Home
>
News
>
Publication
>
Output OPEC Kembali Naik, Pergerakan Minyak Terbebani
Output OPEC Kembali Naik, Pergerakan Minyak Terbebani
Wednesday, 03 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07410

0.02%

GBPUSD

1.26750

0.06%

AUDUSD

0.66650

0.15%

NZDUSD

0.60740

0.08%

USDJPY

161.440

-0.02%

USDCHF

0.90330

-0.03%

USDCAD

1.36780

-0.01%

GOLDUD

2,327.620

-0.09%

COFU

83.20

-0.06%

USD/IDR

16,360

0.15%

Fokus Crude Oil:

  • Produksi OPEC naik untuk bulan kedua di bulan Juni sebesar 70.000 bph, ungkap survei Reuters.
  • Departemen Energi AS akan merilis 1 juta barel bensin selambat-lambatnya pada hari Minggu pekan ini.

***********************************************************

Rabu, 03 Juli 2024 - Pergerakan harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sinyal peningkatan output OPEC serta rencana AS merilis 1 juta barel bensin pada akhir pekan ini. Meski demikian, laporan API dan eskalasi tensi di Timur Tengah membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Produksi minyak OPEC naik pada bulan Juni untuk bulan kedua berturut-turut, karena pasokan yang lebih tinggi dari Nigeria dan Iran mengimbangi dampak pengurangan pasokan sukarela oleh anggota lain dan aliansi OPEC+ yang lebih luas, ungkap survei Reuters yang dirilis pada hari Selasa. Output OPEC bulan Juni mencapai 26,70 juta bph, atau naik 70.000 bph dari bulan Mei. Sementara produksi Iran, negara anggota OPEC yang terbebas dari kewajiban pemangkasan, dilaporkan mencapai 3,2 juta bph, atau setara dengan level produksi pada November 2023, yang sekaligus merupakan level tertinggi sejak tahun 2018.

Turut membebani pergerakan harga, Kantor Cadangan Minyak Departemen Energi AS pada hari Selasa mengumumkan rencana perilisan 1 juta barel bensin guna menekan lonjakan harga bahan bakar menjelang berlangsungnya libur 4 Juli. Menteri Energi Jennifer Granholm mengatakan bahwa perilisan tersebut akan dilakukan selambat-lambatnya pada hari Minggu pekan ini.

Masih dari AS, grup industri API melaporkan stok minyak mentah dalam sepekan merosot turun sebesar 9,16 juta barel untuk pekan yang berakhir 28 Juni. Untuk stok bensin dilaporkan naik sebesar 2,47 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.

Sementara itu, di tengah ketegangan geopolitik di Gaza yang belum mereda, Turki pada hari Selasa menutup penyebrangan perbatasan utamanya ke barat laut Suriah setelah pasukan Turki mendapat serangan dari warga Suriah. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan memicu meluasnya wilayah konflik di Timur Tengah.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $81 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

18:00

USA - Fed Williams Speech

 

 

 

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1840K

1839K

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

235K

233K

20:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

55.1

54.8

21:00

USA - ISM Services PMI

 

52.5

53.8

21:00

USA - Factory Orders MoM

 

0.2%

0.7%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-0.150M

3.591M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.500M

2.654M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788