| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.22120 | 0.06% |
GBPUSD | 1.41510 | 0.02% |
AUDUSD | 0.77550 | 0.08% |
NZDUSD | 0.72590 | 0.03% |
USDJPY | 109.460 | 0.12% |
USDCHF | 0.89690 | 0.02% |
USDCAD | 1.20700 | -0.07% |
GOLDUD | 1899.590 | -0.05% |
COFR | 967498 | 0.06% |
USD/IDR | 14230 | 0.14% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 02 Juni 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish di kisaran harga IDR 964,000 - 972,000 per barel didukung oleh optimisme prospek permintaan minyak serta penundaan pembahasan kesepakatan nuklir Iran.
Dalam pertemuan hari Selasa, OPEC dan sekutunya memilih untuk menunda keputusan terkait kuota produksi hingga Juli mendatang dengan terus memantau situasi pandemi secara global serta prospek keringanan sanksi AS terhadap Iran. Pada Juli, OPEC+ dijadwalkan akan meningkatkan produksi sebesar 841,000 bph. OPEC selanjutnya akan mengadakan pertemuan 24 Juni dan kemudian mengadakan pertemuan yang diperluas 1 Juli dengan Rusia dan sembilan mitra lainnya dalam perjanjian pasokan OPEC+ untuk memutuskan kuota produksi untuk Agustus dan seterusnya.
Di hari yang sama, International Energy Agency (IEA) memperingatkan potensi harga minyak yang menghadapi tekanan kenaikan lebih lanjut apabila dari OPEC+ tidak merilis lebih banyak minyak mentah dalam beberapa bulan mendatang untuk memenuhi permintaan yang kuat. Direktur eksekutif IEA, Fatih Birol juga memperkirakan bahwa permintaan minyak global akan mengalami rebound sekitar 5.4 juta bph pada tahun 2021 yang dipicu oleh pemulihan dari pandemi di AS, China, dan beberapa bagian Eropa yang meningkatkan prospek konsumsi bahan bakar, meskipun ada kebangkitan Covid-19 di beberapa bagian Asia.
Turut menambah dukungan pada pasar minyak, seorang pejabat Iran mengatakan bahwa pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir diharapkan akan diselesaikan pada bulan Agustus. Pernyataan tersebut mengisyaratkan prospek kembalinya barel Iran ke pasar minyak global tidak akan secepat yang diperkirakan sebelumnya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 980,000 - 1,000,000 per barel serta kisaran Support di IDR 955,000 - 935,000 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||
| | | | | |||