| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1173 | 0.20% |
GBPUSD | 1.3248 | 0.03% |
AUDUSD | 0.6418 | 0.14% |
NZDUSD | 0.5885 | 0.20% |
USDJPY | 146.74 | -0.45% |
USDCHF | 0.8414 | -0.18% |
USDCAD | 1.3981 | -0.15% |
GOLDUD | 3181.1 | -0.03% |
USD/IDR | 16563 | -0.11% |
Fokus AUDUSD:
Kamis, 15 Mei 2025 - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6440. Penguatan pasangan mata uang Dolar Australia didorong oleh meningkatnya sentimen risiko global menyusul meredanya ketegangan dagang antara AS dan China, serta data ketenagakerjaan Australia yang jauh melampaui ekspektasi. Data terbaru dari Australian Bureau of Statistics menunjukkan pertambahan tenaga kerja sebanyak 89.000 pada April, jauh di atas proyeksi 20.000, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%. Kombinasi data ketenagakerjaan dan pertumbuhan upah yang solid menambah optimisme terhadap pemulihan ekonomi Australia, meskipun ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh RBA tetap bertahan.
Sementara itu, Dolar AS berada di bawah tekanan setelah laporan inflasi konsumen AS (CPI) bulan April menunjukkan kenaikan 2,3% YoY di bawah ekspektasi pasar 2,4% yang menjadi level terendah sejak awal 2021. Hal ini memicu kembali spekulasi pasar bahwa The Fed mungkin akan mulai menurunkan suku bunga paling cepat September. Probabilitas pemangkasan 25 basis poin kini berada di sekitar 74%, menurut data LSEG. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati sejumlah data penting AS yang akan dirilis malam ini, termasuk data PPI dan penjualan ritel, serta pidato dari Ketua Fed Jerome Powell yang berpotensi memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan.
Secara eksternal, perkembangan positif dari negosiasi dagang AS-China turut menopang minat terhadap aset berisiko, termasuk AUD. Kesepakatan sementara antara kedua negara untuk memangkas tarif selama 90 hari memberikan kelegaan di pasar global. Di sisi geopolitik, pernyataan Iran yang siap menyepakati perjanjian nuklir dengan pemerintahan Trump turut memperkuat sentimen global. Di tengah kondisi ini, AUD juga mendapat dukungan dari naiknya Indeks Harga Upah (Wage Price Index) Australia sebesar 3,4% YoY pada kuartal pertama 2025, melampaui proyeksi 3,2% dan mencerminkan pemulihan di pasar tenaga kerja domestik. Namun, meskipun outlook ekonomi Australia tampak membaik, pasar tetap memperkirakan RBA akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan mendatang, dengan proyeksi akhir tahun kini bergeser ke sekitar 3,1%.
Harga pada pasangan mata uang EURUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6415 dan resistance terdekatnya di zona 0.6470. Support lanjutan di zona 0.6380 dan dilanjutkan ke zona 0.6340. Resistance lanjutan di zona 0.6495 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6520.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1192. Kenaikan pasangan mata uang ini ditopang oleh pelemahan Dolar AS setelah data inflasi AS bulan April dirilis lebih rendah dari ekspektasi. Inflasi tahunan (CPI) AS turun menjadi 2,3%, terendah sejak Februari 2021 dan di bawah perkiraan 2,4%, sementara inflasi inti tetap di 2,8%. Data ini memicu ekspektasi baru bahwa Federal Reserve akan segera mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter. Meski begitu, pelaku pasar tetap menunggu pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada Kamis dan data lanjutan seperti PPI serta penjualan ritel AS untuk arah berikutnya. Sementara itu, optimisme pasar terhadap euro juga meningkat setelah Jerman merilis data HICP final yang sesuai perkiraan dan stabil di 2,2% YoY. Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh ECB pada pertemuan Juni tampaknya tidak menekan euro secara signifikan, karena pasar mulai memandang euro sebagai mata uang cadangan yang semakin kuat, terutama setelah penguatan politik dan fiskal di Jerman. Kesepakatan pengurangan tarif antara AS dan China juga turut meredakan kekhawatiran resesi global, namun belum cukup untuk membalikkan tren bearish pada dolar AS. Kombinasi faktor fundamental ini mendukung penguatan EURUSD di tengah volatilitas pasar yang dipicu oleh kebijakan perdagangan AS. Support terdekatnya di zona 1.1155 dan resistance terdekatnya di zona 1.1210.
