Senin, 15 Desember 2025 – Pelaku industri sawit, petani, dan pelaku pasar komoditas merasakan dinamika positif pada harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah wilayah domestik, meski harga Crude Palm Oil (CPO) global menunjukkan variasi pergerakan. Tren positif ini memberi dorongan harapan pada pendapatan petani dan stabilitas pasar di tengah dinamika global menjelang perdagangan 15 Desember 2025.
Beberapa wilayah di Indonesia mencatat kenaikan harga TBS secara nyata pada periode Desember 2025, mencerminkan permintaan buah sawit yang tetap solid, seperti Provinsi Riau (Sawit Plasma) tercatat harga TBS periode 10–16 Desember naik sebesar Rp55,13 per kg dibandingkan pekan sebelumnya. Begitu juga dengan Provinsi Sumatera Barat, Harga TBS mitra sawit usia 10–20 tahun meningkat menjadi sekitar Rp3.526,33/kg, lebih tinggi dibandingkan periode awal bulan. Provinsi Riau (Mitra Swadaya) Harga TBS sawit swadaya juga tercatat mengalami kenaikan tipis sekitar Rp54,64 per kg. Di daerah Sulawesi Barat, Harga TBS ditetapkan di kisaran Rp3.099,75/kg, tetap kompetitif dan memberi peluang perbaikan pada pendapatan petani setempat.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa meskipun harga CPO global mengalami variasi, permintaan lokal terhadap sawit dan upaya efisiensi operasional di tingkat petani tetap menopang harga TBS melaju positif.
Harga CPO Global sendiri variatif, namun tetap kondusif untuk Jangka Menengah, Harga CPO global dalam beberapa hari terakhir menunjukkan sedikit penurunan dibanding hari sebelumnya, namun secara fundamental masih bergerak dalam rentang yang stabil, Harga CPO kontrak patokan berada di sekitar 4.018 MYR per ton pada 12 Desember 2025, turun tipis dari level sebelumnya. Selain itu, penetapan Harga Referensi (HR) CPO oleh pemerintah Indonesia pada Desember 2025 tercatat turun sekitar 3,9% menjadi sekitar USD 926,14/MT dibanding periode November.
Sehingga meskipun ada tekanan jangka pendek dari penyesuaian harga referensi dan dinamika pasar global, harga CPO masih bergerak di level yang mendukung kegiatan sektor hulu dan hilir sawit serta memberi ruang bagi stabilitas industri.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi harga CPO bergerak variatif antara lain:
Melihat dari situasi pasar, maka pada perdagangan hari ini, prediksi analis dan pelaku pasar adalah:
Secara garis besar, harga TBS yang menunjukkan tren kenaikan di banyak wilayah domestik, memperkuat pendapatan petani dan kepercayaan sektor hulu sawit, harga CPO global bergerak variatif, namun masih berada di rentang yang mendukung aktivitas industri, prediksi jangka pendek menuju perdagangan hari ini, menunjukkan potensi stabilitas dan peluang kenaikan harga, terutama jika permintaan global meningkat.
Dengan kondisi ini, pelaku industri dan petani sawit dapat tetap optimis dalam menyongsong akhir tahun 2025, sembari terus meningkatkan kualitas produksi dan efisiensi panen agar nilai tambah komoditas sawit tetap maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen
Disclaimer On:
Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.