| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1882 | -0.13% |
GBPUSD | 1.3637 | -0.16% |
AUDUSD | 0.7123 | 0.34% |
NZDUSD | 0.6048 | 0.17% |
USDJPY | 153.22 | -0.25% |
USDCHF | 0.7707 | 0.10% |
USDCAD | 1.3572 | 0.09% |
GOLDUD | 5059.49 | 0.72% |
USD/IDR | 16,776 | 0.00% |
Fokus NZD/USD:
Kamis, 12 Februari 2026 – Kiwi dibuka di 0.6048 dan naik 0.17%. NZD/USD kembali menunjukkan penguatan yang konsisten dan bertahan di dekat level tertinggi dua pekan terakhir, didorong terutama oleh melemahnya Dolar AS secara luas. Tekanan terhadap Greenback muncul setelah kombinasi data ekonomi AS yang campuran: laporan ketenagakerjaan terbaru memang mencatat pertumbuhan payroll di atas ekspektasi, namun revisi besar ke bawah terhadap data tahun sebelumnya memperlihatkan bahwa tren perekrutan sebenarnya jauh lebih lemah dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS sedang berada dalam fase perlambatan moderat, sehingga meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan pada 2026. Selain itu, turunnya ekspektasi inflasi jangka menengah di pasar obligasi AS serta meningkatnya sensitivitas pasar terhadap independensi bank sentral turut membebani Dolar. Dalam konteks ini, setiap indikasi pelemahan tambahan pada data tenaga kerja atau inflasi AS berpotensi memperpanjang fase korektif Dolar dan menjadi katalis lanjutan bagi apresiasi NZD/USD.
Dari sisi eksternal, perkembangan ekonomi Tiongkok tetap menjadi faktor krusial bagi Dolar Selandia Baru mengingat kuatnya hubungan dagang kedua negara. Data terbaru menunjukkan inflasi konsumen Tiongkok melambat signifikan dan indeks harga produsen masih berada dalam kontraksi berkepanjangan, mencerminkan lemahnya permintaan domestik dan tekanan deflasi yang belum sepenuhnya pulih. Walaupun secara langsung data ini terlihat negatif, pasar menafsirkannya sebagai peluang bagi pemerintah dan bank sentral Tiongkok untuk meluncurkan stimulus tambahan guna menopang pertumbuhan. Prospek stimulus tersebut cenderung mendukung mata uang berbasis komoditas dan siklikal seperti NZD, karena berpotensi meningkatkan permintaan ekspor dan memperbaiki sentimen kawasan Asia-Pasifik. Di tengah membaiknya selera risiko global, aliran dana juga terlihat beralih dari aset safe haven menuju mata uang dengan profil imbal hasil relatif menarik, termasuk Kiwi.
Namun demikian, faktor domestik Selandia Baru menjadi penyeimbang yang membatasi ruang kenaikan agresif. Kenaikan tingkat pengangguran ke level tertinggi dalam hampir satu dekade menandakan pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum, sehingga mengurangi urgensi bagi Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) untuk kembali mengetatkan kebijakan dalam waktu dekat. Setelah enam kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2025, RBNZ diperkirakan mempertahankan Official Cash Rate sambil mengevaluasi stabilisasi ekonomi dan dinamika inflasi yang masih berada di kisaran atas target. Pasar kini lebih fokus pada data PMI sektor bisnis dan survei ekspektasi inflasi kuartalan yang dapat memengaruhi proyeksi kebijakan selanjutnya. Secara fundamental, NZD/USD saat ini ditopang oleh kombinasi pelemahan Dolar AS, harapan stimulus Tiongkok, dan perbaikan sentimen risiko global, namun keberlanjutan reli akan sangat bergantung pada konfirmasi bahwa ekonomi AS benar-benar memasuki fase perlambatan yang cukup kuat untuk mendorong siklus pelonggaran moneter lanjutan.
