Home
>
News
>
Publication
>
Penguatan USDCAD Ditengah Kebijakan Fed dan Rencana Tarif Impor Trump
Penguatan USDCAD Ditengah Kebijakan Fed dan Rencana Tarif Impor Trump
Tuesday, 31 December 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0405

-0.05%

GBPUSD

1.2546

-0.05%

AUDUSD

0.6219

-0.14%

NZDUSD

0.5637

-0.12%

USDJPY

156.83

-0.04%

USDCHF

0.9039

-0.07%

USDCAD

1.4358

-0.03%

GOLDUD

2605.99

-0.14%

USD/IDR

16040

0.50%

Fokus USDCAD:

  1. DXY melemah ke zona 107.90
  2. Fokus selanjutnya pada data PMI Manufaktur ISM AS

Selasa, 31 Desember 2024 – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4330. Kinerja mata uang ini mengalami penurunan di tengah perdagangan yang sepi akibat minggu liburan. Fokus utama pasar minggu ini adalah rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM AS untuk bulan Desember yang dijadwalkan pada hari Jumat. Federal Reserve (Fed) baru saja menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember, dengan proyeksi terbaru menunjukkan hanya dua penurunan suku bunga pada tahun 2025, dibandingkan empat dalam proyeksi sebelumnya. Sikap hawkish ini diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi Dolar AS (USD) terhadap Dolar Kanada (CAD).

Meskipun demikian, CAD menghadapi tekanan dari kebijakan perdagangan yang mungkin diberlakukan oleh presiden terpilih Donald Trump yang akan mulai menjabat pada Januari 2025. Trump berencana memberlakukan tarif impor sebesar 25% terhadap Kanada dan Meksiko jika negara-negara tersebut tidak mengurangi arus migran dan fentanyl ke Amerika Serikat. Kekhawatiran atas potensi dampak tarif baru ini dapat menjadi hambatan bagi CAD. Namun, kenaikan harga minyak mentah global dapat membantu membatasi pelemahan CAD, mengingat peran Kanada sebagai eksportir minyak utama ke Amerika Serikat. Kenaikan harga minyak umumnya memberikan dampak positif terhadap nilai CAD.

Di sisi lain, prospek Dolar Kanada tetap lemah, terutama dengan Bank of Canada (BoC) yang terus melonggarkan kebijakan moneternya. BoC telah memangkas suku bunga acuan sebesar 175 basis poin sepanjang tahun ini, menjadi 3,75%, untuk menghindari risiko inflasi yang berada di bawah target 2%. Dengan aktivitas pasar yang terbatas selama liburan akhir tahun dan data ekonomi Kanada yang minim, pasar mengantisipasi angka PMI Manufaktur Kanada pada Kamis dan PMI Manufaktur ISM AS pada Jumat sebagai penggerak utama minggu ini.

Di sisi Dolar AS (USD) yang menghadapi tekanan karena imbal hasil obligasi AS melemah. Imbal hasil Treasury 2-tahun dan 10-tahun masing-masing berada di 4,30% dan 4,59%. Namun, ekspektasi pasar terhadap pengurangan suku bunga yang lebih terbatas oleh Federal Reserve (Fed) di 2025 memberikan dukungan bagi Greenback. Dalam rapat Desember, Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, dan proyeksi terbaru menunjukkan hanya dua pemangkasan suku bunga tahun depan. BoJ, dalam risalah rapat Oktober, mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga bertahap jika tren inflasi sesuai ekspektasi, dengan potensi mencapai 1,0% pada akhir tahun fiskal 2025. Meski demikian, kebijakan moneter Jepang tetap bergantung pada data dan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh kenaikan upah.