GBPUSD - Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3276. Penguatan Pound didorong oleh ekspektasi pasar terhadap data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris kuartal I yang akan dirilis Kamis ini, yang diperkirakan tumbuh 0,6% QoQ dari 0,1% sebelumnya. Meskipun demikian, beberapa tekanan terhadap GBP masih terlihat akibat melemahnya pasar tenaga kerja dan melambatnya pertumbuhan upah, yang memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Bank of England (BoE). Para ekonom memperkirakan BoE akan memangkas suku bunga sebanyak 50 bps hingga akhir tahun ini. Dari sisi Dolar AS, USD melemah menyusul data inflasi CPI yang lebih rendah dari perkiraan, yaitu 2,3% YoY untuk April. Fokus investor kini tertuju pada data lanjutan seperti Producer Price Index (PPI), data penjualan ritel, dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang juga dijadwalkan Kamis ini. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan hubungan dagang dengan China dalam kondisi “sangat baik” dan mengisyaratkan kemungkinan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping untuk mencapai kesepakatan dagang yang lebih luas. Sentimen positif terhadap kesepakatan perdagangan turut menopang risiko pasar, namun potensi inflasi akibat tarif tetap membatasi tekanan jual pada Dolar. Support terdekatnya di area 1.3220 dan resistance terdekatnya di zona 1.3305.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5905. Kenaikan kinerja mata uang Kiwi terdorong oleh melemahnya Dolar AS (USD) pasca ata inflasi AS bulan April yang lebih rendah dari ekspektasi memperkuat harapan pemangkasan suku bunga The Fed di akhir tahun, sehingga menekan Dolar. Kesepakatan sementara antara AS dan China untuk memangkas tarif selama 90 hari turut mendorong minat terhadap aset berisiko seperti Dolar Selandia Baru, mengingat hubungan dagang erat antara Wellington dan Beijing. Penurunan tarif ini dianggap sebagai sinyal deeskalasi perang dagang global, yang sebelumnya menekan pertumbuhan global. Meski begitu, pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang rilis data ekonomi penting dari AS pada Kamis malam, seperti angka Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (PPI), serta pidato Ketua The Fed Jerome Powell. Jika Powell memberikan sinyal hawkish atau menunjukkan keengganan untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, Dolar AS bisa kembali menguat dan menekan NZDUSD. Sementara itu, dari sisi Selandia Baru, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada pertemuan akhir Mei tetap membayangi prospek NZD di tengah pertumbuhan domestik yang melambat. Support terdekatnya di area 0.5880 dan resistance terdekatnya di zona 0.5935.
USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 146.30. Pelemahan mata uang Yen dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter oleh Bank of Japan (BoJ) setelah pernyataan hawkish dari Wakil Gubernur BoJ Shinichi Uchida serta data Indeks Harga Produsen (PPI) Jepang bulan April yang naik 4% YoY sesuai ekspektasi, namun tetap menandakan tekanan inflasi yang kuat. Uchida menekankan bahwa pasar tenaga kerja yang sangat ketat dan biaya distribusi yang tinggi kemungkinan akan terus mendorong inflasi, membuka ruang bagi BoJ untuk kembali menaikkan suku bunga. Sentimen risk-off global juga memperkuat permintaan terhadap Yen sebagai aset safe haven. Sementara itu, Dolar AS berada di bawah tekanan setelah data inflasi konsumen (CPI) AS bulan April yang lebih lemah dari perkiraan. CPI utama hanya naik 0,2% secara bulanan dan 2,3% secara tahunan terendah sejak awal 2021. Tekanan disinflasi ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat mulai menurunkan suku bunga paling cepat pada bulan September. Selain itu, kesepakatan sementara antara AS dan China untuk memangkas tarif selama 90 hari juga mengurangi tekanan ekonomi global dan meningkatkan selera risiko pasar. Namun, semua perhatian kini tertuju pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada Kamis malam, yang diperkirakan dapat memberikan petunjuk arah suku bunga ke depan dan menjadi pemicu utama pergerakan USDJPY dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 145.50 dan resistance terdekatnya di zona 147.00
USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3970. Kinerja mata uang Loonie melemah akibat turunnya kinerja mata uang AS pasca rilis data Inflasi. Sementara itu, pelemahan harga minyak mentah global menambah tekanan pada Dolar Kanada (CAD) karena komoditas ini merupakan ekspor utama Kanada. Meskipun CAD sempat melemah akibat ketegangan dagang antara Kanada dan AS serta prospek penurunan suku bunga oleh Bank of Canada (BoC), penguatan harga minyak sebelumnya telah membantu menopang Loonie. Namun dengan minimnya rilis data ekonomi dari Kanada pekan ini dan fokus pasar pada arah kebijakan The Fed, USDCAD berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Jika Powell memberikan sinyal dovish malam ini, USDCAD kemungkinan akan melanjutkan tren turun. Support terdekatnya di zona 1.3940 dan resistance terdekatnya di zona 1.4000.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8395. Turunnya kinerja mata uang ini beribas dari data inflasi AS untuk April lebih rendah dari ekspektasi (CPI 2,3% YoY vs 2,4%). Pelemahan ini memperkuat spekulasi pasar bahwa Federal Reserve dapat mulai memangkas suku bunga paling cepat September. Di sisi lain, Swiss Franc (CHF) mendapat dukungan tambahan dari optimisme pasar terhadap kemungkinan kesepakatan dagang bilateral antara AS dan Swiss, setelah pernyataan dari Menteri Keuangan AS bahwa Swiss berada di prioritas utama setelah Inggris. Namun, prospek pelonggaran kebijakan lebih lanjut dari Swiss National Bank (SNB) menahan potensi penguatan lebih lanjut pada CHF. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada data PPI, penjualan ritel, dan pidato Ketua Fed Jerome Powell pada Kamis malam sebagai penentu arah jangka pendek pasangan ini.Support terdekatnya di area 0.8370 dan resistance terdekatnya di zona 0.8440.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:40am | USD | FOMC Member Daly Speaks | - | - | - |
5:45am | NZD | FPI m/m | 0.8% | - | 0.5% |
8:00am | AUD | MI Inflation Expectations | 4.1% | - | 4.2% |
8:30am | AUD | Employment Change | - | 20.9K | 32.2K |
8:30am | AUD | Unemployment Rate | - | 4.1% | 4.1% |
1:00pm | EUR | German WPI m/m | - | 0.2% | -0.2% |
1:00pm | GBP | GDP m/m | - | 0.0% | 0.5% |
1:00pm | GBP | Prelim GDP q/q | - | 0.6% | 0.1% |
1:00pm | GBP | Construction Output m/m | - | 0.2% | 0.4% |
1:00pm | GBP | Goods Trade Balance | - | -19.1B | -20.8B |
1:00pm | GBP | Index of Services 3m/3m | - | 0.7% | 0.6% |
1:00pm | GBP | Industrial Production m/m | - | -0.6% | 1.5% |
1:00pm | GBP | Manufacturing Production m/m | - | -0.8% | 2.2% |
1:00pm | GBP | Prelim Business Investment q/q | - | 0.4% | -1.9% |
1:00pm | JPY | Prelim Machine Tool Orders y/y | - | - | 11.4% |
1:30pm | CHF | PPI m/m | - | 0.2% | 0.1% |
1:45pm | EUR | French Final CPI m/m | - | 0.5% | 0.5% |
4:00pm | EUR | Flash Employment Change q/q | - | 0.10% | 0.10% |
4:00pm | EUR | Flash GDP q/q | - | 0.40% | 0.40% |
4:00pm | EUR | Industrial Production m/m | - | 1.90% | 1.10% |
7:15pm | CAD | Housing Starts | - | 227K | 214K |
7:30pm | CAD | Manufacturing Sales m/m | - | -1.8% | 0.2% |
7:30pm | CAD | Wholesale Sales m/m | - | -0.4% | 0.3% |
7:30pm | USD | Core PPI m/m | - | 0.3% | -0.1% |
7:30pm | USD | Core Retail Sales m/m | - | 0.3% | 0.5% |
7:30pm | USD | PPI m/m | - | 0.2% | -0.4% |
7:30pm | USD | Retail Sales m/m | - | 0.0% | 1.4% |
7:30pm | USD | Unemployment Claims | - | 229K | 228K |
7:30pm | USD | Empire State Manufacturing Index | - | -8.2 | -8.1 |
7:30pm | USD | Philly Fed Manufacturing Index | - | -11.3 | -26.4 |
7:40pm | USD | Fed Chair Powell Speaks | - | - | - |
8:15pm | USD | Capacity Utilization Rate | - | 77.8% | 77.8% |
8:15pm | USD | Industrial Production m/m | - | 0.2% | -0.3% |
9:00pm | GBP | MPC Member Dhingra Speaks | - | - | - |
9:00pm | USD | Business Inventories m/m | - | 0.2% | 0.2% |
9:00pm | USD | NAHB Housing Market Index | - | 40 | 40 |
Tentative | USD | Mortgage Delinquencies | - | - | 3.98% |