Pembukaan | % Perubahan | |
|---|---|---|
EURUSD | 1.20340 | 0.09% |
GBPUSD | 1.39830 | 0.08% |
AUDUSD | 0.77600 | 0.36% |
NZDUSD | 0.71820 | 0.21% |
USDJPY | 108.140 | 0.06% |
USDCHF | 0.91460 | 0.04% |
USDCAD | 1.25310 | -0.19% |
GOLDUD | 1769.300 | -0.08% |
COFR | 919914 | 0.82% |
Selasa, 20 April 2021 - Harga minyak hari ini terpantau masih melanjutkan tren bullish dan bergerak di kisaran harga IDR 917,000 - 930,000 per barel, didukung oleh gangguan pasokan di Libya serta peningkatan pembelian minyak oleh China. Meski demikian, ancaman pemulihan permintaan karena melonjaknya kasus Covid-19 membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Perusahaan minyak Libya, National Oil Corp (NOC) pada hari Senin mengumumkan keadaan kahar atas ekspor dari pelabuhan Hariga dan mengatakan pihaknya dapat memperluas langkah itu ke fasilitas lain karena perselisihan anggaran dengan bank sentral negara itu. Dari pengumuman tersebut berpotensi memangkas produksi minyak Libya sebesar 280,000 bph, dan mengurangi produksi hingga di bawah 1 juta bph untuk pertama kalinya sejak Oktober.
Masih terkait dengan pasokan global, ekspor minyak mentah Arab Saudi pada bulan Februari dilaporkan turun ke level terendah dalam delapan bulan, ungkap data dari Joint Organisation Data Initiative (JODI) pada hari Senin, yang mengindikasikan komitmen eksportir minyak terbesar dunia itu terhadap batas produksi sukarela untuk mendukung harga minyak.
Sementara itu, China dilaporkan meningkatkan pembelian minyak mentah di bulan Maret. Untuk impor dari pemasok utama Arab Saudi mencapai 1.85 juta bph atau naik 8.8% dari tahun sebelumnya, ungkap data yang dikeluarkan oleh Administrasi Umum Kepabeanan China pada hari Selasa.
Meski demikian, melonjaknya kasus Covid-19 di India selaku importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, mengurangi optimisme untuk pemulihan berkelanjutan dalam permintaan bahan bakar global.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 950,000 - 970,000 per barel serta kisaran Support di IDR 900,000 - 880,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
|---|---|---|---|---|
| | | | |