| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0791 | -0.07% |
GBPUSD | 1.2599 | -0.04% |
AUDUSD | 0.6551 | 0.58% |
NZDUSD | 0.6128 | 0.59% |
USDJPY | 147.17 | 0.04% |
USDCHF | 0.8749 | 0.07% |
USDCAD | 1.3586 | 0.02% |
GOLDUD | 2019.59 | -0.19% |
COFU | 72.28 | -0.25% |
USD/IDR | 15480 | 0.13% |
Rabu, 6 Desember 2023 - Pagi ini harga minyak kembali merosot disebabkan adanya peningkatan produksi oleh Libya yang merupakan salah satu anggota OPEC dan peningkatan stok minyak mentah AS. Sementara itu, pasar masih mencerna kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi
Libya National Oil Corporation (NOC), sebagai anggota OPEC, mengumumkan ambisi untuk meningkatkan produksi minyaknya menjadi 2 juta barel per hari dalam beberapa tahun mendatang. Keputusan ini menciptakan ketidaksesuaian dengan langkah OPEC yang berupaya memangkas produksi minyak anggotanya, menciptakan kekhawatiran pada jumlah stok minyak dan membuat keberlanjutan tekanan harga minyak. Selain itu, di sisi pasokan minyak mentah yang dilansir oleh American Petroleum Institute (API), stok minyak Amerika saat ini mengalami peningkatan sebanyak 0.549 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi sebelumnya yang menunjukkan penurunan sebesar -0.817 juta barel. Peningkatan stok minyak ini turut memainkan peran dalam merosotnya harga minyak yang telah terjadi.
Sementara itu sentimen positif datang dari, Arab Saudi dan Rusia terkait pemotongan sukarela produksi minyak sebesar 1,3 juta barel per hari telah dimulai. Rencana selanjutnya untuk mengurangi produksi sebanyak 2,2 juta barel per hari pada kuartal pertama tahun 2024 dengan beberapa negara tambahan menunjukkan komitmen OPEC+ dalam menjaga stabilitas harga minyak. Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin berencana melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Selain itu, Putin juga akan menjamu Presiden Iran Ebrahim Raisi di Moskow pada hari Kamis, pertemuan dengan para negara OPEC ini diharapkan membahas kerjasama terkait pemotongan stok minyak sukarela.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
04:30 | US - API Crude Oil Stock Change | 0.549 | -2.267M | -0.817 | |||||
22:30 | US - EIA Crude Oil Stocks Change | - | -1.354M | 1.609M | |||||