| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1855 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3564 | -0.10% |
AUDUSD | 0.7083 | -0.16% |
NZDUSD | 0.6046 | -0.60% |
USDJPY | 153.25 | 0.14% |
USDCHF | 0.7693 | 0.18% |
USDCAD | 1.3634 | 0.10% |
GOLDUD | 4871.13 | -0.35% |
USD/IDR | 16,839 | 0.00% |
Fokus NZD/USD:
Rabu, 18 Februari 2026 – Kiwi dibuka di 0.6046 dan turun -0.60%. NZD/USD menghadapi tekanan jual baru setelah keputusan kebijakan moneter dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang memilih mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25%. Keputusan ini sebenarnya sudah diantisipasi pasar, sehingga fokus investor beralih pada nada pernyataan kebijakan dan proyeksi ke depan. Meskipun RBNZ menyampaikan bahwa inflasi mulai kembali ke target dan jalur suku bunga ke depan direvisi sedikit lebih tinggi, bank sentral tetap menekankan bahwa kebijakan saat ini masih bersifat akomodatif. Absennya sinyal hawkish yang tegas membuat dolar Selandia Baru kehilangan momentum, terutama setelah sebelumnya pasar sempat berspekulasi mengenai potensi pengetatan lebih lanjut tahun ini.
Di sisi lain, pelaku pasar masih memperhitungkan peluang bahwa RBNZ dapat mulai menaikkan suku bunga pada kuartal ketiga apabila tekanan inflasi kembali menguat. Inflasi terakhir tercatat di atas batas atas target bank sentral, dan ekspektasi pasar masih mencerminkan peluang pengetatan tambahan menjelang akhir tahun. Namun, sebagian spekulasi tersebut mulai dikurangi setelah konferensi pers Gubernur Anna Breman yang cenderung berhati-hati dan berbasis data. Ketidakpastian ini membuat NZD rentan terhadap koreksi jangka pendek, terutama jika data domestik berikutnya tidak memberikan kejutan positif yang signifikan.
Sementara itu, dari sisi eksternal, dolar AS justru kehilangan sebagian daya tariknya karena pasar kembali menghidupkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada pertengahan tahun dan kemungkinan dua kali pemotongan tambahan pada 2026. Kondisi ini sebenarnya memberikan bantalan bagi NZD/USD dan membatasi pelemahan yang lebih dalam. Dengan demikian, arah pasangan ini akan sangat ditentukan oleh kombinasi nada kebijakan RBNZ selanjutnya dan dinamika ekspektasi kebijakan The Fed. Selama tidak ada kejutan hawkish dari Selandia Baru atau perubahan drastis dari AS, NZD/USD cenderung bergerak hati-hati dengan risiko volatilitas meningkat di sekitar rilis data utama mendatang.
Harga pada pasangan mata uang NZD/USD turun. Support terdekatnya di area 0.6000 dan resistance terdekatnya di zona 0.6085. Support lanjutan di zona 0.5970 dan dilanjutkan ke zona 0.5940. Resistance lanjutan di zona 0.6105 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6130.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1855 dan melemah -0.11%. EUR/USD kembali berada dalam tekanan setelah rangkaian data ekonomi Zona Euro menunjukkan pelemahan sentimen yang cukup jelas. Survei ZEW Jerman memperlihatkan penurunan optimisme investor terhadap prospek ekonomi, sementara indeks sentimen ekonomi kawasan Euro juga turun di bawah ekspektasi pasar. Meskipun inflasi tahunan Jerman masih berada sedikit di atas 2%, kontraksi bulanan menunjukkan bahwa tekanan harga tidak cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan moneter secara agresif. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa European Central Bank masih memiliki ruang untuk pelonggaran kebijakan apabila pertumbuhan ekonomi terus melemah. Secara fundamental, euro kehilangan daya tarik karena prospek pertumbuhan terlihat kurang solid dibandingkan Amerika Serikat. Di sisi lain, dolar AS tetap relatif kokoh didukung oleh data tenaga kerja yang stabil dan komentar pejabat Federal Reserve yang menegaskan pendekatan berbasis data sebelum memangkas suku bunga. Walaupun inflasi AS mulai menunjukkan moderasi, pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga yang agresif dalam waktu dekat. Kombinasi antara fundamental AS yang lebih resilien dan Zona Euro yang menunjukkan perlambatan membuat EUR/USD cenderung bergerak dengan bias melemah dalam jangka pendek, terutama jika perbedaan arah kebijakan moneter tetap melebar. Pergerakan masih berada dalam tekanan di tengah penguatan dolar AS, dengan support terdekat di 1.1825 dan resistance di 1.1895.