| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.07410 | 0.02% |
GBPUSD | 1.26750 | 0.06% |
AUDUSD | 0.66650 | 0.15% |
NZDUSD | 0.60740 | 0.08% |
USDJPY | 161.440 | -0.02% |
USDCHF | 0.90330 | -0.03% |
USDCAD | 1.36780 | -0.01% |
GOLDUD | 2,327.620 | -0.09% |
COFU | 83.20 | -0.06% |
USD/IDR | 16,360 | 0.15% |
Rabu, 03 Juli 2024 - Pergerakan harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sinyal peningkatan output OPEC serta rencana AS merilis 1 juta barel bensin pada akhir pekan ini. Meski demikian, laporan API dan eskalasi tensi di Timur Tengah membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Produksi minyak OPEC naik pada bulan Juni untuk bulan kedua berturut-turut, karena pasokan yang lebih tinggi dari Nigeria dan Iran mengimbangi dampak pengurangan pasokan sukarela oleh anggota lain dan aliansi OPEC+ yang lebih luas, ungkap survei Reuters yang dirilis pada hari Selasa. Output OPEC bulan Juni mencapai 26,70 juta bph, atau naik 70.000 bph dari bulan Mei. Sementara produksi Iran, negara anggota OPEC yang terbebas dari kewajiban pemangkasan, dilaporkan mencapai 3,2 juta bph, atau setara dengan level produksi pada November 2023, yang sekaligus merupakan level tertinggi sejak tahun 2018.
Turut membebani pergerakan harga, Kantor Cadangan Minyak Departemen Energi AS pada hari Selasa mengumumkan rencana perilisan 1 juta barel bensin guna menekan lonjakan harga bahan bakar menjelang berlangsungnya libur 4 Juli. Menteri Energi Jennifer Granholm mengatakan bahwa perilisan tersebut akan dilakukan selambat-lambatnya pada hari Minggu pekan ini.
Masih dari AS, grup industri API melaporkan stok minyak mentah dalam sepekan merosot turun sebesar 9,16 juta barel untuk pekan yang berakhir 28 Juni. Untuk stok bensin dilaporkan naik sebesar 2,47 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.
Sementara itu, di tengah ketegangan geopolitik di Gaza yang belum mereda, Turki pada hari Selasa menutup penyebrangan perbatasan utamanya ke barat laut Suriah setelah pasukan Turki mendapat serangan dari warga Suriah. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan memicu meluasnya wilayah konflik di Timur Tengah.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $81 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
18:00 | USA - Fed Williams Speech |
|
|
|
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1840K | 1839K |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 235K | 233K |
20:45 | USA - S&P Global Services PMI Final |
| 55.1 | 54.8 |
21:00 | USA - ISM Services PMI |
| 52.5 | 53.8 |
21:00 | USA - Factory Orders MoM |
| 0.2% | 0.7% |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -0.150M | 3.591M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -1.500M | 2.654M |