| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1736 | 0.09% |
GBPUSD | 1.3382 | 0.13% |
AUDUSD | 0.6659 | 0.23% |
NZDUSD | 0.5803 | 0.29% |
USDJPY | 155.76 | -0.21% |
USDCHF | 0.7954 | -0.23% |
USDCAD | 1.3776 | -0.12% |
GOLDUD | 4283.05 | -0.43% |
USD/IDR | 16,663 | 0.00% |
Fokus USD/CHF:
Jumat, 12 Desember 2025 - Pasangan USDCHF dibuka di 0.7954 dan turun -0.23%. USD/CHF melemah tajam dalam beberapa sesi terakhir dan jatuh menuju area 0.7985 akibat kombinasi pelemahan USD secara global serta dukungan kuat terhadap Franc setelah keputusan Swiss National Bank (SNB). SNB mempertahankan suku bunga di 0%, sejalan ekspektasi, namun keputusan ini justru memperkuat CHF karena menunjukkan bahwa bank sentral tidak melihat urgensi untuk melonggarkan kebijakan lebih jauh. Dengan inflasi Swiss yang hampir nol dan proyeksi inflasi jangka panjang yang sangat stabil bahkan hanya 0.2% pada 2025 dan 0.3% pada 2026 market memandang CHF sebagai salah satu mata uang paling stabil dan paling rendah risiko inflasi di G10. Walau ekonomi Swiss sempat berkontraksi pada kuartal III akibat turunnya ekspor farmasi, SNB menilai outlook sedikit membaik berkat menurunnya tarif AS dan membaiknya pertumbuhan global, sehingga memberikan fondasi fundamental yang solid bagi kekuatan Franc.
Di sisi lain, USD berada dalam tekanan besar setelah Federal Reserve memangkas suku bunga 25 bps dan memberikan panduan lebih dovish dari ekspektasi pasar. Meski pemangkasan tersebut sejalan proyeksi, Powell secara halus membuka ruang untuk pelonggaran lanjutan pada tahun depan, sementara data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan signifikan dengan klaim pengangguran melonjak 44.000 kenaikan terbesar dalam empat setengah tahun. Kondisi ini memperburuk persepsi pasar bahwa ekonomi AS sedang mendingin, membuat imbal hasil obligasi AS turun setelah Fed mengumumkan rencana pembelian Treasury jangka pendek tambahan senilai USD 40 miliar. Dengan berkurangnya daya tarik USD akibat normalisasi yield dan meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan, investor semakin agresif menjual USD terhadap mata uang safe haven seperti CHF.
Gabungan kontras kebijakan antara SNB yang stabil dan Fed yang melunak, inflasi Swiss yang sangat rendah, serta melemahnya data ekonomi AS menciptakan tekanan struktural yang kuat terhadap USD/CHF. Pasangan ini berada dalam tren bearish berkelanjutan karena Franc mendapatkan dukungan dari faktor domestik sekaligus global. Sementara itu, risiko tarif AS, gejolak di sektor teknologi AS, dan respons pasar internasional terhadap kebijakan bank sentral G10 yang lebih hawkish dibandingkan Fed semakin memperdalam tekanan terhadap USD. Dengan sentimen saat ini, USD/CHF tetap berpotensi melanjutkan penurunan lebih jauh, terutama jika data AS berikutnya kembali negatif atau jika SNB memberikan nada yang lebih tegas mengenai kesiapan intervensi dan pemeliharaan stabilitas nilai tukar.
Support terdekat berada di 0.7930, sedangkan resistance berada di 0.7980.
