| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09310 | 0.04% |
GBPUSD | 1.27640 | 0.05% |
AUDUSD | 0.65850 | 0.09% |
NZDUSD | 0.60220 | 0.08% |
USDJPY | 147.190 | 0.05% |
USDCHF | 0.86500 | 0.08% |
USDCAD | 1.37410 | 0.03% |
GOLDUD | 2,472.260 | 0.13% |
COFU | 79.74 | -0.26% |
USD/IDR | 15,930 | -0.09% |
Selasa, 13 Agustus 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari rilisnya laporan OPEC yang mengisyaratkan pesimisme akan pertumbuhan permintaan minyak global. Meski demikian, gejolak geopolitik di Timur Tengah memberikan dukungan pada harga minyak.
Dalam laporan bulanan yang dirilis hari Senin, OPEC memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun 2024, direvisi turun sebesar 135.000 bph menjadi 2,1 juta bph, yang dipicu oleh melemahnya ekspektasi permintaan dari China. Pemangkasan tersebut juga menandai pengurangan pertama dalam proyeksi OPEC untuk tahun 2024, sejak pertama kali dibuat pada bulan Juli 2023. Selain itu, kelompok aliansi produsen tersebut juga memangkas estimasi pertumbuhan permintaan tahun depan menjadi 1,78 juta bph dari 1,85 juta bph yang diproyeksikan sebelumnya.
Sementara itu, di tengah desakan internasional untuk segera menyepakati gencatan senjata di Gaza, pasukan Israel terus meningkatkan serangan di dekat kota Khan Younis di Gaza selatan pada hari Senin yang menewaskan sedikitnya 18 orang, setelah dikeluarkannya perintah evakuasi besar-besaran, kata petugas medis Palestina. Di hari yang sama, Israel juga melancarkan serangan udara yang menewaskan lima orang di pinggiran Zeitoun Kota Gaza, dan dua lainnya tewas di Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir.
Turut menambah kekhawatiran akan meluasnya perang regional di kawasan Timur Tengah, juru bicara Laksamana Muda Daniel Hagari pada hari Senin mengatakan bahwa Israel bersama dengan AS dan mitra lainnya saat ini fokus memantau perkembangan di Iran, dan bersiap menghadapi kemungkinan serangan oleh Iran dan proksinya, Hizbullah, di Lebanon. Senada dengan pernyataan Hagari, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby pada hari Senin menegaskan komitmen AS untuk mendukung Israel dalam menghadapi potensi serangan balasan dari Iran dan sekutunya tersebut.
Untuk indikator yang dipantau oleh pelaku dalam waktu dekat adalah laporan mingguan stok minyak mentah AS versi grup industri API yang biasanya dirilis pada hari Selasa pukul 4:30 sore ET. Laporan API tersebut biasanya dijadikan indikasi awal untuk melihat gambaran permintaan di pasar energi AS, sebelum dirilisnya laporan resmi versi pemerintah pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
17:00 | USA - NFIB Business Optimism Index |
| 91.7 | 91.5 |
19:30 | USA - PPI MoM |
| 0.1% | 0.2% |