| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09990 | 0.06% |
GBPUSD | 1.28550 | 0.10% |
AUDUSD | 0.66710 | 0.10% |
NZDUSD | 0.61970 | 0.26% |
USDJPY | 141.340 | -0.18% |
USDCHF | 0.88510 | -0.05% |
USDCAD | 1.32770 | -0.07% |
GOLDUD | 1,924.790 | 0.16% |
COFU | 73.19 | 0.16% |
USD/IDR | 15,190 | -0.03% |
Selasa, 11 Juli 2023 - Pergerakan harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh potensi ketatnya pasokan pada paruh kedua tahun ini serta optimisme pertumbuhan permintaan minyak meskipun ekonomi global tengah lesu. Meski demikian, isyarat kenaikan lebih lanjut suku bunga AS membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Salah satu perusahaan perbankan global terkemuka, JP Morgan pada hari Senin mengatakan bahwa pertumbuhan pasokan non-OPEC diperkirakan akan melebihi permintaan global sebesar 38%, yang sebagian besar pasokan berasal dari AS, diikuti oleh Brasil, Kanada, Norwegia, Guyana, dan Argentina. Dalam analisanya, JP Morgan menekankan perlunya OPEC+ untuk melakukan pemangkasan tambahan sebesar 700 ribu bph atau sekitar 18% mulai pada paruh kedua tahun ini hingga tahun 2024 nanti guna menyeimbangkan pasar dan menguatkan kembali harga minyak.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, kepala Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol pada hari Senin mengatakan bahwa ia optimis permintaan minyak China dan negara berkembang lainnya akan tetap kuat meskipun di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi. Selain itu, Birol juga menambahkan bahwa dengan adanya pengurangan produksi dari negara-negara produsen utama, kondisi pasokan di pasar akan mengetat pada paruh kedua tahun ini.
Sementara itu, The Fed kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menurunkan kebijakan infkasi yang masih terlalu tinggi, kata beberapa pejabat bank sentral AS pada hari Senin. Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly pada hari Senin mengulangi bahwa dia yakin dua kenaikan suku bunga lagi tahun ini, sementara Presiden Fed Cleveland Loretta Mester juga mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih banyak. Suku bunga yang lebih tinggi berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.
Fokus utama pasar juga tertuju pada indikator pasar yang akan dirilis dalam waktu dekat yaitu laporan mingguan persediaan minyak mentah dan bensin AS yang akan dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa pukul 16.30 waktu setempat. Kemudian, disusul oleh laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA).
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
17:00 | USA - NFIB Business Optimism Index |
| 89.9 | 89.4 |
21:00 | USA - IBD/TIPP Economic Optimism |
| 45.3 | 41.7 |