Indikator Harga
Pembukaan | % Perubahan | |
|---|---|---|
EURUSD | 1.19820 | -0.28% |
GBPUSD | 1.38250 | -0.01% |
AUDUSD | 0.77380 | -0.16% |
NZDUSD | 0.71430 | -0.11% |
USDJPY | 108.770 | -0.15% |
USDCHF | 0.91930 | 0.18% |
USDCAD | 1.24930 | 0.15% |
GOLDUD | 1778.500 | -0.05% |
COFR | 918500.000 | -0.01% |
Senin, 19 April 2021 - Harga minyak masih di zona penguatan di atas zona Rp 918.000 per barel. Kenaikan harga minyak mentah tersebut didukung oleh sejumlah data AS yang rilis pekan lalu, seperti data Retail Sales dan data klaim pengangguran yang cukup baik, sementara ada harapan bahwa kebijakan moneter AS mudah akan bertahan.
Selain data ekonomi AS, data dari China juga rilis optimis, yaitu data GDP yang tumbuh 18.3% dalam basis tahunan - turut mendorong optimisme pada harga minyak mentah dunia. Optimisme pada harga minyak mentah juga ikut meningkat akibat pernyataan dari IEA dan OPEC yang menaikan ekspektasi pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia pada tahun 2021, sementara data cadangan minyak mentah AS menunjukan penurunan sebesar 5.9 juta barel sebagai akibat dari meningkatnya aktivitas pengolahan minyak mentah. Sejumlah sentimen tersebut terus memberikan dukungan pada harga minyak mentah dunia yang saat ini bergerak di zona Rp 918.000/barel.
Harga minyak diperdagangkan di atas support penting terdekat yang berada di atas zona support terdekat di level Rp 918.000 dan dekat dengan zona resitance penting di areal Rp 960.000. Zona resistance terjauhnya berada di areal Rp 980.000 hingga ke areal Rp 990.000, sementara untuk support terjauhnya berada di areal Rp 900.000 hingga ke areal Rp 880.000.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
|---|---|---|---|---|
| | | | |