EURUSD - Euro dibuka di 1.1736 dan menguat 0.09%. EUR/USD menguat kuat setelah pasar mencerna sinyal dovish yang sangat jelas dari The Fed. Pemangkasan suku bunga terbaru ditambah data tenaga kerja AS yang melemah mulai dari kenaikan klaim pengangguran, turunnya pertumbuhan upah, hingga perlambatan sektor jasa membuat pasar semakin yakin bahwa suku bunga AS sudah benar-benar memasuki tren pemangkasan. Kondisi ini memaksa USD menghadapi tekanan jual yang dalam. Pada saat yang sama, Euro mendapatkan keuntungan dari stabilitas kebijakan ECB yang lebih hawkish secara relatif. Tidak adanya urgensi bagi ECB untuk menurunkan suku bunga memberikan perbedaan kebijakan yang sangat menguntungkan Euro. Selain itu, investor melihat bahwa risiko resesi AS kembali meningkat setelah serangkaian data manufaktur dan konsumsi menunjukkan perlambatan simultan. Ketika prospek ekonomi AS melemah, permintaan terhadap USD sebagai safe haven justru menurun karena pasar menilai bahwa potensi pemangkasan suku bunga agresif akan menurunkan imbal hasil AS dalam jangka panjang. Euro juga ikut mendapat manfaat dari meningkatnya arus modal ke Eropa, terutama setelah zona Euro menunjukkan tanda-tanda awal stabilisasi inflasi inti dan perbaikan kecil pada sektor industri Jerman. Faktor sentimen juga memainkan peran besar. Dengan pasar yang cenderung risk-on, USD kehilangan daya tarik karena tidak lagi menawarkan imbal hasil tinggi seperti beberapa bulan lalu. Sementara Euro kembali dianggap relatif defensif berkat optimisme bahwa zona Euro memasuki fase pemulihan bertahap. Kombinasi penurunan imbal hasil AS, ekspektasi kebijakan ECB yang lebih stabil, dan tekanan makro dari AS membuat EUR/USD berada dalam tren penguatan yang lebih solid dan berpotensi berlanjut dalam jangka menengah. Support terdekat berada di 1.1710, sementara resistance berada di 1.1765.
GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3382 dan naik 0.13%. GBP/USD juga mencatat penguatan signifikan karena faktor pelemahan USD yang sangat dominan. The Fed yang mengirim sinyal pelonggaran lanjutan membuat pasar melepas posisi USD secara agresif, memberikan ruang besar bagi Pound untuk menguat. Selain itu, data ekonomi Inggris yang menunjukkan ketahanan sektor jasa serta stabilnya inflasi inti membuat pelaku pasar memperkirakan bahwa BoE tidak perlu mengambil langkah dovish secepat The Fed. Perbedaan kecepatan kebijakan moneter ini menjadi sumber kekuatan utama bagi GBP. Selain dorongan dari kondisi makro Inggris, Pound juga mendapatkan dukungan dari meningkatnya arus investasi ke aset Inggris. Investor melihat Inggris memiliki potensi stabilitas inflasi yang lebih baik daripada AS dalam jangka pendek. Meskipun Inggris tetap menghadapi tantangan pertumbuhan, pasar menilai bahwa BoE tidak ingin terlalu cepat melonggarkan kebijakan karena inflasi masih sedikit di atas target. Ekspektasi kebijakan yang lebih ketat menciptakan dorongan struktural bagi GBP. Ditambah dengan membaiknya sentimen pasar global dan menurunnya permintaan terhadap USD sebagai aset defensif, GBP/USD menemukan momentum penguatan yang lebih luas. Pelaku pasar juga mengamati perkembangan sektor tenaga kerja Inggris yang mulai menunjukkan pemulihan bertahap. Kondisi ini, bila berlanjut, akan memperkecil peluang pemangkasan suku bunga agresif oleh BoE. Secara keseluruhan, kombinasi faktor eksternal (dolar melemah) dan internal (BoE lebih hati-hati) mendorong GBP/USD mempertahankan tren bullish-nya. Support terdekat berada di 1.3355, dengan resistance di 1.3410.
AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.6659 dan menguat 0.23%. AUD/USD mengalami penguatan tajam berkat kombinasi pelemahan USD dan sikap hawkish RBA yang tetap konsisten. RBA terus menegaskan bahwa inflasi Australia masih belum cukup terkendali dan tekanan harga di sektor jasa cukup kuat, sehingga mereka belum siap menurunkan suku bunga. Perbedaan kebijakan ini menjadi faktor utama mengapa AUD tetap kuat meski fundamental global mengalami gejolak. Ketika The Fed terlihat lebih dovish, AUD menikmati ruang apresiasi yang lebih besar. Selain faktor domestik, Australia juga diuntungkan oleh stabilnya permintaan komoditas global, terutama dari China yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi lewat kebijakan stimulus fiskal dan moneter. Meskipun pemulihan tersebut belum kuat, pasar tetap memandang Australia sebagai negara dengan eksposur positif terhadap rebound ekonomi Asia. Hal ini mendukung AUD secara fundamental, terutama ketika USD kehilangan katalis pendukungnya. Di saat pasar global beralih ke mode risk-on, AUD sebagai mata uang berisiko mendapatkan dorongan tambahan. Penurunan imbal hasil AS dan meningkatnya minat pada aset berisiko membuat investor melirik AUD. Ketika USD tertekan oleh pemangkasan suku bunga, AUD justru tetap kokoh karena RBA dianggap lebih lambat dalam melonggarkan kebijakan. Kombinasi faktor eksternal dan internal ini membuat AUD/USD bertahan kuat di jalur penguatan. Support terdekat berada di 0.6635, sedangkan resistance berada di 0.6685.
NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5803 dan naik 0.29%. NZD/USD menguat stabil karena Kiwi mendapatkan dorongan dari dua sisi: tekanan eksternal terhadap USD dan sikap RBNZ yang relatif hawkish. RBNZ sebelumnya mengisyaratkan bahwa inflasi masih berada pada zona risiko sehingga mereka tidak terburu-buru menurunkan suku bunga. Sikap ini membuat NZD menjadi salah satu mata uang yang paling resilien ketika USD melemah. Kiwi dianggap lebih menarik karena bank sentralnya tidak memberikan sinyal pelonggaran agresif. Fundamental ekonomi Selandia Baru juga menunjukkan perbaikan dari sisi kepercayaan bisnis dan sektor jasa. Sementara sektor properti mulai menunjukkan stabilisasi setelah penurunan panjang. Meski pertumbuhan masih lambat, pasar menilai bahwa Selandia Baru berada dalam fase pemulihan yang konsisten, dan ini menambah keyakinan investor terhadap NZD. Dalam kondisi di mana The Fed terlihat terlalu dovish, mata uang dengan kebijakan moneter yang lebih ketat menjadi pilihan investor. Perpaduan antara risk appetite global dan melemahnya USD menjadi katalis lanjutan bagi NZD/USD. Investor mulai mengalihkan posisi mereka ke aset berisiko, dan Kiwi sebagai salah satu mata uang yang sensitif terhadap sentimen global memperoleh manfaat penuh dari pergeseran tersebut. Dengan dolar AS kehilangan pesonanya sebagai aset imbal hasil tinggi, NZD mendapatkan dukungan kuat untuk mempertahankan tren penguatan. Support terdekat berada di 0.5780, dengan resistance di 0.5830.
USDJPY - Yen Jepang dibuka di 155.76 dan melemah terhadap dolar AS sebesar -0.21%. USD/JPY melemah cukup tajam akibat kombinasi unik antara USD yang tertekan dan ekspektasi kuat bahwa Bank of Japan akan mulai menaikkan suku bunga. Pasar sudah lama menunggu tanda-tanda normalisasi kebijakan BoJ, dan dalam beberapa pidato resmi, pejabat BoJ terlihat lebih terbuka terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi domestik terus meningkat. Ketika peluang kenaikan suku bunga Jepang meningkat, Yen otomatis mendapat dorongan kuat. Sementara itu, USD berada dalam tekanan besar akibat pemangkasan suku bunga The Fed yang memicu aksi jual di seluruh instrumen berbasis dolar. Ketika imbal hasil obligasi AS turun, daya tarik USD sebagai mata uang carry trade melemah drastis. Investor kini mulai membalikkan posisi mereka dari Yen ke USD, memberikan tekanan berlapis pada USD/JPY. Penurunan persepsi risiko global juga membuat Yen mendapatkan permintaan tambahan sebagai safe haven. Penguatan Yen juga diperkuat oleh meningkatnya harapan bahwa ekonomi Jepang dapat memulihkan inflasi secara lebih stabil. Beberapa indikator seperti upah dan belanja rumah tangga menunjukkan tren positif. Meskipun Jepang memiliki tantangan fiskal besar, pasar tetap melihat Yen sebagai aset yang memperoleh dorongan dari kebijakan moneter baru dan melemahnya USD. Kombinasi semua faktor ini membuat USD/JPY turun konsisten. Support terdekat berada di 155.40, sementara resistance terdekat berada di 156.10.
