| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.10680 | 0.01% |
GBPUSD | 1.31490 | 0.04% |
AUDUSD | 0.67900 | 0.13% |
NZDUSD | 0.62330 | 0.13% |
USDJPY | 146.890 | -0.16% |
USDCHF | 0.85130 | 0.09% |
USDCAD | 1.34910 | 0.07% |
GOLDUD | 2,500.120 | -0.20% |
COFU | 73.53 | 0.80% |
USD/IDR | 15,520 | 0.26% |
Selasa, 03 September 2024 - Harga minyak bergerak terkoreksi menguat pada perdagangan pagi ini didukung oleh sentimen pasca rilisnya data survei terbaru produksi OPEC, dan gangguan output yang masih berlanjut di Libya. Meski demikian, ekspektasi penurunan OSP minyak Saudi bulan Oktober, dan desakan agar Netanyahu segera menyepakati gencatan senjata membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Produksi minyak OPEC pada bulan Agustus dilaporkan turun sebesar 340.000 bph menjadi 26,36 juta bph, yang sekaligus menandai level produksi terendah aliansi tersebut sejak Januari 2024, ungkap survei terbaru yang dirilis Reuters pada hari Senin. Berdasarkan kuota yang disepakati, produksi dari sembilan anggota itu melebihi sekitar 220.000 bph dari target, menurut survei tersebut. Namun, konflik internal di Libya - negara anggota OPEC yang dikecualikan dari kesepakatan kuota OPEC - yang berdampak pada penurunan pasokan sebesar 290.000 bph pada bulan lalu itu mengimbangi kelebihan output dari kelompok aliansi tersebut, dan diperkirakan akan menjadi pertimbangan bagi OPEC dalam menetapkan arah kebijakan produksi selanjutnya.
Sentimen positif lainnya datang dari pengumuman perusahaan minyak negara Libya, National Oil Corporation (NOC) yang pada hari Senin menyatakan status force majeure untuk output dari ladang minyak El Feel mulai 2 September. Ladang tersebut memiliki kapasitas sebesar 70.000 bph. Meskipun output dari beberapa ladang mulai dilanjutkan untuk memasok kebutuhan pembangkit listrik domestik, namun untuk kegiatan ekspor di pelabuhan utama Es Sidra, Ras Lanouf, Hariga, Zueitina, Brega, dan Sirte, masih tetap dihentikan, kata enam teknisi pada hari Senin.
Sementara itu, eksportir minyak utama Arab Saudi diperkirakan akan memangkas harga jual resmi (OSP) minyak mentah Arab Light untuk pengiriman bulan Oktober ke tujuan Asia, turun sekitar 50 dan 70 sen per barel, kata tiga dari lima sumber penyulingan pada hari Senin. OSP Saudi biasanya dirilis sekitar tanggal lima setiap bulan, dan menjadi tren harga bagi produsen minyak asal Timur Tengah lainnya seperti Iran, Kuwait, dan Irak, yang secara total memengaruhi sekitar 9 juta bph pasokan minyak mentah ke Asia.
Turut membebani pergerakan harga, para pengunjuk rasa Israel turun ke jalan untuk hari kedua pada hari Senin, dan serikat pekerja terbesar melakukan aksi mogok massal dalam upaya menekan serta menuntut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar segera mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok Palestina Hamas untuk membawa pulang 101 sandera yang tersisa.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Final |
| 48 | 49.6 |
21:00 | USA - ISM Manufacturing PMI |
| 47.5 | 46.8 |
21:00 | USA - Construction Spending MoM |
| 0% | -0.3% |
21:00 | USA - Total Vehicle Sales |
| 15.4M | 15.8M |
21:10 | USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index |
| 46.2 | 44.5 |