Home
>
News
>
Publication
>
Penguatan Imbal Hasil Treasury AS Tekuk Pergerakan Harga Emas
Penguatan Imbal Hasil Treasury AS Tekuk Pergerakan Harga Emas
Thursday, 30 May 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0801

-0.03%

GBPUSD

1.2699

-0.02%

AUDUSD

0.6609

-0.06%

NZDUSD

0.6113

-0.08%

USDJPY

157.62

-0.14%

USDCHF

0.9130

0.08%

USDCAD

1.3716

0.01%

GOLDUD

2339.22

-0.15%

USD/IDR

16210

0.15%

Fokus Emas :

  1. Optimisme Pasar Menejelang Rilis PDB Q1 AS
  2. Konflik Geopolitik dan Demand Emas

Kamis, 30 Mei 2024 – Harga emas bergerak negatif, beralih ke zona $2333. Penurunan harga emas didorong oleh penekanan The Fed akan kebijakan mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Saat ini pelaku pasar terus memantau pergerakan pasar dan fokus beralih pada data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti Amerika Serikat (AS) untuk bulan April yang akan rilis pada pekan ini. Perkiraan pertumbuhan data inflasi juga diperkirakan dapat mendorong kemungkinan suku bunga tetap berada di level yang lebih tinggi, dimana skema tersebut menjadi pertanda buruk bagi emas karena meningkatkan opportunity cost bagi pemegang asset tanpa imbal hasil seperti emas.

Imbal hasil AS saat ini naik enam basis poin dan berada di level 4,616%. Sementara itu, komentar hawkish Presiden Fed Minnesota Neel Kashkari menjadi sinyal tak sedap bagi komoditas emas. Dia mengatakan bahwa para pejabat The Fed tidak mengabaikan kenaikan suku bunga dan menambahkan bahwa jika mereka memangkas biaya pinjaman, kenaikan tersebut akan meningkat dua kali lipat pada akhir tahun 2024.

Menurut Dewan Konferensi AS (CB), kepercayaan konsumen pada bulan Mei membaik, namun masyarakat Amerika mulai khawatir mengenai kemungkinan resesi yang bisa saja terjadi. Para pelaku pasar akan menantikan data PCE bulan April yang diperkirakan naik 0,3% MoM, beriringan dengan data klaim pengangguran awal untuk akhir Mei dan Neraca Perdagangan Barang yang menjadi sorotan.

Pada minggu ini, pelaku pasar pun akan memantau estimasi kedua Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk Q1 2024 yang dijadwalkan rilis pada minggu ini. Jika perekonomian AS menunjukkan angka yang lebih kuat dari perkiraan, hal ini mungkin akan semakin mengangkat USD dan membebani harga emas .

Sementara itu, ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah mungkin akan meningkatkan permintaan akan aset safe-haven seperti emas. Selain itu, meningkatnya permintaan dari bank sentral mungkin membatasi penurunan logam kuning dalam waktu dekat. Segi permintaan emas masih berada di level yang cukup baik dengan dana yang transaksikan di Bursa emas global yang didukung secara fisik mengalami arus keluar bersih sebesar 11,3 metrik ton pada minggu lalu, menurut Dewan Emas Dunia.

Menilai dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level $2362. Nmaun, apabila menemui katalis negatif, maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level $2302. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

0:45

US - FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

1:00

US - Beige Book

-

-

-

6:00

US - FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

19:30

US - Prelim GDP q/q

-

1.2%

1.60%

19:30

US - Unemployment Claims

-

218K

215K

19:30

US - Prelim GDP Price Index q/q

-

3.1%

3.1%

19:30

US - Goods Trade Balance

-

-91.1B

-91.8B

19:30

US - Prelim Wholesale Inventories m/m

-

0.0%

-0.4%

21:30

US - Pending Home Sales m/m

-

-1.1%

3.4%

23:05

US - FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788