Home
>
News
>
Publication
>
Pengumuman Rusia Bikin Pasar Ketar Ketir, Minyak Kembali Melambung
Pengumuman Rusia Bikin Pasar Ketar Ketir, Minyak Kembali Melambung
Friday, 22 September 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.06580

-0.11%

GBPUSD

1.22990

-0.16%

AUDUSD

0.64170

-0.11%

NZDUSD

0.59270

-0.05%

USDJPY

147.570

0.08%

USDCHF

0.90400

0.07%

USDCAD

1.34780

-0.07%

GOLDUD

1,919.090

0.32%

COFU

89.62

0.55%

USD/IDR

15,395

-0.16%

Fokus Crude Oil:

  • Rusia umumkan penghentian sementara ekspor bensin dan solar guna menstabilkan harga domestik.
  • Pabrik penyulingan minyak AS semakin banyak berhenti beroperasi akibat pemadaman listrik dan jadwal pemeliharaan.

***************************************************************

Jumat, 22 September 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat pasca Rusia mengumumkan akan melarang ekspor bahan bakar sementara waktu, dan penghentian operasi pabrik-pabrik penyulingan di AS. Meski demikian, sinyal ketegangan antara China dengan Taiwan, serta berakhirnya aksi pemogokan pekerja Chevron membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Rusia mengumumkan moratorium ekspor bensin dan solar, yang bertujuan untuk menstabilkan kenaikan harga domestik dan meningkatkan pasokan bahan bakar negara tersebut, kutip kantor berita negara Tass pada hari Kamis. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan mendorong harga bahan bakar di pasar global semakin tinggi karena meskipun dikatakan hanya bersifat sementara, tetapi tidak memberikan tanggal berakhirnya pembatasan tersebut.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, pabrik-pabrik penyulingan minyak di Pantai Timur dan Pantai Barat AS dilaporkan semakin banyak yang dihentikan operasinya pasca pemadaman listrik yang melonjak lebih dari 50% dalam sembilan bulan pertama tahun ini serta ditambah dengan jadwal pemeliharaan terencana yang lebih tinggi akibat pemenuhan permintaan bensin dan solar yang meningkat. Perusahaan riset energi IIR mengatakan bahwa ada 124 masalah mekanis yang tidak direncanakan yang dilaporkan di kilang-kilang AS dalam tiga kuartal pertama tahun ini, naik 53% dari 81 masalah pada periode yang sama tahun lalu. Situasi tersebut berpotensi membuat persediaan bahan bakar di AS yang sudah mengetat di pasar akan semakin tertekan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan pada hari Jumat mengatakan bahwa selama periode 24 jam sebelumnya pihaknya telah mendeteksi 24 pesawat angkatan udara China memasuki zona pertahanan udara Taiwan. Berita tersebut berpotensi memicu peningkatan tensi antara AS dan China, mengingat AS merupakan salah satu negara yang menyatakan dukungan terhadap status Taiwan sebagai negara, setara dengan China.

Sentimen negatif lainnya datang dari aksi pemogokan pekerja di dua fasilitas LNG Chevron di Australia yang resmi berakhir pada hari Jumat setelah tercapainya kesepakatan antara kedua belah pihak, ungkap juru bicara Offshore Alliance Brad Gandy dalam sebuah pernyataan. Meredanya gangguan di lokasi yang memasok sekitar 7% pasokan gas global itu membuat gejolak di pasar energi kembali tenang.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $93 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $88 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:45

USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash

 

48.0

47.9

20:45

USA - S&P Global Services PMI Flash

 

50.6

50.5

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 4050 7788