| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.21660 | -0.04% |
GBPUSD | 1.41690 | -0.19% |
AUDUSD | 0.77400 | -0.06% |
NZDUSD | 0.71940 | 0.13% |
USDJPY | 109.500 | 0.02% |
USDCHF | 0.89870 | 0.06% |
USDCAD | 1.20700 | 0.14% |
GOLDUD | 1887.490 | -0.08% |
COFR | 990660 | -0.09% |
USD/IDR | 14250 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 07 Juni 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terkoreksi turun dan terpantau bergerak di kisaran harga IDR 987,000 - 997,000 per barel. Laju positif permintaan bahan bakar memberikan dukungan pada pasar minyak. Meski demikian potensi tambahan pasokan dari Iran membatasi pergerakan harga minyak.
Perusahaan energi AS minggu ini memangkas jumlah rig minyak dan gas alam untuk pertama kalinya dalam enam minggu karena pertumbuhan aktifitas pengeboran yang melambat meskipun harga minyak mentah mencapai level tertinggi sejak 2018. Dilihat secara total, jumlah rig minyak dan gas alam AS turun 1 rig menjadi 456 rig untuk pekan yang berakhir 4 Juni. Sementara jika dilihat untuk rig minyak AS sendiri stabil di level 359 rig setelah naik selama 4 minggu berturut-turut, ungkap laporan dari perusahaan jasa energi Baker Hughes pada hari Jumat.
Turut mendukung pasar minyak, India berencana untuk melonggarkan pembatasan seiring dengan menurunnya jumlah kasus baru Covid-19 di negara konsumen minyak terbesar ketiga dunia tersebut. Otoritas kesehatan melaporkan 114,460 kasus infeksi baru pada hari Minggu, yang menandakan jumlah terendah dalam dua bulan. New Delhi dan kota-kota lain sedang berupaya untuk memungkinkan lebih banyak bisnis beroperasi dan aturan pergerakan dilonggarkan mulai Senin.
Fokus pasar juga tertuju pada pertemuan putaran kelima tanggal 10 Juni nanti di Wina antara Iran dengan 6 kekuatan dunia (AS, Rusia, China, Prancis, Inggris, Jerman) terkait kesepakatan nuklir serta kelanjutan sanksi ekonomi terhadap Iran. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Jumat juga mendesak tindakan nyata dari 6 kekuatan dunia tersebut. Para pakar memperkirakan potensi tambahan pasokan minyak Iran sebesar 500,000 hingga 1 juta bph apabila sanksi ekonomi dari AS terhadap Iran dicabut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,000,000 - 1,020,000 per barel serta kisaran Support di IDR 980,000 - 960,000 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
| | | | | |
| | | | | |