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3564 dan turun -0.10%. GBP/USD mengalami tekanan signifikan setelah data ketenagakerjaan Inggris menunjukkan pelemahan yang nyata. Tingkat pengangguran meningkat ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sementara pertumbuhan upah melambat dan jumlah klaim pengangguran melonjak. Data ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi Inggris sedang kehilangan momentum, terutama setelah sebelumnya pertumbuhan Produk Domestik Bruto juga menunjukkan pelemahan. Kondisi tersebut meningkatkan probabilitas bahwa Bank of England akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat guna mencegah perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Sementara itu, dolar AS tetap memperoleh dukungan dari fundamental domestik yang relatif lebih stabil. Ketahanan pasar tenaga kerja AS serta pernyataan pejabat Federal Reserve yang cenderung berhati-hati dalam pelonggaran kebijakan memberikan keunggulan relatif bagi dolar. Perbedaan prospek kebijakan antara Bank of England yang berpotensi lebih cepat memangkas suku bunga dan Federal Reserve yang lebih sabar menjaga suku bunga tinggi membuat GBP/USD berada dalam tekanan fundamental yang cukup kuat, setidaknya hingga ada perbaikan data ekonomi Inggris. Koreksi berlangsung terbatas dalam fase konsolidasi, dengan support di 1.3525 dan resistance terdekat di 1.3605.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7083 dan melemah -0.16%. AUD/USD bergerak melemah setelah risalah rapat Reserve Bank of Australia menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga sebelumnya dilakukan untuk memastikan inflasi kembali ke target, namun tidak memberikan panduan tegas mengenai arah kebijakan berikutnya. Sikap berbasis data ini menimbulkan ketidakpastian karena pasar belum mendapatkan kejelasan apakah pengetatan lanjutan akan terjadi atau tidak. Di tengah tanda-tanda inflasi yang masih relatif tinggi namun mulai stabil, investor menjadi lebih berhati-hati terhadap prospek dolar Australia. Dari sisi eksternal, dominasi dolar AS turut menekan AUD. Fundamental ekonomi Amerika yang relatif kuat dan ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga membatasi ruang penguatan mata uang berbasis komoditas seperti dolar Australia. Selain itu, sentimen global yang cenderung hati-hati membuat arus dana lebih selektif terhadap aset berisiko. Dalam konteks ini, AUD/USD berpotensi tetap defensif selama ketidakpastian arah kebijakan RBA dan dominasi dolar AS masih berlangsung. Tekanan jual masih relatif moderat, dengan support terdekat di 0.7050 dan resistance di 0.7120.
USDJPY – USDJPY dibuka di 153.25 dan menguat 0.14%. USD/JPY menunjukkan kecenderungan melemah karena yen mendapatkan kembali sebagian dukungannya. Meskipun data pertumbuhan Jepang relatif lemah, ekspektasi bahwa Bank of Japan dapat melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya menjadi faktor pendukung mata uang Jepang. Optimisme terhadap agenda kebijakan domestik dan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan turut mempersempit selisih imbal hasil antara Jepang dan Amerika Serikat. Sementara itu, dolar AS mulai kehilangan sebagian momentumnya setelah pasar memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertengahan tahun. Jika ekspektasi pelonggaran Federal Reserve semakin menguat dan Bank of Japan bergerak ke arah kebijakan yang lebih ketat, maka tekanan terhadap USD/JPY berpotensi berlanjut. Dengan demikian, dinamika perbedaan arah kebijakan moneter menjadi faktor utama yang menentukan arah pasangan ini. Penguatan dolar terhadap yen berlangsung terbatas, dengan support terdekat di 152.80 dan resistance di 153.90.
USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7693 dan naik 0.18%. USD/CHF juga menunjukkan kecenderungan melemah karena franc Swiss tetap relatif stabil. Inflasi Swiss yang rendah namun masih berada dalam kisaran target memberikan fleksibilitas bagi Swiss National Bank untuk mempertahankan kebijakan tanpa tekanan besar untuk pelonggaran tambahan. Stabilitas fundamental ini menjaga daya tarik franc, terutama dalam kondisi pasar yang masih mempertimbangkan risiko global. Sementara itu, dolar AS menghadapi tekanan dari ekspektasi pelonggaran kebijakan pada paruh kedua tahun ini. Jika inflasi AS terus menunjukkan tren moderasi dan data ekonomi tidak memberikan kejutan positif besar, maka ruang penguatan dolar menjadi terbatas. Dengan kombinasi faktor tersebut, USD/CHF memiliki kecenderungan melemah secara moderat dalam jangka pendek, tergantung pada perkembangan kebijakan moneter dan dinamika sentimen global. Rebound moderat masih bertahan, dengan support di 0.7665 dan resistance terdekat di 0.7730.
USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3634 dan menguat 0.10%. USD/CAD cenderung melemah secara bertahap seiring stabilisasi faktor fundamental Kanada. Meskipun inflasi Kanada menunjukkan perlambatan, level harga masih berada di sekitar target bank sentral sehingga Bank of Canada tidak berada dalam tekanan untuk melakukan pelonggaran agresif dalam waktu dekat. Selain itu, pergerakan harga minyak sebagai komoditas utama ekspor Kanada tetap menjadi faktor penting yang menopang dolar Kanada, terutama jika harga energi stabil atau menguat. Di sisi lain, dolar AS menghadapi potensi tekanan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada semester kedua tahun ini. Jika prospek pelonggaran tersebut semakin kuat, selisih kebijakan antara kedua negara dapat menyempit. Dalam kondisi tersebut, USD/CAD berpotensi bergerak lebih rendah secara gradual, khususnya apabila harga minyak dan data domestik Kanada tetap solid. Pergerakan cenderung stabil dengan bias kenaikian, dengan support terdekat di 1.3600 dan resistance di 1.3675.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:45am | USD | FOMC Member Barr Speaks | - | - | - |
2:30am | USD | FOMC Member Daly Speaks | - | - | - |
4:45am | NZD | PPI Input q/q | -0.5% | 0.4% | 0.2% |
4:45am | NZD | PPI Output q/q | 0.1% | 0.6% | 0.6% |
6:30am | AUD | MI Leading Index m/m | -0.1% | - | 0.1% |
6:50am | JPY | Trade Balance | 0.46T | -0.18T | -0.06T |
All Day | CNY | Bank Holiday | - | - | - |
7:30am | AUD | Wage Price Index q/q | 0.8% | 0.8% | 0.8% |
8:00am | NZD | Official Cash Rate | 2.25% | 2.25% | 2.25% |
8:00am | NZD | RBNZ Monetary Policy Statement | - | - | - |
8:00am | NZD | RBNZ Rate Statement | - | - | - |
9:00am | NZD | RBNZ Press Conference | - | - | - |
2:00pm | GBP | CPI y/y | - | 3.0% | 3.4% |
2:00pm | GBP | Core CPI y/y | - | 3.0% | 3.2% |
2:00pm | GBP | PPI Input m/m | - | 0.4% | -0.2% |
2:00pm | GBP | PPI Output m/m | - | 0.2% | 0.0% |
2:00pm | GBP | RPI y/y | - | 3.8% | 4.2% |
2:45pm | EUR | French Final CPI m/m | - | -0.3% | -0.3% |
4:30pm | GBP | HPI y/y | - | 1.8% | 2.5% |
Tentative | EUR | German 10-y Bond Auction | - | - | 2.85|1.7 |
8:30pm | USD | Core Durable Goods Orders m/m | - | 0.3% | 0.4% |
8:30pm | USD | Durable Goods Orders m/m | - | -1.8% | 5.3% |
8:30pm | USD | Building Permits | - | 1.40M | - |
8:30pm | USD | Housing Starts | - | 1.31M | - |
Nov Data | USD | Building Permits | - | - | 1.41M |
Nov Data | USD | Housing Starts | - | - | 1.25M |
9:15pm | USD | Capacity Utilization Rate | - | 76.6% | 76.3% |
9:15pm | USD | Industrial Production m/m | - | 0.4% | 0.4% |