Harga pada pasangan mata uang USDCAD naik. Support terdekatnya di zona 1.4300 dan resistance terdekatnya di zona 1.4410. Support lanjutan di zona 1.4270 dan dilanjutkan ke zona 1.4230. Resistance lanjutan di zona 1.4460 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.4500.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0400. Kinerja mata uang Euro melemah di tengah rendahnya volume perdagangan menjelang akhir tahun. Pasar saham Jerman akan tutup pada Selasa dan Rabu untuk libur Tahun Baru. Data PMI Manufaktur HCOB Jerman yang dirilis Kamis diperkirakan tidak berdampak signifikan pada euro. Data ketenagakerjaan Jerman untuk Desember, termasuk peningkatan pengangguran menjadi 15 ribu dari 7 ribu, akan dirilis Jumat. Selain itu, angka PMI Manufaktur ISM AS untuk Desember yang dirilis Jumat diperkirakan sedikit menurun menjadi 48,3 dari 48,4. Sepanjang pekan, sejumlah pejabat Federal Reserve akan berbicara untuk memberikan klarifikasi mengenai perubahan kebijakan suku bunga pada 2024. Disisi lain, Bank Sentral Eropa (ECB) terus bersikap hati-hati menjelang 2025, mengingat ekonomi Zona Euro yang lambat serta ancaman potensial tarif perdagangan. Anggota Dewan Gubernur ECB, Robert Holzmann, dalam wawancara dengan media Austria, Kurier, menyatakan bahwa penurunan suku bunga kemungkinan belum akan terjadi dalam waktu dekat. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terkait inflasi yang dapat meningkat akibat kenaikan harga energi atau melemahnya nilai tukar euro. Sikap hati-hati ini memperkuat ketahanan euro, menjaga EURUSD tetap stabil meskipun dalam tekanan pasar. Support terdekatnya di zona 1.0360 dan resistance terdekatnya di zona 1.0450.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2550. Mata uang Inggris mengalami penurunan ditengah data ekonomi Inggris yang minim dalam beberapa hari ke depan membuat pergerakan pasangan ini lebih dipengaruhi oleh arus pasar global. Sementara itu, tekanan pada GBPUSD juga berasal dari sikap hawkish Federal Reserve (Fed), meskipun suku bunga acuan AS telah diturunkan sebesar 25 basis poin pada Desember. Proyeksi Dot Plot Fed yang menunjukkan kemungkinan dua kali pemotongan suku bunga pada 2025 memperkuat dukungan terhadap Dolar AS dan menahan kenaikan pasangan ini. Di sisi lain, Pound Sterling (GBP) menghadapi tekanan tambahan setelah Bank of England (BoE) dalam pertemuan Desember mempertahankan suku bunga di 4,75% dan menyatakan pendekatan "bertahap" untuk pemotongan suku bunga di masa mendatang. Adanya perpecahan suara di BoE, di mana tiga anggota mendukung pemotongan suku bunga lebih cepat, menambah ketidakpastian. Sementara itu, fokus pasar minggu ini akan tertuju pada data PMI Manufaktur ISM AS untuk Desember yang dirilis Jumat, diperkirakan turun tipis ke 48,3 dari 48,4, serta sejumlah pernyataan dari pejabat Fed yang diharapkan memberikan kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan moneter pada 2024. Support terdekatnya di area 1.2500 dan resistance terdekatnya di zona 1.2600.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6220. Penurunan mata uang Aussie diakibatkan karena volume perdagangan yang tipis menjelang libur Tahun Baru. Perdagangan Aussie diperkirakan akan terbatas minggu ini karena pasar Australia tutup pada paruh pertama minggu, namun data aktivitas ekonomi utama dari China dapat memicu pergerakan lanjutan. Data PMI Manufaktur dan Non manufaktur resmi dari NBS China dirilis lebih awal pada Selasa, sementara komponen PMI Manufaktur Caixin dijadwalkan pada Kamis. Meski PMI Manufaktur NBS diperkirakan stabil di 50,3, PMI Non-Manufaktur dan Caixin diperkirakan mencatat sedikit peningkatan. PMI Manufaktur resmi China untuk Desember turun menjadi 50,1 dari 50,3 pada bulan sebelumnya, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Sementara itu, PMI Non-Manufaktur NBS naik signifikan ke 52,2 dibandingkan angka November sebesar 50,0. Pergerakan pasar tetap lemah di sisi AS, dengan fokus utama minggu ini pada data PMI Manufaktur ISM AS yang akan dirilis Jumat, diperkirakan sedikit turun ke 48,3 dari 48,4. Hingga saat ini, AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,6229, naik tipis 0,14% pada hari tersebut. Support terdekatnya di zona 0.6190 dan resistance terdekatnya di zona 0.6260

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5630. Rendahnya volume perdagangan mata uang Kiwi membawa penurunan pada kinerja mata uang Kiwi. disisi lain, didukung oleh pengumuman langkah-langkah stimulus dari pemerintah China untuk mendorong konsumsi swasta. Pemerintah pusat China akan memberikan bantuan tunai kepada masyarakat yang menghadapi kesulitan biaya hidup dan manfaat tambahan bagi sebagian penganggur, menurut laporan Xinhua News Agency. Sebagai mitra dagang utama China, Dolar Selandia Baru (NZD) cenderung terpengaruh oleh data ekonomi China, termasuk data PMI Manufaktur dan Non manufaktur NBS untuk Desember yang dijadwalkan rilis Selasa. Meski demikian, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter yang lebih agresif oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dapat membatasi kenaikan NZD. Support terdekatnya di area 0.5600 dan resistance terdekatnya di zona 0.5670.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 156.40. Kinerja mata uang ini mendapatkan dukungan dari spekulasi pasar bahwa Bank of Japan (BoJ) mungkin akan menaikkan suku bunga pada Januari, setelah data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Tokyo menunjukkan kenaikan signifikan pada Desember. CPI utama Tokyo naik menjadi 3,0% YoY dari 2,6% pada November, sementara CPI yang mengecualikan makanan segar dan energi meningkat menjadi 2,4% YoY. Sementara itu, PMI Manufaktur Jibun Bank Jepang naik menjadi 49,6, menandakan perbaikan dari bulan sebelumnya, meskipun tetap di bawah level ekspansi 50. Support terdekatnya di area 155.60 dan resistance terdekatnya di zona 157.80.

UDSDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9020. Pasangan USDCHF diperdagangkan dengan sedikit mengalami penguatan ditengah suasana liburan. Aktivitas perdagangan cenderung ringan dalam minggu yang kembali dipersingkat oleh liburan, dengan fokus pasar mengarah pada rilis data PMI Manufaktur ISM AS untuk Desember yang dijadwalkan pada hari Jumat. Namun, ketidakpastian prospek ekonomi global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan permintaan aset safe-haven seperti CHF. Operasi militer baru yang dilakukan Israel di wilayah Beit Hanoun, seperti yang diumumkan pada Sabtu, memicu kekhawatiran pasar, terutama setelah serangan roket kembali terjadi pada Minggu. Ketegangan ini dapat memberikan dukungan bagi CHF sebagai mata uang yang dianggap aman di tengah meningkatnya risiko global. Support terdekatnya di area 0.8990 dan resistance terdekatnya di zona 0.9070.

 



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

All Day

JPY

Bank Holiday

-

-

-

8:30am

CNY

Manufacturing PMI

50.1

50.3

50.3

8:30am

CNY

Non-Manufacturing PMI

52.2

50.2

50.0

All Day

EUR

German Bank Holiday

-

-

-

9:00pm

USD

S&P/CS Composite-20 HPI y/y

-

4.1%

4.6%

9:00pm

USD

HPI m/m

-

0.5%

0.7%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788