Home
>
News
>
Publication
>
OPEC Melihat Permintaan Melemah, Harga Minyak Kian Tertekan
OPEC Melihat Permintaan Melemah, Harga Minyak Kian Tertekan
Wednesday, 11 September 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.10180

0.22%

GBPUSD

1.30790

0.11%

AUDUSD

0.66540

0.03%

NZDUSD

0.61490

0.11%

USDJPY

142.460

-0.49%

USDCHF

0.84690

-0.30%

USDCAD

1.36090

-0.06%

GOLDUD

2,515.320

0.10%

COFU

66.28

-0.21%

USD/IDR

15,435

-0.08%

Fokus Crude Oil:

  • Permintaan minyak tahun ini direvisi turun untuk bulan kedua berturut-turut, ungkap Laporan Pasar Minyak terbaru OPEC.
  • Sekitar 24% produksi minyak mentah dan 26% produksi gas alam di Teluk Meksiko AS ditutup akibat Badai Tropis Francine.

***********************************************************

Rabu, 11 September 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau masih berada pada tren bearish dibebani oleh sentimen dari rilisnya laporan proyeksi pasar minyak terbaru OPEC, dan menguatnya ekspektasi akan segera tercapainya kesepakatan gencatan senjata Gaza. Meski demikian, sekitar seperempat produksi minyak dan gas AS yang telah diterhenti akibat Badai Tropis Francine, dan laporan API membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Dalam Laporan Pasar Minyak bulan September yang dirilis hari Selasa, OPEC kembali memangkas proyeksi permintaan minyak untuk bulan kedua berturut-turut karena melambatnya pertumbuhan ekonomi China dan anjloknya harga minyak mentah. Kelompok tersebut memproyeksikan permintaan hanya akan tumbuh 2,03 juta bph pada tahun 2024, turun dari proyeksi yang dirilis bulan Agustus di angka 2,11 juta bph. Untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun 2025 juga direvisi turun sedikit menjadi 1,74 juta bph, dari 1,78 juta bph sebelumnya. Selain itu, OPEC juga mempertahankan proyeksi pasokan global tahun 2024 dan 2025, tidak berubah di angka 1,2 juta bph dan 1,1 juta bph.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, Menteri Pertahanan Yoav Gallant yang pada hari Selasa mengatakan bahwa pasukan Israel hampir menyelesaikan misi mereka di Gaza dan fokus mereka akan beralih ke perbatasan utara negara itu dengan Lebanon karena terjadi baku tembak harian dengan Hizbullah.

Sementara itu, sekitar 24% produksi minyak mentah dan 26% produksi gas alam di Teluk Meksiko AS terhenti saat Badai Tropis Francine bergerak menuju Louisiana, kata Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS (BSEE)pada hari Selasa. Total produksi minyak dan gas yang ditutup hingga Selasa masing-masing mencapai 412.070 bph minyak dan 494 juta kaki kubik per hari. Teluk Meksiko AS berkontribusi terhadap sekitar 15% dari seluruh produksi minyak dan 2% dari produksi gas alam di AS.

Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan stok minyak mentah dan stok bensin di AS dalam sepekan mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,8 juta barel dan 513 ribu barel untuk pekan yang berakhir 6 September. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $64 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Inflation Rate YoY

 

2.6%

2.9%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

-6.873M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

0.848M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788