Penguatan berlangsung bertahap dengan bias bullish ringan selama bertahan di atas 0.6020 sebagai support, sementara resistance terdekat berada di 0.6080.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1882 dan melemah -0.13%. Tekanan korektif masih terlihat terbatas di tengah pergerakan dolar AS yang relatif stabil. EUR/USD sempat menguat mendekati area 1,1900 didorong oleh pelemahan Dolar AS setelah data konsumsi AS menunjukkan perlambatan. Penjualan ritel Desember yang stagnan dan perlambatan Employment Cost Index memperkuat persepsi bahwa tekanan inflasi mulai mereda dan membuka ruang pelonggaran kebijakan The Fed pada 2026. Namun, rilis Nonfarm Payrolls Januari yang mencatat kenaikan 130 ribu tenaga kerja di atas ekspektasi serta penurunan tingkat pengangguran ke 4,3% sempat mengangkat kembali Dolar AS dan menekan Euro. Meski demikian, revisi besar ke bawah terhadap data ketenagakerjaan 2025 mengindikasikan tren perekrutan yang sebenarnya lebih lemah dari perkiraan sebelumnya, sehingga membatasi penguatan lanjutan Greenback. Dari sisi Eropa, pernyataan pejabat ECB yang relatif tenang terhadap penguatan Euro dan sinyal bahwa inflasi berada dalam jalur terkendali memberikan fondasi yang cukup stabil bagi mata uang tunggal. Pasar kini melihat kemungkinan ECB mempertahankan suku bunga lebih lama, sementara The Fed berada dalam posisi menunggu data inflasi berikutnya sebelum menentukan arah kebijakan. Kombinasi faktor tersebut membuat EUR/USD cenderung bergerak dalam fase konsolidasi dengan bias moderat, di mana setiap data inflasi AS akan menjadi katalis utama arah selanjutnya. Selama bertahan di atas area support 1.1850, peluang rebound masih terbuka, dengan resistance terdekat di 1.1920.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3637 dan turun -0.16%. Pergerakan cenderung terkoreksi ringan mengikuti pelemahan mayor Eropa lainnya. Poundsterling sempat mencatat penguatan hingga mendekati level tertinggi multi-tahun sebelum akhirnya terkoreksi setelah data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Walaupun data payrolls solid, sentimen terhadap Dolar AS tetap bercampur karena revisi signifikan pada data historis menunjukkan perlambatan struktural pasar tenaga kerja AS. Hal ini membuat penguatan Dolar tidak sepenuhnya dominan dan memberi ruang bagi GBP/USD untuk tetap bertahan relatif tinggi. Dari sisi domestik Inggris, sikap Bank of England yang cenderung dovish—tercermin dari perpecahan suara dalam rapat kebijakan menambah tekanan terhadap Pound. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris yang diturunkan serta ketidakpastian politik internal juga menjadi faktor pembatas apresiasi Sterling. Namun, selama data ekonomi Inggris tidak menunjukkan perlambatan tajam, dan apabila inflasi AS melunak, GBP/USD masih memiliki ruang untuk menjaga keseimbangan dengan volatilitas yang dipicu oleh data GDP Inggris dan CPI AS. Support terdekat berada di 1.3600, sementara resistance di 1.3680 menjadi batas atas pergerakan jangka pendek.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7123 dan menguat 0.34%. Momentum positif masih terjaga pada sesi awal perdagangan, didukung sentimen risk-on yang moderat. Dolar Australia mempertahankan penguatan di atas 0,71, didukung kombinasi pelemahan Dolar AS dan sikap hawkish Reserve Bank of Australia (RBA). Kenaikan suku bunga RBA serta pernyataan tegas bahwa inflasi masih terlalu tinggi memperkuat daya tarik AUD di tengah ekspektasi pasar akan potensi pengetatan lanjutan. Selain itu, stabilisasi inflasi Tiongkok sebagai mitra dagang utama Australia memberikan dukungan tambahan terhadap sentimen positif mata uang berbasis komoditas ini. Meski data ketenagakerjaan AS cukup kuat, revisi besar terhadap data sebelumnya menimbulkan keraguan terhadap kekuatan fundamental ekonomi AS. Hal ini membatasi reli Dolar AS dan menjaga AUD/USD tetap dalam bias positif. Faktor domestik seperti pertumbuhan kredit perumahan dan ekspektasi inflasi Australia menjadi penopang tambahan, sementara arah lanjutan pasangan ini akan sangat dipengaruhi oleh rilis CPI AS yang berpotensi mengubah ekspektasi kebijakan The Fed. Support terdekat berada di 0.7085, dengan resistance di 0.7160.
USDJPY – USDJPY dibuka di 153.22 dan turun -0.25% mencerminkan penguatan yen terhadap dolar AS. USD/JPY mengalami pelemahan meskipun data tenaga kerja AS melampaui ekspektasi. Setelah sempat menguat pasca rilis NFP, pasangan ini kembali turun seiring penguatan Yen Jepang yang didorong faktor domestik dan sentimen politik. Kemenangan kuat pemerintahan baru Jepang meningkatkan ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih stabil serta membuka ruang bagi Bank of Japan untuk secara bertahap menyesuaikan kebijakan moneternya, sehingga mendukung apresiasi Yen. Di sisi lain, walaupun probabilitas penahanan suku bunga The Fed meningkat dalam jangka pendek, revisi data ketenagakerjaan AS yang signifikan mengurangi keyakinan terhadap ketahanan ekonomi jangka panjang. Dengan demikian, USD/JPY cenderung tertekan karena kombinasi penguatan Yen berbasis sentimen domestik dan terbatasnya dukungan lanjutan bagi Dolar AS. Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi AS yang dapat menentukan apakah tekanan terhadap pasangan ini akan berlanjut. Tekanan jual masih membayangi selama harga tertahan di bawah resistance 153.80, dengan support terdekat di 152.80.
USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7707 dan menguat 0.10%. USD/CHF bergerak dalam tren pelemahan yang konsisten, mencerminkan kombinasi melemahnya Dolar AS dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven seperti Franc Swiss. Data konsumsi AS yang stagnan dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter di pertengahan tahun memperlemah daya tarik Dolar, meskipun laporan tenaga kerja terbaru menunjukkan angka yang relatif solid. Namun, revisi signifikan pada data historis kembali menimbulkan keraguan terhadap kekuatan ekonomi AS secara struktural. Di sisi Swiss, inflasi yang sangat rendah dan komitmen Swiss National Bank untuk menjaga stabilitas harga tetap menjadi latar belakang kebijakan yang hati-hati. Permintaan safe haven meningkat di tengah ketidakpastian global dan isu geopolitik, sehingga mendukung Franc. Dengan latar tersebut, USD/CHF berpotensi tetap berada dalam tekanan selama tidak ada kejutan signifikan dari data inflasi AS atau perubahan mendadak dalam sentimen risiko global. Rebound terbatas terjadi setelah tekanan sebelumnya, dengan support terdekat di 0.7680 dan resistance di 0.7740.
USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3572 dan naik 0.09%. USD/CAD menunjukkan kecenderungan pelemahan seiring stabilisasi harga minyak dan ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Amerika Utara. Walaupun data NFP AS sempat mengangkat Dolar, revisi besar terhadap data historis serta ekspektasi bahwa The Fed tetap berhati-hati membatasi kenaikan lanjutan. Di sisi lain, Kanada sebagai eksportir utama minyak mendapatkan dukungan dari dinamika harga energi yang relatif stabil meskipun terdapat kenaikan persediaan minyak AS. Selain faktor energi, ketidakpastian terkait isu perdagangan regional turut memengaruhi sentimen terhadap Dolar Kanada. Namun, selama harga minyak tidak mengalami penurunan tajam dan inflasi AS tidak memberikan kejutan signifikan ke atas, USD/CAD cenderung bergerak dengan bias melemah moderat. Rilis CPI AS menjadi penentu apakah Dolar AS mampu kembali dominan atau justru melanjutkan tekanan terhadap pasangan ini. Pergerakan relatif stabil dengan kecenderungan menguat tipis. Support terdekat berada di 1.3535, sementara resistance di 1.3610.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:01am | USD | 10-y Bond Auction | 4.18|2.4 | - | 4.17|2.6 |
1:30am | CAD | BOC Summary of Deliberations | - | - | - |
2:00am | USD | Federal Budget Balance | -94.6B | -94.6B | -144.7B |
4:00am | USD | FOMC Member Hammack Speaks | - | - | - |
6:50am | JPY | PPI y/y | 2.3% | 2.3% | 2.4% |
7:00am | AUD | MI Inflation Expectations | 5.0% | - | 4.6% |
7:01am | GBP | RICS House Price Balance | -10% | -11% | -13% |
11:45am | AUD | RBA Assist Gov Hunter Speaks | - | - | - |
2:00pm | GBP | GDP m/m | - | 0.1% | 0.3% |
2:00pm | GBP | Prelim GDP q/q | - | 0.2% | 0.1% |
2:00pm | GBP | Construction Output m/m | - | 0.5% | -1.3% |
2:00pm | GBP | Goods Trade Balance | - | -22.3B | -23.7B |
2:00pm | GBP | Index of Services 3m/3m | - | 0.2% | 0.2% |
2:00pm | GBP | Industrial Production m/m | - | -0.1% | 1.1% |
2:00pm | GBP | Manufacturing Production m/m | - | -0.2% | 2.1% |
2:00pm | GBP | Prelim Business Investment q/q | - | -0.5% | -0.3% |
8:30pm | USD | Unemployment Claims | - | 222K | 231K |
8:45pm | CAD | Gov Council Member Rogers Speaks | - | - | - |
9:30pm | GBP | CB Leading Index m/m | - | - | -0.1% |
10:00pm | USD | Existing Home Sales | - | 4.16M | 4.35M |
Tentative | USD | Mortgage Delinquencies | - | - | 4.0% |
10:30pm | AUD | CB Leading Index m/m | - | - | 0.2% |
10:30pm | USD | Natural Gas Storage | - | -256B | -360B |