Kamis, 29 Januari 2026 - Pergerakan harga Crude Palm Oil (CPO) dan Tandan Buah Segar (TBS) sawit periode 28 Januari 2026 menunjukkan tren positif yang memberi angin segar bagi petani, pengusaha pabrik minyak sawit, dan pemangku kepentingan industri sawit nasional. Informasi valid dari berbagai sumber industri dan dinas pertanian provinsi menunjukkan bahwa kenaikan harga ini dimungkinkan oleh lonjakan permintaan domestik maupun global, serta penyesuaian pasar yang semakin dinamis menjelang Februari 2026.
Dalam penetapan harga TBS kelapa sawit periode 28 Januari – 3 Februari 2026, berbagai daerah mencatat tren kenaikan, seperti Di Provinsi Riau: Harga TBS sawit mitra swadaya mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp3.544,28 per kg, naik sekitar 1,63 % dibanding periode sebelumnya. Kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok umur tanaman 9 tahun. Untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat: Harga TBS periode 22–31 Januari 2026 naik menjadi Rp3.610,99 per kg untuk kelompok umur 10–20 tahun, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya yang tercatat sekitar Rp3.591,57 per kg.
Lonjakan harga TBS ini mencerminkan posisi tawar yang lebih kuat bagi petani sawit dalam menghadapi dinamika pasar, sekaligus mencerminkan kenaikan permintaan terhadap buah sawit segar di sejumlah wilayah utama produksi.
Salah satu faktor pendorong utama kenaikan TBS adalah pergerakan harga CPO di pasar domestik. Data harga CPO di pasar lokal pada akhir Januari mencatat harga sekitar Rp15.108 per kg pada 27 Januari 2026, mencatat penguatan sekitar 1,06 % dibandingkan pekan sebelumnya.
Penguatan harga CPO ini memberikan sinyal positif terhadap daya serap pasar internasional dan domestik. Harga CPO yang kuat membantu produsen dan petani meningkatkan margin pendapatan mereka melalui penyesuaian harga TBS yang lebih adil sesuai dengan rendemen dan harga jual di pabrik kelapa sawit.
Perubahan harga ini tidak terjadi secara kebetulan; ada beberapa faktor pendorong utama:
Melihat tren positif pada 28 Januari 2026, prediksi untuk tanggal 29 Januari 2026 juga menunjukkan arah yang optimis:
Secara keseluruhan, pasar sawit Indonesia terlihat berada dalam fase yang mendukung kesejahteraan petani dan pelaku industri, sembari menunggu data lanjutan pada awal Februari. Dukungan harga yang kuat juga berpotensi mendorong investasi dan pengembangan industri sawit berkelanjutan dari hulu ke hilir
Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen
Disclaimer On:
Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.