Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terus Melemah, Libya Berambisi Tingkatkan Produksi
Minyak Terus Melemah, Libya Berambisi Tingkatkan Produksi
Wednesday, 06 December 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0791

-0.07%

GBPUSD

1.2599

-0.04%

AUDUSD

0.6551

0.58%

NZDUSD

0.6128

0.59%

USDJPY

147.17

0.04%

USDCHF

0.8749

0.07%

USDCAD

1.3586

0.02%

GOLDUD

2019.59

-0.19%

COFU

72.28

-0.25%

USD/IDR

15480

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Ekspektasi peningkatan porduksi minyak oleh NOC
  • Stok mintak API meningkatkan sebesar 0.549M

***************************************************************

Rabu, 6 Desember 2023 - Pagi ini harga minyak kembali merosot disebabkan adanya peningkatan produksi oleh Libya yang merupakan salah satu anggota OPEC dan peningkatan stok minyak mentah AS. Sementara itu, pasar masih mencerna kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi

Libya National Oil Corporation (NOC), sebagai anggota OPEC, mengumumkan ambisi untuk meningkatkan produksi minyaknya menjadi 2 juta barel per hari dalam beberapa tahun mendatang. Keputusan ini menciptakan ketidaksesuaian dengan langkah OPEC yang berupaya memangkas produksi minyak anggotanya, menciptakan kekhawatiran pada jumlah stok minyak dan membuat keberlanjutan tekanan harga minyak. Selain itu, di sisi pasokan minyak mentah yang dilansir oleh American Petroleum Institute (API), stok minyak Amerika saat ini mengalami peningkatan sebanyak 0.549 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi sebelumnya yang menunjukkan penurunan sebesar -0.817 juta barel. Peningkatan stok minyak ini turut memainkan peran dalam merosotnya harga minyak yang telah terjadi.

Sementara itu sentimen positif datang dari, Arab Saudi dan Rusia terkait pemotongan sukarela produksi minyak sebesar 1,3 juta barel per hari telah dimulai. Rencana selanjutnya untuk mengurangi produksi sebanyak 2,2 juta barel per hari pada kuartal pertama tahun 2024 dengan beberapa negara tambahan menunjukkan komitmen OPEC+ dalam menjaga stabilitas harga minyak. Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin berencana melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Selain itu, Putin juga akan menjamu Presiden Iran Ebrahim Raisi di Moskow pada hari Kamis, pertemuan dengan para negara OPEC ini diharapkan membahas kerjasama terkait pemotongan stok minyak sukarela.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

04:30

US - API Crude Oil Stock Change

0.549

-2.267M

-0.817

22:30

US - EIA Crude Oil Stocks Change

-

-1.354M

1.609M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788