menunjukan PDB Selandia Baru mengalami kontraksi 1,0% dari kuartal ke kuartal di Kuartal III, sedikit membaik dari revisi kontraksi 1,1% di Kuartal II tetapi lebih buruk dari penurunan 0,4% yang diantisipasi. Secara tahunan, PDB menyusut 1,5% di Kuartal III, penurunan yang lebih tajam dibandingkan dengan kontraksi 0,5% sebelumnya dan jauh di bawah penurunan 0,4% yang diprakirakan. Support terdekatnya di area 0.5590 dan resistance terdekatnya di zona 0.5660.

USDJPY – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 156.46. Disisi Jepang, Inflasi inti Jepang meningkat 2,7% pada bulan November dibandingkan tahun sebelumnya dan dibanding perkiraan pasar sebesar 2,6% karena meningkatnya biaya pangan dan bahan bakar yang berdampak pada rumah tangga, data menunjukkan pada hari Jumat, membuat bank sentral berada di bawah tekanan untuk menaikkan suku bunga. Data tersebut muncul setelah keputusan Bank of Japan untuk mempertahankan suku bunga sebesar 0,25% pada Kamis, menyoroti meningkatnya tekanan inflasi yang dapat mendorong bank untuk menaikkan biaya pinjaman lebih lanjut. Support terdekatnya di zona 157.30 dan resistance terdekatnya di zona 156.85.

USDCHF – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 0.8917 terseret oleh kinerja Dolar AS pasca rilisnya indeks PCE AS yang disetahunkan hingga bulan November, indeks harga PCE naik 2,4%, dibandingkan dengan kenaikan 2,3% pada tahun ini hingga bulan Oktober. Pada sebelumnya, The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu, dengan para pejabat mengindikasikan bahwa penurunan suku bunga akan lebih sedikit terjadi pada tahun 2025 karena inflasi tetap berada di atas kisaran yang ditargetkan meskipun ada tren penurunan baru-baru ini. Support terdekatnya di zona 0.8900 dan resistance terdekatnya di zona 0.8969

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

14:00

GBP - Final GDP q/q

-

0.1%

0.1%

14:00

GBP - BOE Quarterly Bulletin

-

-

-

20:30

CAD - GDP m/m

-

0.2%

0.1%

22:00

USD - CB Consumer Confidence

-

112.9

111.7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788