USDCAD - Dolar Kanada dibuka di 1.3776 dan melemah -0.12%. USD/CAD melemah stabil seiring tekanan berat yang dialami USD setelah keputusan The Fed yang lebih dovish. Dengan AS memasuki fase pemangkasan suku bunga, imbal hasil obligasi AS turun dan investor melepas USD secara luas. Di saat yang sama, CAD mendapatkan dukungan karena Bank of Canada tetap mempertahankan sikap hati-hati dan belum memberi indikasi bahwa mereka akan mengikuti langkah dovish The Fed secara agresif. Pasar melihat BoC sebagai salah satu bank sentral yang paling hawkish di antara negara maju. Selain itu, CAD mendapat dukungan struktural dari harga minyak yang relatif stabil. Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar, Kanada diuntungkan ketika harga minyak bertahan di kisaran yang sehat. Kestabilan harga komoditas energi membuat CAD tetap kuat meski ekonomi Kanada menghadapi tekanan sektor perumahan. Investor menilai bahwa CAD memiliki dukungan fundamental tambahan dari kinerja sektor energi. Dengan USD terus melemah secara global, USD/CAD berada dalam tren penurunan yang lebih konsisten. Perbedaan kebijakan moneter antara The Fed dan BoC semakin tajam, menciptakan dorongan tambahan bagi CAD. Bila momentum pelemahan USD berlanjut, USD/CAD berpotensi melanjutkan tekanan turun dalam jangka menengah. Support terdekat berada di 1.3750, dan resistance di 1.3805.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:01am | USD | 30-y Bond Auction | 4.77|2.4 | - | 4.69|2.3 |
4:30am | NZD | BusinessNZ Manufacturing Index | 51.4 | - | 51.2 |
8:15am | USD | President Trump Speaks | - | - | - |
11:30am | JPY | Revised Industrial Production m/m | - | 1.4% | 1.4% |
2:00pm | EUR | German Final CPI m/m | - | -0.2% | -0.2% |
2:00pm | GBP | GDP m/m | - | 0.1% | -0.1% |
2:00pm | GBP | Construction Output m/m | - | -0.1% | 0.2% |
2:00pm | GBP | Goods Trade Balance | - | -19.1B | -18.9B |
2:00pm | GBP | Index of Services 3m/3m | - | 0.1% | 0.2% |
2:00pm | GBP | Industrial Production m/m | - | 0.9% | -2.0% |
2:00pm | GBP | Manufacturing Production m/m | - | 1.1% | -1.7% |
2:45pm | EUR | French Final CPI m/m | - | -0.1% | -0.1% |
4:30pm | GBP | Consumer Inflation Expectations | - | - | 3.6% |
All Day | EUR | ECOFIN Meetings | - | - | - |
8:00pm | USD | FOMC Member Paulson Speaks | - | - | - |
8:30pm | CAD | Building Permits m/m | - | -1.4% | 4.5% |
8:30pm | CAD | Capacity Utilization Rate | - | 79.3% | 79.3% |
8:30pm | CAD | Wholesale Sales m/m | - | -0.1% | 0.6% |
8:30pm | USD | FOMC Member Hammack Speaks | - | - | - |
10:30pm | AUD | CB Leading Index m/m | - | - | 0.0% |
10:35pm | USD | FOMC Member Goolsbee Speaks | - | - | - |